TERAWANG

Satelit Buktikan Kebenaran Rasulullah

kemukjizatan jarak Rasulullah saw.
Kalau kabar yang ini benar, maka kabar lainnya juga benar.

mukjizat.co – Satelit membuktikan kebenaran Rasulullah saw. Dalam hadits yang panjang, diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah ra.  tentang syafaat, nabi Muhammad saw bersabda :

والذي نفس محمد بيده إن ما بين المصراعين من مصاريع الجنة لكما بين مكة وهجر أو كما بين مكة وبصرى

“Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya lebar pintu-pintu surga itu seperti jarak antara Mekah dengan Hajar, atau antara Mekah dan Buhsra.” [Muslim]

Syekh Abdul Majid Az-Zindani menjelaskan bahwa Rasulullah saw menyamakan antara ukuran lebar dengan dua jarak tempat di permukaan bumi.

  • Jarak ke arah timur, yaitu antara Mekah dan Hajar (daerah antara Qatar dan Bahrain sekarang ini).
  • Jarak ke arah Utara, yaitu antara Mekah dan Bushra (di negara Suriah).

Dari lafaz hadits ini, dipahami bahwa bahwa Rasulullah saw. menyamakan 3 hal; lebar pintu surga, jarak Mekah-Hajar, dan jarak Mekah-Bushra.

Jarak Mekah-Hajar, dan jarak Mekah-Bushra adalah sangat jauh. Tidak mungkin bisa diketahui secara detail kecuali jika diukur melalui udara. Supaya tidak terhalang oleh dataran tinggi, jurang yang dalam, atau kelak-keloknya jalanan di atas permukaan bumi.

Kita sama-sama yakin, mengukur jarak dari udara tidaklah mungkin dilakukan oleh seorang manusia pun di zaman kenabian.

Hal ini baru bisa dilakukan setelah abad dua puluh, ketika permukaan bumi ini bisa difoto secara sangat detail dari udara, dengan satelit. Apakah satelit membuktikan kebenaran Rasulullah saw?  Setelah diukur dua jarak tersebut di atas dari udara, dengan membuat garis lurus, diketahui bahwa ternyata :

  • Mekah dan Bushra: 1.273 km (794 mil).
  • Mekah dan Hajar: 1.273 km (794 mil).

Inilah mukjizat kenabian yang dibuktikan oleh teknologi satelit modern. Membenarkan sabda Rasulullah saw. tentang hal yang terdapat di dalam surga, dan membandingkannya dengan hal yang ada di bumi saat ini. Maha Benar Allah saat berfirman:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tidak lah dia (Muhammad saw) itu berbicara dengan hawa nafsunya, tidak lah ucapan nya itu kecuali merupakan Wahyu yang diwahyukan kepadanya.” Demikianlah Satelit membuktikan kebenaran Rasulullah saw. [An-Najm: 3-4]. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.