KISAHKU VIDEO

(Video) Pengakuan Gadis Perancis Bikin Umat Islam Merasa Berdosa

gadis perancis bikin umat islam merasa berdosa
Sungguh banyak dari kita tak menyadarinya.

mukjizat.co – Kebanyakan kita sudah menjadi Muslim sejak lahir. Tapi ternyata banyak sekali kekurangan kita. Terutama dalam mengenalkan agama kita kepada orang lain. Banyak sekali yang merasa sangat beruntung ketika mengenal Islam. Mereka pun mendapatkannya bukan karena perjuangan kita. Berikut pengakuan gadis Perancis yang membuat kita terharu.

Barbara, seorang Muslimah baru di kota Lille, Perancis, telah membuka mata dan hati kita. Dia telah melalui perjalanan menuju Islam yang membuat umat Islam merasa berdosa karena tidak melaksanakan kewajiban mengenalkan Islam kepada orang-orang sepertinya.

Saat itu umurnya 24 tahun (saat diterjemahkan berarti umurnya 30 tahun). Baru 3 tahun menjadi seorang Muslimah. Sejak kecil tidak pernah mengenal bahkan mendengar tentang agama Islam sama sekali. Kita akan mendengarkan pengakuan gadis Perancis ini.

Tentang keluarganya, Barbara menuturkan, “Bagi keluarga, agama hanyalah kostum dan pakaian semata. Tidak ada pembicaraan terkait ajaran dan ketuhanan sama sekali. Tapi aku selalu berkomunikasi dengan Tuhan, tanpa mengetahui siapa Tuhanku.

Lalu aku berpikir bisa menemukan cara berkomunikasi dengan Tuhan dengan cara yang berbeda dan lebih baik. Aku harus benar-benar mengenal Tuhanku. Mengenal Penciptaku. Sehingga aku bisa lebih dekat dengan-Nya.”

Barbara bercerita tentang awal keislamannya, “Aku pindah ke kota Lille untuk melanjutkan kulias pasca sarjana. Aku tinggal bertetanggaan dengan seorang mahasiswa dari Maroko. Walaupun seorang Muslimah, tapi dia tidak melaksanakan Islam dengan baik dan disiplin.

Dia tidak bisa menjelaskan apa itu Islam. Bahkan hidupnya sudah terwarnai dengan kehidupan ala Barat. Alhasil aku tidak bisa mendapatkan informasi apa-apa tentang Islam dari temanku itu.

Maka kami sepakat untuk mengunjungi orangtuanya di Maroko selama 2 pekan. Saat itu tiket murah, sementara tempat tinggal dan makanan tidak perlu dipikirkan.

Sesampai di Maroko, aku sungguh sangat terkejut. Seakan aku berada di planet lain. Sungguh umat Islam yang kutemui di sana sangat berbeda dengan yang kuketahui dari media. Ternyata mereka sangat ramah, bahkan kepadaku yang berbeda keyakinan.

Saat kembali ke Perancis, aku berpikir bahwa telah tiba saatnya membuat keputusan besar terkait Islam. Aku mulai membaca dan mempelajari Al-Quran. Aku juga menulis ayat-ayat Al-Quran dalam bahasa Perancis.” Pengakuan gadis Prancis ini membuat kita merasa malu.

Setelah itu Barbara bersungguh-sungguh menjemput hidayahnya. Barbara melanjutkan ceritanya, “Selama 6 bulan aku membaca Al-Quran dengan mendalam. Aku berusaha mencari jawaban atas stigma yang biasa ditebarkan media terkait Islam. Aku juga seorang Katolik dengan berbagai ajarannya yang menurutku tidak masuk logika.

Saat aku mempelajari semua itu, aku merasa bahwa Allah Taala berbicara khusus kepadaku. Kuakui, aku adalah wanita yang kuat, mandiri, dan sangat jarang menangis. Aku bahkan sering membantu dan memotivasi orang lain. Tapi saat ini setelah membaca Al-Quran, dan mengenal Allah Taala, aku merasa aku hanyalah hamba Allah. Hanya milik Allah Taala.

Kadang kita merasa kuat, tapi kita bukanlah apa-apa tanpa Allah Taala.  Karena Dialah Tuhanku, dan aku bukan apa-apa. Sekarang aku merasa, tanpa Islam hidupku tak bernilai apa-apa.”

Terkait hal yang sangat menarik perhatiannya dalam ajaran Islam adalah sikap Islam yang sangat memuliakan kaum wanita. Menurutnya, “Pada realitanya, wanita di Perancis belum mendapatkan kedudukannya yang layak. Tapi Islam telah memberi kedudukan yang sangat mulia kepada para wanita. Peran laki-laki tidak akan lengkap tanpa perempuan.

Media sungguh telah menebarkan stigma tentang Islam. Bahwa Islam telah menindas wanita dan merampas haknya. Kuketahui hal yang sebenarnya setelah aku membaca Al-Quran. Dalam membaca Al-Quran, aku memang lebih fokus kepada ayat-ayat tentang wanita.

Maka aku baca Surat An-Nisa’. Dalam surat itu aku temukan ayat yang semakin memantapkanku:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” [An-Nisa’aa: 82].

Tidak ada pertentangan antar ayat dalam Al-Quran. Tidak seperti kitab agama-agama lain.” Inilah pengakuan gadis Perancis itu.

Lalu kapan Barbara mengambil keputusannya untuk menjadi seorang Muslimah? Barbara mengungkapkan saat-saat paling mengharukannya itu, “Pada suatu malam, aku duduk di depan buku-buku yang kupelajari itu. Saat itu aku berkata dalam hati, “Bukankah sudah saatnya aku mengikrarkan keimanan kepada agama ini?”

Maka di siang harinya, aku pergi ke masjid untuk menyatakan keislamanku. Aku datang di waktu shalat zhuhur. Saat itu aku bahkan masih memakai celana jeans. Kukatakan keinginanku bertemu dengan imam. Begitu bertemu kunyatakan keinginanku menjadi seorang Muslimah.

Imam itu orang yang sangat baik. Dia diam saja mendengarkanku berbicara. Ketika datang orang lain, orang itu membenarkan bahwa orang yang sedang di hadapanku adalah imam masjid. Tapi dia tidak bisa berbahasa Perancis. Jadi selama 10 menit aku berbicara, imam sabar saja mendengarkannya, tanpa menyela sama sekali.

Saat itu hari Rabu. Aku diminta datang kembali pada hari Jumat. Maka aku datang pada hari Jumat. Dengan suara lantang, aku ikrarkan syahadahku di depan jamaah shalat Jumat. Perasaanku saat itu sungguh sulit kugambarkan.

Rasanya, tidak ada gunanya hidup ini jika aku tidak terhubung dengan Allah Taala. Saat itu kurasakan diriku telah utuh. Sebelumnya ada sisi hidupku yang hilang. Dulu aku hanyalah materi, sekarang aku punya ruh.

Sekarang jalan kehidupanku menjadi sangat jelas. Aku yang kucari juga jelas. Perasaan ini sungguh membuatku semakin mengagungkan Allah Taala. Allah Taala benar-benar Maha Agung.”

Setelah menjadi seorang Muslimah, Barbara pun memulai kehidupan baru dengan penuh perjuangan. Berbagai masalah dihadapinya, “Tidak ada masalah saat kusampaikan keislamanku kepada keluarga. Yang menjadi masalah adalah lingkungan yang sangat bebas terkait berpakaian, sementara aku meyakini kewajibanku mengenakan hijab.

Saat orang melihatku langsung bisa mengetahui bahwa aku seorang Muslimah. Kepada orang beragama Islam, masyarakat Perancis masih memiliki pandangan kurang adil. Islam dipandang buruk, seperti sesuatu yang hina.

Maka pada dua pekan pertama aku mengenakan hijab, aku merasa semua memperhatikanku. Tapi setelah itu, aku tidak menemukan perasaan seperti itu lagi. Semuanya kembali normal. Aku yakin aku berhasil karena kulakukan itu demi Allah Taala. Ikhlas adalah sarana paling kuat dalam menghadapi kesulitan.”

Ternyata Barbara tidak seperti kita. Begitu menjadi Muslimah, dia menyadari kewajibannya untuk mengenalkan Islam kepada orang lain secara luas, “Karena aku tinggal di negeri bukan Muslim, maka aku merasa mempunyai kewajiban untuk menyampaikan Islam kepada orang-orang di sini. Terutama kaum wanita Perancis. Aku sama sekali tidak berpikir untuk meninggalkan Prancis hanya karena bukan negeri Muslim.

Malah aku merasa menjadi duta Islam di sini. Peran mengenalkan Islam harus kulakukan walaupun itu sulit dan banyak rintangannya. Karena kita, umat Islam mempunyai kewajiban kepada selain Muslim. Kita harus sampaikan bahwa Islam adalah agama kebaikan, menginginkan kebaikan untuk seluruh manusia.”

Saat ini Barbara menjadi penanggung jawab dalam melayani para Muslimah baru. Mengenalkan dan mengajarkan kepada mereka prinsip-prinsip Islam. Meluruskan informasi salah tentang Islam yang mereka dapatkan di media.

Gadis muda seperti Barbara, ketika teringat dengan masa lalunya, merasa sangat beruntung telah mengenal Islam. Merasa bahwa Allah Taala telah memberinya karunia terbesar dalam hidupnya. Padahal kita telah memilikinya sejak lahir, tapi tidak menemukan perasaan seperti itu.

Apa yang akan kita katakan kepada Rasulullah saw. yang telah berjuang menyampaikan Islam kepada kita semua. Sementara Islam saat ini hanya terpusat di negara-negara kita. Kita tidak menyampaikannya ke negeri-negeri seperti asal Barbara ini. Sungguh kita akan merasa malu saat ditanya Rasulullah saw. nanti. Pengakuan gadis Perancis ini bikin umat Islam merasa berdosa.. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda