SOSIAL

Banyaknya Rezeki Tidak Menandakan Kecintaan Allah Taala

kenapa banyaknya rezeki tidak menandakan cinta Allah?
Manusia diciptakan untuk beribadah. Dialah yang dicintai.

mukjizat.co – Semua kita tentu ingin mendapatkan kecintaan Allah Taala. Ternyata Banyaknya rezeki tidak menandakan kecintaan Allah Taala. Kadang Allah Taala memberi orang-orang kafir kelebihan harta dunia, sebaliknya kepada orang-orang yang beriman. Padahal Allah Taala hanya mencintai orang yang beriman.

Bahkan kalau tidak khawatir semuanya menjadi kafir, Allah akan berikan segalanya kepada orang kafir:

وَلَوْلا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفاً مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ*وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَاباً وَسُرُراً عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ * وَزُخْرُفاً وَإِن كُلُّ ذَلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan sekiranya bukan karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan Yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya.

Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya.

Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” [Az-Zukhruf: 33-35].

Dapatkan mutiara Al-Quran:

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُم بِهِ مِن مَّالٍ وَبَنِينَ. نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الخَيْرَاتِ بَل لاَّ يَشْعُرُونَ

“Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa), Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.” [Al-Mukminun: 55-56].

Umar bin Khattab ra. melihat kondisi Rasulullah saw. di dalam rumahnya, beliau menangis. Rasulullah saw. baru saja bangun dari tidur siang. Tersingkap punggungnya yang merah-merah bergaris bekas tikar. Beliau berkata kepada Rasulullah saw.:

يا رسول الله، إن كسرى وقيصر فيما هما فيه، وأنت رسول الله، فقال: أما ترضى أن تكون لهم الدنيا ولنا الآخرة”؟

“Rasulullah, Kisra dan Kaisar bergelimang harta, kenapa engkau seperti ini? Rasulullah menjawab, “Tidak puaskah engkau mendapat akhirat sementara mereka hanya mendapat dunia?” [Bukhari].

Banyaknya rezeki tidak menandakan kecintaan Allah Taala. Allah Taala memberi dunia baik kepada yang dicintai-Nya maupun tidak dicintai-Nya. Tapi Allah Taala memberi keimanan hanya kepada yang dicintai-Nya.

فَأَمَّا الإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ. وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. [Al-Fajr: 15-16].

Jadi kalau kita ingin mendapatkan kecintaan Allah Taala, banyaklah melaksanakan ketaatan. Gunakan seluruh kenikmatan dari Allah Taala untuk semakin dekat kepada Allah Taala. bukan dengan mengejar-ngejar harta. Karena banyaknya rezeki tidak menandakan kecintaan Allah Taala. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.