BINGKAI

Pasar Wuhan Kembali Buka, dan Masih Jual Binatang Liar

Pasar Wuhan Kembali Buka, dan Masih Jual Binatang Liar (detik.com)
Pasar Wuhan Kembali Buka, dan Masih Jual Binatang Liar (detik.com)
Seakan tidak peduli dengan ribuan korban akibat virus Corona.

mukjizat.co – Pasar Wuhan kembali jual binatang liar. Setelah dua bulan alami lockdown, kini pasar Huanan di Wuhan China mulai beroperasi dan kembali menjual hewan liar. Seakan mereka lupa dengan ribuan korban meninggal dunia di seluruh dunia.

Seperti yang diketahui bahwa pasar seafood Huanan di Wuhan, China merupakan tempat pertama kali di mana virus corona muncul pada Desember lalu. Di pasar Wuhan tersebut menjual berbagai hewan liar untuk dikonsumsi manusia.

Hewan liar tersebut ada seperti kelelawar, trenggiling, monyet, ular, anjing dan masih banyak lagi. Keberadaan hewan liar yang dijual di pasar Wuhan itulah yang diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab virus corona.

Allah Taala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالاً طَيِّباً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” [Al-Baqarah: 168].

Ada beberapa titik perbedaan antara (يا أيها الناس) dan (يا أيها الذين آمنوا). Panggilan (يا أيها الناس) ayat berisi pokok-pokok agama, biasanya disampaikan bukan hanya kepada orang yang beriman, tapi kepada seluruh manusia. Seperti perintah beriman, beribadah, dan sebagainya.

Sementara (يا أيها الذين آمنوا) ayat berisi rincian agama, yang seharusnya hanya disampaikan kepada orang-orang yang beriman. Seperti detail ajaran Islam, hukum-hukum keseharian, dan juga masalah halal-haram dalam hal makanan.

Jadi, masalah halal-haram bukan masalah pokok agama, tapi rincian agama. Seharusnya disampaikan hanya kepada orang yang beriman, yang sudah siap mendengar detail tuntunan Allah Taala.

Tapi dalam ayat di atas, untuk masalah halal-haram ini, Allah Taala menggunakan kata panggilan (يا أيها الناس). Jadi khusus masalah ini menjadi urusan Allah Taala yang menciptakan alam semesta, dan mengetahui segala ciptaan-Nya.

Karena manusia kalau hanya menggunakan akalnya dalam masalah ini, pasti akan sesat, karena mengetahui sesuatu dari satu sisinya saja.

Misalnya, babi mengandung banyak manfaat dan cepat berkembang biak. Tapi diharamkan Allah Taala, maka hukumnya haram memakannya. Mungkin ada yang mengajukan protes, kalau diharamkan, kenapa harus diciptakan Allah Taala? Yakinilah, tidak setiap yang diciptakan Allah Taala bisa kita makan. Ada yang bertujuan untuk dimakan, atau yang diciptakan untuk tujuan lain. Pasar Wuhan kembali jual binatang liar.

Masing-masing memiliki fungsi dalam kehidupan. Dan yang mengetahui semua itu dengan pasti adalah Allah Taala. Melenceng dari aturan Allah Taala menimbulkan bahaya yang sangat besar.

Dalam sejarah, terbukti bahwa kerusakan hidup karena keluar dari aturan Allah Taala. Sapi adalah binatang herbivora, pemakan tumbuhan. Karena sifat tamak manusia ingin mendapatkan produksi berlimpah dengan capat, Inggris memberinya pakan daging. Akhirnya berakibat 13 juta ekor sapi harus dimusnahkan di Inggris, dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp. 517 triliun.

Setelah lama menjalani, akhirnya Amerika menyebutkan bahaya yang bisa menghancurkan negara adidaya ini adalah hancurnya keluarga, menyebarkan kriminalitas, dan maraknya narkoba.

Hancurnya keluarga di antaranya adalah free sex tanpa lembaga keluarga yang banyak sekali menyebabkan kerusakan sosial dan kesehatan.

Di negara-negara Afrika bagian utara ada aturan bahwa suami yang menceraikan istrinya harus memberikan setengah hartanya. Tujuannya untuk melindungi perempuan, tapi akibatnya terkendalanya pernikahan. Kaum laki-laki harus berpikir berkali-kali sebelum memutuskan untuk menikah.

Menerima aturan hanya yang masuk akal termasuk tanda iman yang lemah. Kita sebagai orang yang beriman, semakin kuat iman kita, hendaknya semakin yakin dengan kebenaran aturan Allah Taala. Profesor Amerika yang muallaf tidak mau mengetahui bahaya daging babi, cukup dengan mengetahui bahwa babi adalah haram. Sesuai dengan ayat

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [Al-Ahzab: 36].

Aturan halal-haram adalah untuk kepentingan, keselamatan, dan kebahagiaan manusia sendiri. Maka ayatnya untuk semua manusia (يا أيها الناس).

Wanita hanya mempunyai status ibu, istri, anak, dan saudara. Tidak ada status selingkuhan. Ini adalah untuk kepentingan wanita sendiri. Allah yang menciptakan manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan. Lalu menetapkan aturan hubungan keduanya melalui pernikahan. Maka hubungan apapun yang keluar dari aturan ini hanya akan menimbulkan kesengsaraan.

Taat aturan Allah menghadirkan kebahagiaan

Sebelum kehancurannya, Uni Soviet sempat melarang miras. Bukan karena percaya keharamannya, tapi karena kerugian yang diderita sangat besar. Kembali kepada ajaran Islam, tapi hanya karena terbukti ajaran Islam itu benar. Dalam Islam ada larangan minum khamr.

Di Amerika juga ada perguruan tinggi yang memisahkan laki-laki dan perempuan. Dalam Islam ada larangan ikhtilath.

Penulis buku, Alexis Carrel, membuktikan bahwa kebahagiaan seseorang adalah ketika berhasil membatasi pandangan. Dalam Islam ada perintah ghaddul bashar.

Aturan tidak membatasi kebebasan. Aturan dibuat demi keselamatan manusia, bukan membatasi kebebasannya. Apakah kita marah kepada pihak yang memasang AWAS LISTRIK TEGANGAN TINGGI? Sebaliknya kita berterima kasih karena sudah diberi peringatan.

Halal jauh lebih banyak daripada haram:

 وَكُلا مِنْهَا رَغَداً حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ

“Dan Kami berfirman: “Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini.” [Al-Baqarah: 35].

Selain demi keselamatan kita, adanya hal yang diharamkan adalah bentuk ujian agar kita layak masuk surga.

Baca juga:

Jangan ikuti langkah setan

Kadang setan menggoda dengan hal-hal yang berbungkus ilmiah. Manfaat daging babi, shalat dan kerja, zina dan ketenangan jiwa, dan sebagainya.

Seilmiah apapun kalau bertentangan dengan aturan Allah menjadi tidak ilmiah. Secerdas apapun seorang montir, kalau mengatakan bahwa bagian tertentu dalam mesin motor tidak ada gunanya dan bisa dibuang, maka dia bertentangan dengan ribuan teknisi perusahan motor di Jepang. Kita lebih percaya montir atau riset ribuan teknisi di Jepang? Pasar Wuhan kembali jual binatang liar. (sof1/www.mukjizat.co)

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment