KEJIWAAN

Manusia Tanpa Iman, Apa Nilainya?

manusia tanpa iman
Potensi yang sangat besar bisa hilang begitu saja. Sangat disayangkan.

mukjizat.co – Nilai manusia tanpa iman. Dengan keimanan, derajat manusia dapat naik hingga derajat yang tertinggi. Lalu dengan derajat yang tinggi itu, manusia menjadi mempunyai sebuah nilai yang dapat memasukkannya ke dalam surga.

Sebaliknya, dengan kekafiran, derajat manusia dapat turun hingga derajat yang serendah-rendahnya. Lalu dengan derajat yang rendah itu, manusia mempunyai nilai yang tidak berharga, sehingga hanya layak dimasukkan ke dalam neraka.

Semua itu bisa terjadi karena iman telah menghubungkan antara manusia dan Penciptanya dengan hubungan dan ikatan yang sangat kuat, seperti kuatnya ikatan nasab. Dengan keimanan seorang manusia mendapatkan nilai dan kedudukan yang sangat mulia. Kehendak dan ciptaan Allah Taala akan sangat jelas terlihat pada dirinya. Pada dirinya tanda-tanda indah yang berasal dari indahnya asma’-asma’ Allah Taala juga akan sangat terlihat.

Sedangkan kekafiran adalah sebaliknya. Kekafiran manusia telah memutuskan hubungan manusia dengan Penciptanya. Kegelapan akibat kekafiran telah menutupi cahaya keindahan Allah Taala pada ciptaan-Nya. Bahkan kadang dapat menghilangkannya sama sekali. Nilai manusia tanpa iman.

Dalam keadaan kafir, nilai seorang manusia akan terbatas pada nilai bahan asal penciptaannya saja, yaitu tanah. Sedangkan sebagaimana kita ketahui bersama, sebuah bahan asal itu tidak mempunyai nilai seberapa mahal. Karena bahan itu bersifat fana dan pasti akan rusak. Maka seorang kafir hidupnya tak berbeda dengan kehidupan binatang yang akan berlangsung sementara saja.

Marilah sama-sama kita renungkan hal itu dengan sebuah permisalan. Nilai sebuah bahan asal itu tidak mesti sama dengan nilai barang jadi. Ketidaksamaan itu akan terus bertambah sesuai dengan kualitas dan cara pembuatannya.

Oleh karena itu, kejadiannya pun bisa bermacam-macam. Kadang kita jumpai sebuah barang buatan sama nilainya dengan bahan asalnya. Kadang juga kita temui bahan asal jauh lebih mahal nilainya dari pada barang buatannya.

Boleh jadi sebuah cindera mata yang sangat mahal itu terbuat dari bahan besi. Cindera mata itu mungkin sebuah karya seni kuno yang dapat bernilai jutaan rupiah, walaupun barang itu hanya terbuat dari besi saja.

Jika barang itu ditawarkan di sebuah pasar pengrajin yang mahir dan berkemampuan seni tinggi, cindera mata itu dapat bernilai jutaan rupiah. Tapi apabila ditawarkan di pasar besi, maka barang itu tidak bernilai tinggi. Bahkan mungkin tidak akan ada yang mau membelinya, walaupun dijual dengan harga yang sangat murah. Nilai manusia tanpa iman.

Demikian juga manusia, dia adalah ciptaan yang sangat sempurna dari Zat Pencipta Yang Maha Esa. Pada manusia ditampakkan kekuasaan Allah Taala yang tinggi. Padanya, Allah Taala meletakkan banyak sekali penampakan sifat-sifat dan asma’-asma’-Nya. Allah Taala menciptakan manusia untuk menjadi makhluk tempat berkumpulnya karakteristik semua makhluk-Nya.

Bila telah terdapat cahaya keimanan pada diri seorang manusia, maka cahaya itu akan menampakkan dan mengeluarkan semua potensi positif manusia. Bahkan orang lain akan dapat pula merasakannya. Seorang yang beriman akan dapat menangkap dan merasakan hal itu dengan cara bertafakkur. Hingga keimanan itu pun akan bersemayam dalam dirinya. Seakan seorang yang mempunyai cahaya itu berkata kepada orang lain, “Wahai manusia, inilah aku, ciptaan Sang Pencipta Yang Maha Agung. Lihatlah, betapa kasih sayang-Nya dilimpahkan kepadaku.”

Keimanan akan dapat menampakkan seluruh kebaikan dan keistimewaan manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa nilai seorang manusia akan sangat ditentukan oleh seberapa tampaknya kebaikan dan keistimewaan ini pada dirinya.

Maka dengan itu, seorang manusia yang nilai bahan asalnya tak seberapa akan berubah menjadi makhluk yang bernilai sangat tinggi, di atas seluruh makhluk Allah Taala yang lain. Saat itu, manusia akan mampu untuk menerima firman Allah Taala, dan mendapatkan kemuliaan yang menjadikan dirinya sebagai tamu-Nya di surga.

Sebaliknya, jika manusia dirasuki oleh kekafiran, terputuslah hubungannya dengan Allah Taala. Akan hilang pula semua keistimewaan manusia yang berasal dari sifat-sifat dan asma’-asma’ Allah Taala. Semua itu akan hilang dalam kegelapan segelap kekafiran. Ketika hilang, artinya hal itu tidak akan dapat dilihat dan dibaca. Karena manusia itu sudah melupakan Penciptanya. Ketika lupa, dia tidak akan ditunjukkan kepada Sang Pencipta. Nilai manusia tanpa iman.

Bahkan keistimewaan dan kebaikan manusia itu akan berbalik keadaannya. Semua tanda-tanda kebesaran Allah Taala yang diletakkan pada diri manusia akan benar-benar hilang. Yang tersisa dan terlihat oleh mata hanyalah hal-hal yang sepele, yang sama-sama dimiliki oleh benda dunia yang lain.

Itupun kadang akan hilang sama sekali, sehingga benar-benar hilang keistimewaannya. Benda yang sebelumnya bernilai sangat mahal itu kini tak bedanya dengan sebuah barang bekas berwarna hitam kelam. Hanya digunakan untuk keperluan-keperluan yang sederhana dan biasa saja.

Karena tujuan keberadaan sebuah materi hanyalah bagaimana dia dapat ada walaupun sebentar saja, dengan nilai yang tidak tinggi. Materi adalah makhluk yang paling rendah, lemah dan hina, dan pada akhirnya akan hilang dan dimusnahkan.

Demikianlah, bagaimana kekafiran dapat mengubah kualitas hidup manusia yang sebenarnya adalah makhluk yang sangat tinggi derajatnya, menjadi benda yang tidak ada bedanya dari benda dunia yang lain. Layaknya perubahan dari permata yang mahal, menjadi batu arang hitam yang tak bernilai. Nilai manusia tanpa iman. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda