SOSIAL

Allah Taala yang Mengatur Rezeki

bagaimana Allah mengatur rezeki?
Bukan kaya-miskin, tapi taat-maksiat, yang harus diperhatikan.

mukjizat.co – Ada yang kaya ada yang miskin. Ada yang mudah mendapatkan rezeki, ada yang sangat kesulitan. Rezeki banyak atau sedikit adalah diatur Allah Taala. Hanya Allah Taala yang mengatur rezeki.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيراً بَصِيراً

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” [Al-Israa: 30].

Allah Taala Maha Mengetahui mana yang baik untuk hamba-Nya. Ada yang baiknya harus kaya. Ada yang baiknya harus miskin. Kalau kaya, kehidupannya akan hancur. Karena itulah Allah Taala yang mengatur rezeki.

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jika Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” [Asy-Syura: 27].

وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ عِندَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلاَّ بِقَدَرٍ مَّعْلُومٍ

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.” [Al-Hijr: 21].

Dapatkan mutiara Al-Quran:

Kisah Maryam dan Nabi Zakaria as. bisa menjelaskan tentang bagaimana Allah Taala kuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki seseorang yang dikehendaki-Nya. Bahwa Allah Taala yang mengatur rezeki.

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتاً حَسَناً وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا المِحْرَابَ وَجَدَ عِندَهَا رِزْقاً قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِندِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya.

Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” [Ali Imran: 37].

Jadi untuk mengetahui dan memastikan apakah kita sedang berada dalam kebaikan atau keburukan, parameternya adalah ketaatan kepada Allah Taala. Kalau kita taat, berarti berada dalam kebaikan. Kalau maksiat, berarti berada dalam keburukan.

Sangat mungkin hidup seseorang miskin, tapi dia berada dalam gelimang kebaikan dari Allah Taala. Karena Allah Maha Mengetahui apa yang baik untuk seseorang. Karena Allah Taala yang mengatur rezeki. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.