SYARIAH

Ada yang Lebih Mulia dari Masjid

ada yang lebih mulia dari masjid
ada yang lebih mulia dari masjid
Apa baiknya memuliakan masjid jika harus mencelakai manusia?

mukjizat.co – Ada yang lebih mulia dari masjid. Hari-hari ini berseliweran pesan yang berisi ungkapan rasa kesedihan karena tidak bisa memakmurkan masjid dengan ibadah shalat Jumat dan shalat berjamaah. Seakan agama Islam sudah punah dengan ditutupnya masjid.

Bahkan ada yang menyimpulkan bahwa Allah Taala telah menghalangi dan mengusir kita dari Rumah-Nya. Lantaran selama ini kita kurang memakmurkannya. Apakah agama adalah tempat, sehingga jika ditutup maka tertutuplah agama?

Tidak ada yang meragukan penting dan utamanya masjid dalam membina pribadi, masyarakat dan umat. Masjid adalah syiar agama Islam. Namun demikian, perlu kiranya kita memperbaiki pemahaman kita sehingga seimbang dalam menyikapi seruan untuk tidak beraktivitas ibadah di masjid saat ini.

Selama 13 tahun umat Islam tidak memiliki masjid sama sekali. Jangankan melaksanakan ibadah secara berjamaah, orang-orang Musyrikin Mekah saat itu melarang seorang Muslim untuk sekadar melaksanakan shalat. Karena itulah, semua sahabat melaksanakan shalat di rumahnya masing-masing, sendiri-sendiri dan sembunyi-sembunyi.

13 tahun adalah masa yang digunakan Rasulullah saw. untuk membangun manusia, menanamkan nilai, memurnikan akidah, dan memperbaiki akhlak. Beliau membangun manusia sebelum membangun masjid. Ternyata ada yang lebih mulia dari masjid.

Persis seperti yang dituturkan Ja’far ra., “Beliau (Muhammad) memerintahkan kami untuk berkata benar, menunaikan amanah, menyambung hubungan kekerabatan, dan berbuat baik kepada tetangga.”

Baru kemudian di Madinah, Rasulullah saw. memerintahkan pembangunan masjid. Namun tetap meletakkan kemuliaan manusia di atas kemuliaan masjid. Saat Rasulullah saw. thawaf, beliau berkata kepada Ka’bah:

“Betapa harum aromamu. Betapa agung kemuliaanmu. Tapi demi Allah yang memegang jiwa Muhammad, kemuliaan seorang Mukmin di sisi Allah lebih besar daripada kemuliaanmu. Seorang Mukmin harus dimuliakan hartanya, nyawanya, dan nama baiknya.” [Ibnu Majah].

Setelah mengetahui hal ini, apakah layak kita menangisi masjid-masjid kita tapi di waktu yang sama kita meremehkan keselamatan nyawa manusia? Janganlah kita salah dalam memilih mana yang harus diutamakan.

Oleh karena itu, saat mewabah virus Corona, utamakan menjaga kemuliaan yang lebih utama. Kemuliaan manusia. Beribadah dan tunduklah kepada Allah Taala dengan memuliakan manusia sebelum memuliakan bangunan. Jangan terbalik. Apa baiknya bisa memuliakan masjid jika harus mencelakai manusia?

Karena itulah Allah Taala menyalahkan sikap orang-orang Musyrikin Mekah yang membanggakan diri mereka karena memuliakan Masjidil Haram:

Baca juga:

“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang lalim.” [At-Taubah: 19]. Itulah kenapa ada yang lebih mulia dari masjid. (drammar/sof1/www.mukjizat.co).

Raih cahaya hidayah dalam serial TADABUR AL-QURAN, berisi ringkasan tadabur para ulama tafsir:

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda