BAHASA

Pengaruh Al-Quran Mau Dibendung?

apa pengaruh al-quran jika kau dengarkan
Sehebat orang ini tidak kuasa melakukannya.

mukjizat.co – Pengaruh Al-Quran sangat besar. Sekafir apa pun seseorang, ketika mendengarkannya, pasti akan berkata bahwa yang baru saja didengarnya bukanlah sembarang perkataan. Walaupun itu hanya dalam hati kecilnya saja.

Setelah  Hamzah ra. dan Umar ra. memeluk Islam, orang-orang musyrik semakin kebingungan. Siksaan dan tekanan apa lagi terhadap orang-orang Muslim? Mereka berusaha mengajukan berbagai macam tawaran kepada Rasulullah saw. dengan satu tujuan, menghentikan dakwah.

Mereka tidak sadar, bahwa sinar matahari tidak akan bisa dipadamkan dengan tiupan angin mulut-mulut mereka. Tidak heran jika kemudian mereka gagal mencapai apa yang mereka harapkan.

Ibnu Ishaq menuturkan, “Suatu hari Uthbah bin Rabi’ah yang termasuk pemuka Quraisy, berada di tengah-tengah sekumpulan orang-orang Quraisy. Sementara pada waktu yang sama Rasulullah saw. sedang duduk sendirian di Masjidil Haram.

Utbah berkata, “Wahai orang-orang Quraisy, bagaimana jika kuhampiri Muhammad, kuajak berbincang, dan kutawarkan satu dua-hal? Siapa tahu dia mau menerima sebagian di antaranya, kita berikan apa yang dia maui, lalu dia tidak mengganggu kita lagi?” “Bagus itu, Abul Walid. Hampirilah dia, dan ajak dia berbincang,” kata mereka.

Maka Utbah menghampiri Rasulullah saw., dan duduk di hadapan beliau. Utbah berkata, “Wahai anak saudaraku, engkau termasuk golongan kami. Dari segi keluarga dan keturunan, aku juga tahu kedudukanmu.

Engkau telah membawa satu urusan yang besar kepada kaummu, yang dengan urusan itu engkau memecah belah persatuan mereka, membodohkan harapan-harapan mereka, mencela sesembahan dan agama mereka dan mengingkari siapa pun yang termasuk dalam golongan leluhur mereka.

Sekarang dengarkanlah, aku akan menawarkan beberapa hal kepadamu dan engkau bisa memeriksanya, siapa tahu engkau mau menerima sebagian di antaranya.” Rasulullah saw. menjawab, “Katakanlah, Abul Walid. Biar kudengarkan.”

“Wahai anak saudaraku, jika engkau menginginkan harta kekayaan sebagai pengganti dari apa yang engkau bawa ini, maka kami siap menghimpun harta kami untuk diserahkan kepadamu, sehingga engkau menjadi orang yang paling kaya di antara kami.

Jika engkau menginginkan kedudukan, maka kami akan mengangkatmu sebagai pemimpin kami, dan kami tidak akan mengutamakan orang lain melebihi dirimu.

Jika engkau menginginkan kerajaan, maka kami akan mengangkatmu sebagai raja kami.

Jika engkau tertimpa penyakit yang tidak bisa engkau obati sendiri, maka kami carikan obat bagimu dan kami juga siap mengeluarkan biaya hingga engkau sembuh. Terlalu mudah bagi pelayan kami mencari seseorang yang bisa mengobati.”

Lalu Rasulullah saw. mengatakan, “Apakah engkau sudah selesai bicara wahai Abul Walid?”

“Ya,” jawab Utbah yang juga biasa dipanggil Abul Walid.

“Sekarang ganti dengarkan ucapanku!”

“Akan kulakukan.”

Beliau bersabda, “Bismillahir-rahmanir-rahim …”lalu beliau membaca,

حم. تَنْزِيلٌ مِنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ. بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ. وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ

“Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan. Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya.” [Fushshilat: 1-5].

Beliau terus membaca. Dengan bertumpu kepada kedua tangannya yang diletakkan di belakang punggungnya. Utbah mendengarkan dan menyimak bacaan beliau, hingga sampai ayat sajdah, lalu beliau sujud. Kira-kira pengaruh Al-Quran bagaimana yang dialami Utbah?

Kemudian beliau bersabda, “Wahai Abul Walid, engkau telah mendengarkan apa yang baru saja engkau dengarkan. Setelah itu terserah padamu.”

Utbah bangkit lalu menghampiri rekan-rekannya, yang saling berbisik, “Kami berani sumpah demi Allah, raut muka Abul Walid berbeda dengan raut mukanya saat perginya tadi.” Mereka seakan sudah melihat ada pengaruh Al-Quran di raut wajah pemimpin mereka.

“Apa yang tadi terjadi denganmu, Abul Walid?” tanya mereka setelah dia bergabung dengan mereka.

“Tadi aku mendengar suatu perkataan, yang demi Allah, tidak pernah kudengarkan yang seperti itu sama sekali.

Demi Allah, itu bukan syair, bukan ucapan sihir dan tenung.

Wahai semua orang Quraisy, turutilah aku dan serahkanlah masalah ini kepadaku. Biarkanlah orang ini dengan urusannya dan hindarilah dia.

Demi Allah, perkataannya yang kudengarkan tadi benar-benar menjadi berita besar. Jika bangsa Arab mau menerimanya, maka dengan kehadirannya kalian tidak membutuhkan bangsa lain.

Jika dia dapat menguasai bangsa Arab, maka kerajaannya akan menjadi kerajaan kalian pula dan kemuliaannya menjadi kemuliaan kalian. Jadilah kalian orang yang paling berbahagia karenanya.”

“Demi Allah, dengan lisannya dia telah menyihirmu, Abul Walid,” kata mereka.

“Ini pendapatku tentang dirinya. Terserahlah apa pendapat kalian,” katanya. Demikianlah terbukti pengaruh Al-Quran ternyata sangat besar. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment