PERISTIWA

Akibat Menyobek Surat Rasulullah saw

bagaimana hancurnya persia
Mukjizat kabar masa depan.

mukjizat.co – Ada kisah mukjizat Rasulullah saw. Seorang raja yang menyobek surat Rasulullah saw. dikatakan bahwa sebagai balasannya, kekuasaannya juga akan disobek-sobek.

Pada akhir tahun 6 H, setelah kembali dari Hudaibiyah, Rasulullah saw. menulis surat yang ditujukan kepada beberapa raja. Menyeru mereka kepada Islam. Saat hendak menulis surat-surat yang ditujukan kepada beberapa raja itu, ada seseorang yang memberitahu, “Sesungguhnya mereka tidak akan mau menerimanya kecuali jika surat itu disertai cincin stempel.”

Karena itu beliau membuat cincin stempel yang terbuat dari perak, dengan cetakan yang berbunyi “Muhammad Rasul Allah”. Cetakan tulisan ini tersusun dalam tiga baris.

Beliau menunjuk beberapa orang sahabat sebagai kurir. Mereka yang dipilih telah cukup mempunyai pengetahuan dan pengalaman. Beliau mengutus para kurir ini untuk menemui beberapa raja. Beliau mengutus para kurir ini pada awal bulan Muharram tahun 7 H, beberapa hari sebelum pergi ke Khaibar.

Di antara raja yang dikirimi surat tersebut adalah Kisra, raja Persia.

“Bismillahir-rahmanir-rahim.

Dari Muhammad Rasul Allah kepada Kisra, pemimpin Persia.

Kesejateraan bagi siapa pun yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah semata, yang tiada sekutu baginya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

Aku menyeru tuan dengan seruan Islam. Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada seluruh manusia untuk memberi peringatan kepada orang yang hidup dan membenarkan perkataan atas orang-orang kafir.

Masuklah Islam, niscaya tuan akan selamat. Namun jika tuan menolak, maka dosa orang-orang Majusi ada di pundak tuan.”

Kurir yang menyampaikan surat ini adalah Abdullah bin Hudzafah As-Sahmi. Setelah membacanya, Kisra langsung mencabik-cabik surat itu. Dengan congkak dia berkata, “Seorang budak yang hina dina dari rakyatku pernah menulis namanya sebelum aku berkuasa.”

Setelah mendengar apa yang dilakukan Kisra, Nabi bersabda, “Allah akan mencabik-cabik kerajaannya.” Menyobek surat Rasulullah saw.

Kisra benar-benar akan mengalami seperti apa yang disabdakan beliau ini. Setelah itu Kisra menulis surat kepada Badzan, gubernurnya di Yaman, yang isinya, “Utuslah dua orang yang gagah perkasa untuk menemui orang dari Hijaz ini, dan setelah itu hendaklah mereka membawanya untuk menemuiku.”

Maka Badzan menunjuk dua orang bawahannya, membawa surat yang disampaikan kepada Rasulullah, dan pulangnya disuruh langsung menemui Kisra.

Setelah dua utusan itu tiba di Madinah dan menghadap Rasulullah saw., salah seorang di antara dua orang itu berkata, “Sesungguhnya Syahinsyah (Raja Diraja) Kisra telah mengirim surat kepada Raja Badzan, agar dia mengirim utusan untuk menemui tuan, lalu membawa tuan ke hadapannya.”

Kata-katanya bernada ancaman. Nabi menyuruh agar keduanya menemui beliau lagi esok harinya. Pada saat yang sama di Persia terjadi pemberontakan besar-besaran terhadap Kisra, yang justru berasal dari keluarganya sendiri. Padahal sebelum itu mereka juga mengalami banyak kekalahan cukup telak dari pasukan Kaisar, Romawi. Menyobek surat Rasulullah saw.

Pemberontakan ini dimotori oleh putra Kisra sendiri, Syiruyah. Dia bangkit melawan ayahnya dan membunuhnya lalu merebut kerajannya. Hal ini terjadi pada malam Selasa tanggal 10 Jumadal Ula 7 H.

Rasulullah mengetahuinya lewat pemberitaan wahyu. Maka pada esok harinya beliau memberitahukan pemberontakan yang terjadi terhadap Kisra kepada dua utusan Badzan.

Keduanya bertanya, “Apakah tuan betul-betul yakin dengan apa yang tuan katakan ini? Sebenarnya kami tidak seberapa membenci tuan. Maka apakah kami harus mencatat apa yang tuan katakan ini dan menyampaikannya kepada Raja (Badzan)?”

Beliau bersabda, “Benar, sampaikan hal ini kepadanya. Sampaikan pula pesanku kepadanya bahwa agama dan kekuasaanku akan merambah seperti yang dicapai Kisra, menguasai yang kaya dan yang miskin. Sampaikan pula kepadanya, “Apabila tuan mau masuk Islam, kuberikan apa yang menjadi milik tuan sebagai pemimpin bagi kaum tuan.”

Maka kedua utusan itu segera kembali dan menemui Badzan serta menyampaikan pesan beliau. Tak seberapa kemudian datang pula surat tentang terbunuhnya Kisra di tangan putranya sendiri, Syiruyah. Dalam surat itu Syiruyah menyebutkan, “Awasilah orang yang sudah dikirimi surat oleh ayahku itu dan janganlah engkau menyerangnya sebelum ada perintah dariku.” Inilah yang mendorong Badzan untuk masuk Islam beserta rakyatnya di Yaman. Itulah akibat menyobek surat Rasulullah saw. (sof1/sirahnabawiyah/www.mukjizat.co)

Baca juga:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda