KESEHATAN

Al-Quran Sebagai Obat Penyakit Fisik, Ini Cara dan Penelitiannya

Al-Quran Juga Mengobati Penyakit Fisik, Ini Cara dan Penelitiannya
Al-Quran Juga Mengobati Penyakit Fisik, Ini Cara dan Penelitiannya
Umat Islam harus lebih dekat lagi dengan Kitabnya.

mukjizat.co – Al-Quran sebagai obat penyakit fisik masih diperdebatkan para ulama. Adapun kebanyakan yang dijumpai dalam pengobatan alternatif adalah praktek perdukunan. Tapi untuk meyakinkan pasien, dibacakanlah ayat-ayat Al-Qur’an. Ini adalah sebuah penipuan untuk mengeruk keuntungan materi banyak.

Oleh karena itu, diperlukan peletakan kaidah-kaidah dalam pengobatan dengan ayat-ayat Al-Qur’an. Dan hal itu dimulai dengan membahas logis-tidaknya pengobatan dengan Al-Qur’an.

Pengobatan dengan Al-Qur’an adalah sesuatu yang benar, 100% tidak diada-adakan. Allah Taala berfirman, “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” [Al-Isra: 82].

Ayat ini memberikan sebuah keyakinan bahwa Al-Qur’an sebagai obat bagi segala jenis penyakit.

Baik itu non-fisik seperti penyakit hati (hasad, dengki, riya’, dan sebagainya), penyakit yang disebabkan oleh jin dan setan, maupun penyakit fisik.

Namun perlu diadakan kajian yang dapat membuktikan secara ilmiah-medis bahwa Al-Qur’an memang dapat menjadi obat bagi itu semua.

Semoga dengan pembuktian itu, para dokter menjadi yakin bahwa Al-Qur’an memang bermanfaat bagi pengobatan, dan menjadi sebuah alternatif pengobatan modern.

Ada sekitar 27 referensi yang bisa membantu kita membuktikan hal di atas.

Atom adalah sel terkecil pembentuk alam semesta.

Kalau kita perhatikan, kita dapati alam semesta terdiri dari atom-atom ini. Lebih jauh lagi diketahui, seluruh atom ini selalu dalam keadaan bergetar.

Segala sesuatu terjadi dan bermula dari otak.

Otak terdiri dari lebih dari 1.000.000.000.000 sel. Kapasitas setiap satu selnya adalah seperti kapasitas sebuah komputer yang tercanggih. Kemudian terjadi getaran sinergis yang berlangsung secara kontinyu antar sel-sel tersebut.

Gelombang elektromagnetik dihasilkan dan dikirimkan oleh otak.

Ini adalah hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli. Penelitian itu mengatakan bahwa sel-sel otak selalu dalam keadaan bergetar, sehingga dapat mengirimkan gelombang elektromagnetik dan gelombang listrik. Inilah tugas dan peran otak sebenarnya. Jadi, sel-sel otak bergetar, dan juga bisa menangkap, atau terpengaruh oleh getaran dari luar, dari manapun dan jenis apapun getaran itu.

Sel adalah unit pembentuk tubuh manusia.

Seluruh sel tubuh ini, tanpa terkecuali, bergetar dan selanjutnya dapat mempunyai reaksi dari getaran lain. Getaran lain itu bisa berupa getaran mekanik, elektrik, maupun magnetik.

Pengobatan dengan gelombang suara.

Telah muncul banyak sekali pengobatan alternative. Di antara yang paling terkenal adalah pengobatan dengan gelombang suara. Para peneliti menemukan bahwa suara manusia mempunyai kemampuan luar biasa yang dapat mengobati berbagai penyakit manusia, seperti kanker. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana prosesnya sehingga suara dapat mengobati penyakit tersebut? Apakah semua jenis suara mempunyai kekuatan yang sama? Al-Quran sebagai obat.

Hasil penelitian, sel saraf ini bergetar sebagai reaksi dari suara.

Dalam Al-Qur’an, Allah Taala mendahulukan pendengaran, daripada penglihatan. Mungkin ini isyarat bahwa pendengaran berperan penting dalam mengobati penyakit.

Suara adalah gelombang-gelombang yang menyebar di udara.

Suara dapat bergerak di udara dengan kecepatan 340 meter per detik. Kecepatan itu adalah kecepatan getaran yang timbul dari tenggorokan, dan berpindah melalui udara menuju telingga pendengar. Kemudian dari telinga menjalar ke seluruh tubuh pendengar tadi.

Seluruh sel tubuh pendengar itu juga bereaksi terhadap getaran yang sampai itu.

Reaksi yang diberikan sel-sel itu berbeda-beda sesuai getaran suara yang sampai kepadanya. Atau dengan kata lain, mekanisme kerjanya pun berubah. Dengan getaran tertentu yang menyebabkan reaksi tertentu, sel-sel tadi berubah menjadi lebih kuat menghadapi serangan virus-virus penyakit.

Riset ilmiah.

Ada sebuah penelitian ilmiah lama. Ilmuwan meneliti tentang efek yang diberikan suara kepada sel-sel manusia, baik yang sehat ataupun yang sedang sakit. Hasilnya, ditemukan bahwa getaran-getaran suara dapat berefek kepada sel-sel kanker, kemudian dapat meledakkannya. Di waktu yang sama, getaran itu juga berefek menambah kuat dan aktif sel-sel yang masih sehat. Al-Quran sebagai obat.

Proses meledaknya sebuah sel kanker

Getaran suara mempengaruhi wilayah elektromagnetik sel.

Bagaimana sel yang mendapatkan bacaan kata-kata tertentu, yang menyebabkan menyebarnya wilayah elektromagnetik, sehingga menjadi lebih aktif bergerak.

Sel darah terpengaruh oleh suara manusia, dan juga menyebabkan perubahan wilayah elektromagnetik di sekitarnya. Lalu ketika mendapatkan getaran tertentu, sel tadi menjadi lebih aktif.

Gambar yang diambil dengan kamera Karlian, yang menunjukkan adanya perubahan. Perubahan ini tergantung pada jenis suara yang ada di sekitarnya.

Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita mendengar suara, maka sel darah yang berfungsi untuk kekebalan akan terpengaruh. Lalu ketika mendengar suara tertentu, sel darah itu akan menjadi kuat dan mampu melawan penyakit. Kemudian, terbukti juga bahwa suara penderita penyakit itu sendiri yang lebih berefek. Al-Quran sebagai obat.

Pengantaraan informasi.

Dalam setiap ayat terdapat informasi tertentu tentang penyembuhan untuk penyakit tertentu. Untuk sampainya informasi ini ke seluruh tubuh, diperlukan perantara. Perantara yang paling tepat untuk membawa informasi itu adalah air, madu, dan minyak zaitun. Ketiga perantara itu adalah zat-zat yang penuh berkah, yang mengandung banyak sekali informasi-informasi penyembuhan. Akan tetapi bila diberi pengaruh bacaan Al-Qur’an, tingkat kekuatan yang tersimpan di dalamnya semakin besar, akan menyimpan informasi-informasi pengobatan untuk disampaikan ke seluruh sel tubuh. Ini akan menambah kemungkinan sembuhnya penyakit tersebut, Insya Allah.

Kristal air ketika dipapari suara

Air mempunyai kemampuan luar biasa dalam menyimpan segala suara dan mengantarkannya ke seluruh sel tubuh. Kita ingat bahwa 70 % pembentuk tubuh manusia adalah air. Jadi membacakan Al-Qur’an ke air akan meningkatkan kekuatan dan kemampuan air dalam mengobati penyakit. Selain itu, air juga mempunyai keistimewaan khusus, yaitu menyimpan dan mengantarkan ayat-ayat Al-Qur’an ke seluruh sel tubuh.

Minyak zaitun dan madu ketika dipapari suara

Minyak zaitun dan madu, jika dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada keduanya, kekuatannya akan meningkat. Kemudian atom-atom kedua bahan penyembuh ini juga akan sangat terpengaruh. Sehingga bisa dikatakan, kedua bahan ini juga bisa mengantarkan informasi-informasi penyembuhan dari Al-Qur’an ke seluruh sel tubuh pasien.

Bagaimana proses terjadinya penyakit?

Setelah penelitian yang panjang, dan juga studi mendalam tentang ayat-ayat Al-Qur’an, dapat disimpulkan bahwa semua jenis penyakit pada dasarnya adalah bentuk-bentuk berbeda dari satu penyakit. Allah Taala telah menyimpan program dalam setiap sel yang akan bekerja sepanjang hidup sel tersebut. Program itu berupa sejumlah informasi. Jika ada informasi lain yang masuk melalui virus atau yang lainnya, maka sel tersebut akan terpengaruh, baik positif maupun negatif. Sehingga segala kekacauan dalam program sel tersebut akan kita lihat dalam bentuk sebuah penyakit. Al-Quran sebagai obat.

DNA juga termasuk informasi.

Sel juga mengandung sebuah pita informasi yang sering dikenal dengan simbol DNA. Setiap DNA menyimpan 3.000.000.000 informasi.

Virus juga mengandung informasi.

Virus tidak lain adalah sejumlah informasi yang diciptakan Allah SWT untuk melaksanakan tugas tertentu. Dalam setiap virus terdapat program yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi sel-sel tertentu.

Ketika virus menyerang sel otak sehat.

Ketika menyerang sel, virus akan memasukkan program yang dibawanya. program yang dibawa sel sehat akan terpengaruh dan terjadi kerusakan. Karena dapat memanfaatkan sel, virus itu akan berkembang biak dengan sangat banyak dan cepat.

Sel meledak karena perkembangan virus di dalamnya.

Ketika jumlah virus sudah sangat banyak, virus akan memanfaatkan program dan materi dalam sel untuk berkembang biak. Hingga akhirnya sel tersebut meledak dan mengeluarkan ribuan virus. Ribuan virus itu selanjutnya akan mencari sel-sel baru yang masih sehat, untuk melakukan hal yang sama.

Bagaimana virus bekerja?

Virus tidak bersenjata apapun. Yang dimilikinya hanyalah sebuah pita informasi saja. Sehingga bisa dikatakan, perang yang terjadi hanyalah “perang informasi”. Dari sinilah semakin jelas ide pengobatan dengan Al-Qur’an. Karena Al-qur’an memiliki banyak sekali informasi yang berlawanan dengan kerusakan yang dialami oleh sel-sel itu.

Alat scan ini menggunakan resonansi magnetik untuk mendata proses-proses yang terjadi di otak. Para ahli menyimpulkan bahwa otak akan berada dalam kondisi paling sempurna jika dimiliki oleh orang yang jujur, tidak banyak melakukan kesalahan, dan tidak melakukan berbagai perbuatan buruk. Mereka akhirnya berkesimpulan bahwa otak sudah terprogram supaya manusia selalu berbuat baik, dan berbuat yang sesuai dengan awal penciptaannya.

Itulah fitrah. Allah Taala berfirman, “(tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” [Ar-Rum: 30].

Dengan ayat ini, para ahli semakin yakin bahwa otak memang dirancang dan diprogram untuk selalu dalam fitrah yang salimah.

Al-Quran bisa memprogram sel otak.

Pencipta penyakit adalah pencipta manusia juga. Oleh karena itu, Allah Taala juga telah menyimpan informasi-informasi rahasia, yang tidak kita ketahui, tapi mempunyai efek positif pada penderita penyakit apapun, sehingga penyakit itu akan hilang insya Allah SWT. Hal itu tercapai dengan cara mengembalikan kesembangan dalam sel yang telah dirusak oleh informasi virus tersebut. Karena penyakit apapun, tidak lain adalah kerusakan yang menimpa program dalam sel, jenis penyakit sesuai jenis kerusakan yang ada.

Al-Quran bisa membangun kembali sistem imunitas tubuh.

Sistem kekebalan tubuh juga merupakan sebuah program. Ketika tubuh dimasuki virus, program ini juga akan diserang, dan mengalami kerusakan. Jika dibacakan ayat tertentu, suara ayat itu akan masuk ke dalam sel-sel tubuh dan mengembalikan lagi program dalam sel tersebut. Ayat tersebut juga sangat mampu membedakan macam-macam penyakit, dan cara mengobatinya. Seperti inilah pengobatan dengan Al-Qur’an.

Keistimewaan pengobatan dengan lafaz Al-Quran.

Pengobatan dengan Al-Qur’an berefek sangat besar, karena beberapa hal, di antaranya:

  1. Efek keserasian dalam pengulangan kalimat dan hurufnya.
  2. Efek nada yang sangat sempurna dalam kata-katanya.
  3. Efek informasi yang dibawa oleh setiap ayat.
  4. Karena Pencipta penyakit adalah yang menurunkan ayat-ayat tersebut.
  5. Karena Allah SWT berfirman bahwa Al-Qur’an adalah obat.

Pengobatan dengan informasi.

Pengobatan informasi adalah sebuah ilmu baru yang ingin kita temukan dari Al-Qur’an. Dalam ilmu ini, segala sesuatu menjadi berbentuk informasi. Setiap penyakit adalah informasi. Dalam setiap sel terdapat banyak sekali informasi. Dalam air dan tumbuhan juga terdapat informasi yang telah disimpan Allah SWT. Atau boleh dikatakan, dalam setiap makluk yang diciptakan Allah SWT terdapat informasi.

Semua informasi ini berjalan dengan sangat serasi, persis kerja sebuah komputer. Dengan dasar ini, maka pengobatan itu dilakukan dengan terlebih dulu mengetahui jenis kerusakan yang terdapat dalam sel-sel (jenis penyakit). Kemudian baru mencari jenis informasi yang sesuai (mencari obat). Dengan konsep seperti, maka dapat diterima bahwa setiap penyakit ada obatnya. Sesuai hadits Rasulullah saw., “Setiap penyakit yang diturunkan Allah Taala pasti diiringi dengan obatnya.” Tentu kecuali kematian, karena kematian adalah informasi yang tidak bisa dibendung.

Kesimpulan.

  1. Membuat sebuah dasar ilmiah tentang adanya pengobatan dengan Al-Qur’an.
  2. Diperlukan adanya penelitian ilmiah tentang pengaruh-pengaruh medis yang bisa ditimbulkan oleh ayat-ayat tertentu.
  3. Membuktikan bahwa Al-Qur’an juga mengandung kemukjizatan sisi medis. Bahwa terdapat kekuatan untuk menyembuhkan dalam Al-Qur’an.
  4. Kekuatan penyembuhan dalam Al-Qur’an mencakup penyakit-penyakit fisik dan mental.
  5. Pentingnya pengobatan mandiri. Artinya, setiap orang dianjurkan untuk secara kontinyu membaca Al-Qur’an, sehingga tubuhnya terjaga dari berbagai penyakit.
  6. Pentingnya membacakan ayat-ayat Al-Qur’an kepada air, minyak zaitun, madu, dan minyak-minyak tetumbuhan yang lain, kemudian media-media pengobatan itu diminum oleh si penderita. Al-Quran sebagai obat kita.
  7. Setiap penyakit, pada dasarnya, adalah informasi, sehingga pengobatannya juga melalui informasi. Dari sinilah berawal ditemukannya pengobatan model baru, yaitu pengobatan dengan informasi.

Dinukil dan dialihbahasakan dari situs www.kaheel7.com.

Baca juga:

(sof1 /www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.