KISAHKU VIDEO

(Video) Al-Quran Sudah Menghidupkan Hati Musisi Film Terminator Ini

Hati tersentuh Al-Quran
Tidak ada yang bisa menghalangi hidayah Allah Taala.

mukjizat.co – Pengaruh Al-Quran memang luar biasa. Dalam banyak kejadian, satu bisa mengubah hidup seseorang. Bukan hanya dalam kisah-kisah sirah para sahabat. Tapi juga terjadi dan terbukti dalam kehidupan modern zaman kita. Kisah tokoh kita kali ini misalnya, yang membuktikan bahwa Al-Quran sudah menghidupkan hati seorang musisi besar.

Namanya Rahim Jung. Tinggal di London. Dulunya dia seorang musisi. Tidak beragama, dan hidup dalam kehampaan. Namun kemudian menemukan titik baliknya menjadi seperti saat ini setelah membaca dua ayat Al-Quran.

Ayahnya berasal dari India, walaupun memiliki darah Hijaz (Arab Saudi.) Sementara ibunya adalah orang Irlandia yang beragama Katolik. Dia sendiri seorang atheis, tidak mengikuti agama apapun. Karena hidup keluarganya sangat liberal, tidak mengikuti ajaran agama tertentu. Saking cintanya kepada dunia musik, Rahim bahkan pernah bilang, “Agamaku adalah musik.”.

Rahim memeluk Islam saat usianya 18 tahun. Awalnya, sepupunya yang selama ini jadi sahabatnya sejak kecil tiba-tiba harus melaksanakan ibadah haji. Sehingga tidak bisa liburan musim panas bersamanya, padahal segala sesuatu terkait liburan sudah mereka siapkan. Bukanlah dikatakan liburan kalau mereka berdua tidak jalan bersama ke suatu tempat.

Setelah pulang dari ibadah haji, sepupunya benar-benar berubah menjadi Muslim yang berbeda dari sebelumnya. Dia berubah karena mempraktekkan ajaran Islam. Tidak lagi ikut pesta-pesta campur dengan lawan jenis, tempat-tempat musik, dan sebagainya. Dia juga memanjangkan jenggot. Tapi yang paling menarik perhatian, sepupunya terlihat sangat bahagia dengan kehidupan barunya.

Sementara Rahim sukses dalam karirnya di dunia musik yang saat itu sedang naik-naiknya. Rahim sempat bekerja di label terkenal Motown Records. Termasuk terlibat dalam penggarapan album Stevie Wonder, Jungle Fever, serta membuat soundtrack untuk film Terminator 2: Judgment Day (1991).

Tapi dikarenakan ada masalah dalam pekerjaannya, dan dalam hubungannya dengan beberapa orang, tiba-tiba dia merasa depresi di dalam kesuksesannya.

“Secara materi keduniaan, aku tidak memiliki masalah. Tapi dalam hatiku semakin terasa hampa dan putus asa. Sampai aku pada sebuah keyakinan, suatu saat nanti aku pasti akan gila,” demikian ceritanya kepada Syaikh Fahad Al-Kandari, dalam Channel Youtubenya.

Dalam keterpurukannya kemudian dia membuat kesepakatan dengan Tuhan. Saat itu Rahim biasa melakukan banyak perbuatan dosa. Maka dia bilang, “God, Help with this situation. I will giving up my sins for 3 weeks.”

Kemudian dia menyatakan bahwa hari itu dia akan membuka mushaf Al-Quran. “Saat aku membuka Al-Quran terjemahan bahasa Inggris, seakan ada sebuah kemukjizatan karena aku menemukan surat Al-Insyirah:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” [Al-Insyirah: 5-6].

“Ini adalah sebuah mukjizat. Karena sebelumnya aku benar-benar putus asa. Tidak tahu mau pergi ke mana. Bahkan aku merasa akan gila. Ketika mencari solusi, agama mungkin adalah alternatif terakhir. Sama sekali tidak kuanggap urusan agama itu. Aku hanya mengakui faktor materi duniawi. Tapi ternyata Allah Taala lah yang menyelamatkanku. Seakan dua ayat ini diturunkan-Nya khusus untukku,” demikian katanya sambil berkaca-kaca matanya. Al-Quran sudah menghidupkan hati Rahim.

Menurutnya, saat itu dia tidak mengenal siapa itu Allah, konsep agama, dan sebagainya. “Tapi kenapa Al-Quran ternyata bisa mengerti permasalahanku, dan berhasil memecahkannya. Secara tepat di waktu yang tepat. Ini adalah sebuah mukjizat.”

Saat itu dia merasa ayat itulah yang dibutuhkannya untuk menyelesaikan masalahnya. Hatinya kemudian sangat tersentuh. Dia menangis sejadi-jadinya padahal dia belum mengenal Islam. Secara mendadak dia mengundurkan diri dari dunia musiknya, dan mulai menjalani kehidupan relijiusnya bersama Islam.

Dia sekarang menikah dan sudah memiliki 4 orang anak. Bekerja di bidang media TV terutama di Islam Channel yang banyak berdakwah tentang Islam khususnya di London. Al-Quran sudah menghidupkan hati Rahim. Tapi kesulitan yang paling besar saat dia menjadi mualaf berasal dari ibunya. Ibunya mempunyai pandangan bahwa orang-orang beragama hidup penuh dengan kemunafikan. Terutama orang-orang Islam.

Kemudian suatu saat ibunya menderita penyakit kanker. Pada suatu hari ibunya menghubunginya dan menanyakan bahwa dirinya ingin jasadnya dikremasi setelah matinya.

Lalu ibunya menanyakan bagaimana pelaksanaan jenazah jika Rahim sendiri yang meninggal dunia nanti. Rahim menceritakan bahwa dia akan digotong, dimandikan dan dikafankan. Rahim ceritakan tata laksana pemuliaan jenazah seorang Muslim. Ternyata ibunya tertarik dan ingin dimakamkan dengan cara seperti itu.

Permasalahannya dia bukanlah Muslimah. Sedangkan tata cara yg dimaksud adalah pemakaman secara Islam. Rahim bingung. Takut mendapat penolakan dari ibunya apabila dia meminta Ibunya menjadi mualaf terlebih dulu.

Rahim pun akan meminta pelaksanaan jenazah seperti itu kepada lembaga Islam di London, dengan harapan mereka kabulkan. Karena ibunya memang menyakini adanya pencipta alam semesta. Tapi anak Rahim yang masih kecil membantah, “Tidak bisa begitu, Ayah. Nenek kan belum jadi Muslimah. Nenek belum bersyahadat. Itu semua tidak cukup.”

Rahim mengungkapkan kebingungannya itu kepada anaknya. Tak disangka, anaknya yang masih beliau itu menjawab, “Biar aku yang meminta nenek masuk Islam.”

Anaknya pun naik ke lantai atas untuk menemui neneknya. Sementara Rahim tetap di lantai bawah dalam perasaan penuh cemas. Sekitar satu jam kemudian, anaknya turun dan mengatakan, “Ternyata mudah saja. Bukan masalah. Nenek sudah mengucapkan syahadah. Bahkan dalam bahasa Arab.”

Tiga hari kemudian, ibu Rahim pun meninggal Ibunda Rahim dengan keadaan telah menjadi seorang Muslimah. “Beliau meninggal di bulan Ramadhan,” kata Rahim.

Rahim menceritakan bagaimana kasih sayang Allah kepadanya, “Saat itu bulan Ramadhan. Aku mengelola program keislaman di televisi. Aku sempat meminta doa para pemirsa. Jadi pemirsa dari seluruh dunia telah mendoakan ruh ibuku. Banyak yang bersedekah atas nama ibuku, bahkan ada yang membangun masjid juga. Sungguh, Allah Taala begitu mengasihiku.”

Tiga bulan kemudian, tanpa ada perencanaan berarti, Rahim diminta pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Maka niatnya saat itu adalah haji untuk Ibunya.

Hidup Rahim telah diselamatkan dengan Al-Quran. Kehidupan keluarganya pun mendapatkan kebahagiaan dengan Al-Quran. Maka saat ini pun Rahim sangat memuliakan Al-Quran. Sehari-harinya dia sangat dekat dan akrab dengan Al-Quran.

Subhanallah. Begitlah Allah memberi petunjuk kepada yang dia kehendaki. Kini harapan besarnya adalah dipanggil Allah Taala bersama anak-anak, orangtua, dan keluarganya dengan panggilan:

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” [Al-Fajr: 27-30].

Demikianlah bagaimana Al-Quran sudah menghidupkan hati manusia. Semuanya berubah setelah hatinya berubah. Termasuk juga keluarganya. Tahukah kamu siapa di antara anaknya? Dialah Harris J yang berada dalam jajaran artis Awakening Records bersama Maher Zain dan lainnya. (sof1/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.