TADABUR

Tadabur Al-Baqarah 126: Perbedaan Rezeki dan Jabatan Memimpin

tadabur surat al-baqarah
Namanya saja memilih pemimpin, tentu tidak semuanya sama.

mukjizat.co – Tadabur Al-Baqarah. Mentadaburi ayat-ayat Al-Quran melalui perkataan para ulama sangat membantu kita menjadikan firman Allah Taala sebagai pedoman hidup kita sehari-hari.

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

2:126. Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafir pun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

Doa memohon kebaikan duniawi hendaknya bersifat umum. Jangan ada monopoli dalam permohonan kebaikan dari Allah Taala. Seakan-akan Nabi Ibrahim as. menyamakan permohonan rezeki dengan permohonan menjadi pemimpin (yang diluruskan Allah Taala dengan firmannya, “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang zhalim.”).

Makanya Allah Taala meluruskan bahwa rezeki adalah rahmat Allah Taala yang bersifat duniawi. Tidak dikhususkan hanya untuk orang yang beriman. Sangat berbeda dengan menjadi pemimpin yang dikhususkan untuk orang yang beriman. (sof1/www.mukjizat.co)

Sumber: Al-Alusi, 1/382

Baca Tadabur Surat Al-Baqarah lainnya di sini

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda