SOSIAL

Rezeki Sudah Dijamin Allah Taala

benarkah rezeki kita sudah dijamin Allah Taala?
Kalau sudah dijamin, harusnya ada ketenangan, untuk beribadah.

mukjizat.co – Ketika melihat kekayaan yang berada di tangan orang lain, ada orang-orang yang merasa kurang beruntung. Rezekinya tidak sebanyak rezeki orang lain. Maka orang seperti ini harus menguatkan keyakinan bahwa Rezeki sudah dijamin Allah Taala.

Allah Taala berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًاَ

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” [Al-Israa: 31].

Dijamin, karena tugas utama manusia adalah beribadah. Bukan untuk siang-malam memikirkan rezekinya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” [Thaha: 132].

Dapatkan mutiara Al-Quran:

Ibrahim bin Adham pernah sedang makan daging, tapi daging yang sedang dimakannya diambil seekor kucing. Ibrahim tidak langsung merebutnya, tapi mengikuti ke mana kucing itu membawa dagingnya.

Kucing itu meletakkan daging itu di sebelah batu besar di sebuah tempat. Lalu pergi. Ibrahim bingung melihat kucing itu tidak memakan daging hasil pencariannya. Tak lama kemudian tiba-tiba keluar kepala seekor ular yang sakit matanya, kemungkinan buta, dari dalam sebuah rongga.

Ibrahim pun tersadar bahwa walaupun ular itu sedang sakit, tidak bisa melihat, dan sebagainya. Tapi ternyata tetap mendapat rezeki dari Allah Taala. Perantaranya adalah seekor kucing. Rezeki sudah dijamin Allah Taala.Terbayanglah dalam benaknya firman Allah Taala:

وَكَأَيِّن مِّن دَابَّةٍ لاَّ تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri.  Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [Al-Ankabut: 60].

Oleh karena itu, tak perlu mencari rezeki dengan cara yang haram. Rasulullah saw. bersabda:

وإن الروح الأمين قد نفث في روعي أنه لن تموت نفس حتى تستوفي رزقها فأجملوا في الطلب

“Malaikat Jibril mengabarkan bahwa setiap jiwa tidak akan mati sebelum mengambil seluruh rezekinya, maka carilah rezeki dengan cara yang baik.” [Baihaqi].

Suatu kali Ali bin Abi Thalib shalat di masjid Kufah. Saat datang ke masjid, tidak didapatinya orang. Mungkin beliau datang bukan di waktu shalat berjamaah. Hanya ada seorang anak kecil duduk di depan masjid.

Ali ra. pun berkata kepadanya, “Nak, tolong jaga untaku ya… sementara aku sedang shalat.” Anak itu pun bersedia menolong Ali ra. Selesai shalat, Ali ra. hendak keluar masjid. Dia pun menyiapkan sekeping uang sebagai upah untuk anak kecil itu.

Alangkah kagetnya, ternyata anak itu sudah menghilang. Untanya masih ada, tapi sudah hilang tali kekangnya. Anak itu telah mencurinya. Ali ra. pun mencari-cari orang lain untuk membelikan tali kekang unta. Setelah bertemu, beliau memberikan kepadanya uang yang sedianya diberikan kepada anak kecil itu tadi.

Tak lama setelah kepergiannya, tiba-tiba orang itu sudah datang lagi dengan membawa seutas tali kekang unta. “Tadi di jalan ke pasar aku bertemu dengan seorang anak kecil menjual tali kekang unta,” kata orang itu.

Ali ra. kembali terkaget, karena tali yang dibawa orang itu ternyata adalah tali kekang untanya yang hilang barusan. Dia pun berkata:

سبحان الله! أردت أن أعطه إياه حلالا، فأبى إلا أن يأخذه حراما!

“Subhanallah, ingin kuberikan uang ini secara halal, dia malah menginginkannya secara haram.”

Semakin kuat keyakinan kita bahwa rezeki sudah dijamin Allah Taala. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika berm

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.