KEBERKAHAN VIDEO

(Video) Nasihat Ulama Al-Azhar dalam Menghadapi Pandemi

bagaimana menghadapi wabah menurut Islam?
Islam sangat memelihara prinsip bagaimana melakukan usaha dalam menghadapi wabah dan bencana.

mukjizat.co – Ulama Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Dr. Ahmad Umar Hasyim, Jumat (5/6/2020) menyampaikan khutbah Jumat tentang bagaimana umat Islam menghadapi pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir. Ini adalah nasihat ulama Al-Azhar dalam menghadapi pandemi.

Di awal khutbah, Syaikh Umar Hasyim menekankan pentingnya berpegang kepada Al-Quran dan sunah, “Kita akan selamat dari bencana jika berpegang teguh kepada Al-Quran dan Sunah Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda, ‘Aku telah meninggalkan untuk kalian dua hal yang akan membuat kalian tidak akan pernah binasa dan sesat jika kalian berpegang kepada keduanya. Al-Quran dan Sunahku.’”

Kemudian beliau meluruskan pemahaman sebagian orang yang sering salah dalam memahami perintah tawakal, “Walaupun Muhammad saw. adalah seorang nabi, rasul, dan juga ma’shum (terpelihara), tapi beliau telah melakukan upaya dalam menghadapi bencana dan musibah.

Bukan hanya melakukan upaya dan usaha, tapi bahkan diperintahkan oleh Allah Taala untuk melakukan syura dengan para sahabat. Rasulullah saw. diketahui telah menerima dan melaksakan usulan salah seorang sahabatnya, Hubbab bin Munzir, tentang penentuan lokasi pasukan dalam Perang Badar. Padahal Rasulullah saw. mendapatkan wahyu, sementara Hubbab hanyalah manusia biasa.”

Kemudian beliau menyebutkan teks-teks ayat dan hadits tentang pentingnya melakukan usaha-usaha empiris dalam menghadapi wabah dan bencana, “Hal ini jelas menunjukkan bahwa melakukan usaha dalam menghadapi bencana adalah hal yang diperintahkan. Bahkan dalam Al-Quran ada larangan untuk melakukan hal yang membahayakan nyawa kita. Misalnya:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” [Al-Baqarah: 195].

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu.” [An-Nisa’: 29].

خُذُوا حِذْرَكُمْ

“bersiap siagalah kamu.” [An-nisa: 71].

Demikian juga Rasulullah saw. bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.” [Ahmad].

تداووا يا عباد الله فإن الله لم يضع داء إلا وضع له شفاء

“Berobatlah wahai hamba Allah, karna Allah tidak menimpakan suatu penyakit kecuali Dia pula menjadikan obat baginya.” [Bukhari].

Nasihat ulama Al-Azhar dalam menghadapi pandemi

Bahkan Islam telah mendahului ilmu kedokteran modern dalam hal langkah-langkah menghadapi wabah. Misalnya tentang perintah karantina jika terdapat daerah yang ditimpa wabah penyakit.

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” [HR Bukhari].

Hal yang sama dilakukan oleh Umar bin Khattab ra. ketika dalam perjalanan menuju negeri Syam. Beliau mendapat kabar bahwa telah terjadi wabah di negeri tersebut. Maka Umar bin Khattab ra. memutuskan membatalkan kunjungannya itu.

Beliau mengatakan, “Kita lari dari takdir Allah Taala yang satu menuju takdir Allah Taala yang lain.”

Maka kemudian beliau membuat sebuah kesimpulan, “Dengan semua ini, Islam sangat memelihara prinsip bagaimana melakukan usaha dalam menghadapi wabah dan bencana, bagaimana sikap hati-hati dan waspada, dan bagaimana sikap memelihara nyawa manusia.“

Beliau menyebutkan hal unik yang tidak dimiliki oleh orang lain, tapi harus dilakukan oleh umat Islam dalam menghadapi wabah, “Walaupun usaha harus dilakukan, tapi beriman kepada Allah Taala, dan memohon perlindungan-Nya adalah hal utama yang harus dilakukan oleh seorang Mukmin. Abu Hurairah ra. mengatakan:

كان فيكم أمانان : مضت إحداهما ، وبقيت الأخرى وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم ، وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون

“Dulu kalian memiliki dua jaminan keamanan. Yang pertama sudah pergi, sementara yang lainnya masih tinggal. Yaitu yang difirmankan Allah Taala: ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun’ [Al-Anfal: 33].” [Hakim].

Apa maksud azab dalam ayat ini? Tentu adalah azab yang akan menghabisi keseluruhan sebuah umat. Azab yang pernah diturunkan kepada umat-umat terdahulu. Satu-satunya umat yang selamat dari azab seperti ini adalah umat Islam. Umat Rasulullah saw. Nasihat ulama Al-Azhar dalam menghadapi pandemi.

Ketika kita meminta ampunan (istighfar), maka kita sedang meminta ridha Allah Taala. Karena setiap hari, langit selalu meminta kepada Allah Taala untuk diruntuhkan sebagai siksaan kepada manusia. “Mereka sudah memakan kebaikan-Mu, tapi tidak bersyukur kepada-Mu.”

Laut dan gunung pun mengatakan hal yang sama. Tapi apa jawaban Allah Taala? Allah berfirman, “Biarkan mereka. Biarkan mereka. Kalau kalian yang menciptakan mereka, kalian pasti akan menyayangi mereka. Mereka adalah hamba-Ku. Jika mereka bertobat, maka Aku adalah Kekasih mereka. Tapi jika mereka tidak bertobat, maka Aku akan mengobati mereka.”

Ada hal yang harus dihindari oleh umat Islam agar tidak ditimpa bencana, di antaranya beliau sebutkan, “Rasulullah saw. memberikan peringatan kepada umat Islam agar tidak bermaksiat. Beliau menjelaskan bahwa jika maksiat sudah menyebar dan tampak ke permukaan, maka bencana pun akan menyebar.

ما ظهرت الفاحشة في قوم قط يعمل بها فيهم علانية ، إلا ظهر فيهم الطاعون والأوجاع التي لم تكن في أسلافهم

“Setiap kali kemaksiatan (terutama perbuatan zina) pada sebuah negeri dilakukan hingga dengan terang-terangan, maka pasti akan muncul wabah penyakit yang belum pernah ada pada bangsa-bangsa sebelumnya.” [Baihaqi].”

Kemudian, Syaikh Umar Hasyim menyampaikan pesan kepada seluruh dunia, bahwa wabah yang telah terjadi dan tidak bisa dihilangkan oleh para pakar dunia, adalah bukti kuat bahwa alam semesta ini ada Penciptanya, yang mengendalikan segala sesuatu. Nasihat ulama Al-Azhar dalam menghadapi pandemi.

Beliau meminta seluruh umat Islam untuk segera bertobat. Bencana terjadi pasti disebabkan kemaksiatan, dan hanya akan bisa dihilangkan dengan bertobat.

Kepada seluruh pihak beliau meminta untuk saling tolong menolong. Orang kaya menolong orang miskin. Negara kaya menolong negara miskin.

Secara khusus beliau memberikan pesan kepada para tenaga medis, “Kesibukan yang sedang mereka geluti saat ini, mengobati para pasien terinfeksi virus Corona termasuk ibadah yang paling utama. Dalam sebuah hadits, Allah Taala berfirman:

يا ابن آدم مرضت فلم تعدني ، قال : يا رب كيف أعودك ؟ وأنت رب العالمين ، قال : أما علمت أن عبدي فلانا مرض فلم تعده ، أما علمت أنك لو عدته لوجدتني عنده

“Wahai anak Adam, Aku sakit, tapi engkau tidak datang menjengukKu!. Hamba itu menjawab, “Bagaimana aku menjengukMu yaa Allah, sedangkan Engkau Tuhan semesta alam?”. Allah berkata, “Tidakkah engkau tahu bahwa si fulan hambaKu sakit, namun engkau tidak menjenguknya. Ketahuilah, seandainya engkau datang menjenguknya, niscaya engkau akan dapatkan Aku disisinya.” [Muslim].

Menjenguk saja mempunyai keutamaan yang besar seperti itu, apalagi mengobati para pasien tersebut.” Nasihat ulama Al-Azhar dalam menghadapi pandemi. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.