IBADAH

Kalau Kamu Rindu Ramadhan, Tetaplah di Rumah

kalau kamu rindu ramadhan tetaplah di rumahmu
kalau kamu rindu ramadhan tetaplah di rumahmu
Berdiam di rumah adalah kesempatan mempersiapkan Ramadhan

mukjizat.co – Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan setiap Muslim. Rindu mereka kepada bulan penuh rahmat tidak bisa sempurna diungkapkan dengan kata-kata.

Apalagi orang yang sudah bisa merasakan betapa indahnya limpahan rahmat Allah tercurah pada bulan ibadah ini. Hati menjadi hidup, sehingga bisa merindukan keindahan surga, menikmati manisnya ibadah.

Jiwa menjadi bersih sehingga bisa memilih-milih dan meletakkan sesuatu sesuai dengan prioritasnya. Ruh menjadi bangkit sehingga bersemangat mengejar ketertinggalan, menggapai kedudukan tinggi nan mulia, melihat surga memanggil-manggilnya dari ketinggian.

Ibnu Rajab mengatakan, “Disampaikan Allah ke bulan Ramadhan sehingga bisa berpuasa dan menghidupkan malam dalam ketaatan adalah nikmat yang sangat besar. Tidak semua orang mendapatkannya.”

Ada dua orang yang datang kepada Rasulullah saw. dan masuk Islam bersamaan. Salah satunya sangat bersemangat dalam beribadah. Dia berjihad di jalan Allah Taala dan mendapatkan mati syahid. Sementara yang lainnya masih hidup setahun berikutnya, dan meninggal biasa di atas kasur.

Lalu ada orang yang bermimpin bahwa orang yang mati biasa mendapatkan derajat surga yang jauh lebih tinggi daripada yang mati syahid. Ditanyakannya hal itu kepada Rasulullah saw. Beliau menjawab:

“Bukankah dia hidup lebih panjang sehingga shalatnya lebih banyak? Bukankah dia dipertemukan dengan bulan Ramadhan sehingga bisa berpuasa? Demi Allah yang memegang jiwaku, sungguh perbedaan derajat surga antara keduanya lebih jauh daripada langit dan bumi.” [Ahmad].

Alangkah beruntungnya orang yang dipertemukan dengan Ramadhan. Alangkah beruntungnya lagi orang yang dipertemukan dengan bulan itu dalam keadaan sehat jasmani dan rohaninya. Alangkah sedihnya jika bertemu bulan Ramadhan, tapi fisiknya sedang menderita sakit sehingga tidak bisa sempurna dalam menjalankan ibadah.

Ramadhan tinggal sebulan lagi. Biasanya, hari-hari ini umat Islam sedang ramai-ramainya mempersiapkan diri menyambut bulan suci itu. Tapi kini kita sedang dihadapkan kepada pandemi virus Corona yang membuat kita harus berdiam diri di rumah. Melaksanakan semuanya dari rumah demi memutus rantai penularannya, sehingga segera selesai wabah ini.

Ratusan orang sudah dinyatakan terinfeksi, bahkan puluhan di antara mereka sudah menghadap Penciptanya. Semoga mereka mendapatkan pahala dan derajat surga orang yang mati syahid seperti dijanjikan Rasulullah saw. dalam sebuah haditsnya.

Tapi kita tentu menginginkan sesuatu yang lebih dari pahala mati syahid. Kita ingin derajat surga yang jauh lebih tinggi dari miliknya. Bulan Ramadhan yang ada di depan mata kita adalah salah satu kesempatan luas mewujudkan keinginan itu.

Untuk mendapatkan keutamaan Ramadhan, kita harus bersungguh-sungguh dalam mengisinya dengan berbagai ibadah. Untuk bisa beribadah dengan baik, tubuh kita hendaknya dalam kondisi kesehatan yang sempurna.

Sangatlah tepat saat ini kita berdiam diri dalam rumah. Anggaplah itu sebagai salah satu persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang hampir menjelang. Kita semua ingin menyambutkan dalam kondisi fisik yang sehat dan prima. Sehingga bisa kuat berpuasa dan menghidupkan malam dengan beribadah.

Ramadhan juga merupakan puncak kurva ibadah kita selama setahun. Ketika datang bulan itu, hendaknya semangat beribadah itu sedang dalam puncak-puncaknya. Kesempatan bernilai seperti malam Lailatul Qadar sangat disayangkan jika diisi dengan ibadah biasa-biasa saja. Berdiam dirinya kita di rumah adalah kesempatan. Semoga benar perkiraan bahwa wabah akan berakhir sebelum datang Ramadhan.

Baca juga:

Allah mengosongkan kita dari berbagai aktivitas sehingga kita bisa melakukan sebuah ancang-ancang ibadah sehingga ketika datang bulan Ramadhan, kondisi ibadah kita sedang puncak-puncaknya, sedang baik-baiknya. Ibadah yang sempurna dilaksanakan di waktu yang sempurna. Alangkah indahnya.

Oleh karena itu, masa karantina di rumah adalah kesempatan emas. Jangan sia-siakan. Jangan bersedih dan merasa sayang. Ini adalah kesempatan besar dari Allah. Kalau kau rindu Ramadhan, tetaplah berada di rumahmu. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment