AKHLAK

Beruntunglah Kamu yang Pemalu

Kenapa malu baik?
Dalam Islam malu selalu membawa kebaikan.

mukjizat.co – Pada masa jahiliyah, rasa malu digolongkan dalam titik lemah dari sifat seseorang. Bahkan merupakan sebuah kekurangan dalam kepribadian seorang laki-laki jika menjadi orang pemalu.

Tapi apakah Rasulullah saw. mengatakan hal yang sama dengan mereka? Lalu apa kata ilmuwan tentang sifat yang kadang dianggap menghambat kemajuan seseorang dalam karir hidupnya ini?

Kebanyakan kita ingin bebas dari rasa malu. Kalaupun merasakannya, pasti akan berusaha menyembunyikannya. Tapi kenapa manusia diberi rasa yang tidak dimiliki oleh hewan ini?

Ternyata rasa malu mempunyai banyak faedah. Misalnya yang dikemukakan Feinberg dari Universitas Toronto di Kanada, “Rasa malu yang biasanya ditandai dengan warna merah di wajah adalah sebuah proses fisiologis dan psikologis yang sangat bermanfaat untuk manusia. Jangan diperangi. Rasa malu ini bisa menghadirkan kepercayaan dan rasa cinta orang di sekitarnya.”

Menurutnya, bahkan tidak memiliki rasa malu adalah hal yang buruk. Ada hal tertentu yang bisa didapatkan dengan rasa malu ini. Jadi selamanya, memiliki rasa malu ini adalah hal yang sangat penting.

Sementara itu Ray Crozier dari Universitas Cardiff menyebutkan adanya manfaat yang sangat besar dalam rasa malu. Terutama bagi kaum wanita. Rasa malu ini menjadi daya tarik yang sangat kuat bagi pasangannya.

Karena itu, laki-laki yang ingin mencari pasangan hidup lebih memilih wanita yang mempunyai rasa malu yang besar. Adapun faktor fisik biasanya hanyalah pasangan sementara, seperti banyak terjadi di negeri Barat.

Para ahli menemukan pengaruh psikologis dan fisiologis ketika seseorang sedang merasa malu. Ada titik-titik tertentu dalam otak yang bekerja lebih aktif saat seseorang sedang malu. Ini membuat sel-sel dalam otak lebih aktif dan meningkatkan sistem imun tubuh. Untungnya orang pemalu.

Semua ini membuktikan bahwa perkataan Rasulullah saw. pasti adalah kebenaran. Wahyu yang diturunkan Allah Taala kepadanya.

Seandainya Rasulullah saw. ingin popularitas tentu beliau akan menyembunyikan rasa malu, sehingga kemudian beliau dikenal dengan sikap sembrono dan kasar. Karena sepertinya orang-orang Arab berlomba dalam sifat-sifat ini.

Tapi ternyata, yang terjadi malah sebaliknya. Beliau bersabda:

الحياء من الإيمان

“Rasa malu adalah bagian dari iman.” [Bukhari].

Kemudian hasil penilitian para ilmuwan juga menyebutkan banyak sekali faedah rasa malu. Belum ada yang menyebutkan sisi negatif rasa malu ini. Ternyata Rasulullah saw. pun demikian. Beliau bersabda:

الحياء لا يأتي إلا بخير

“Rasa malu pasti membawa kebaikan.” [Bukhari, Muslim].

Karena itulah Rasulullah saw. menjadikan rasa malu sebagai salah satu ciri khas seorang Muslim. Beliau bersabda;

إنَّ لكل دين خلقاً، وخلق الإسلام الحياء

“Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak tertentu. Adapun akhlak agama Islam adalah rasa malu.” [Ibnu Majah]. Melaksanakan akhlak ini, Rasulullah saw. pun adalah orang yang paling malu. Bukan sekadar orang pemalu. Karena beliau bahkan disebutkan lebih pemalu dari anak gadis pingitan. Semakin banyak bukti kebenaran agama Islam. Ternyata semua ajarannya sesuai dengan penemuan para ilmuwan di zaman modern ini. (sof1/www.mukjizat.co)

Sumber: kaheel

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda