BAHASA

Arti Matahari dan Bulan dalam Sifat Rasulullah

Apa arti matahari dan bulan dalam sifat Rasulullah?
Arti Matahari dan Bulan dalam Sifat Rasulullah
Dalam hidup kita, beliau adalah matahari dan bulan.

mukjizat.co – Selain sifat Rasulullah yang perlu dicontoh, fathonah, amanah, tabligh, dan siddiq, Nabi Muhammad saw. juga mempunyai sifat yang menjadi karakteristik dakwahnya. Beliau disebut sebagai matahari dan bulan. Apa arti matahari dan bulan dalam sifat Rasulullah saw?

Selain sangat indah, bahasa Al-Quran bisa mensifatkan sesuatu sesuai dengan kenyataannya. Sastra dan ilmu pengetahuan tidak terpisahkan di dalam Al-Quran. Nilai sastranya ilmiah; dan ilmu pengetahuannya disampaikan dengan indah.

Misalnya dalam ayat:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا. وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا

“Hai Nabi sesungguhnya kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi.” [Al-Ahzab: 45-46].

Ini adalah ayat yang mensifati Rasulullah saw. sebagai saksi baik-buruknya kita, karena apa yang kita lakukan harus sesuai dengan tuntunan beliau. Beliau juga membawa kabar gembira untuk semua umatnya yang mau menyambut dakwahnya. Memberi peringatan untuk umatnya yang melanggar aturan dan menentang dakwahnya.

Baca juga:

Matahari dan bulan

Beliau juga selalu menyeru umat Islam untuk kembali kepada Allah Taala; kembali memelihara fitrahnya sebagai manusia yang beriman. Selain semua sifat itu semua, Rasulullah saw. disifati sebagai “sirajan” (cahaya) yang “muniran” (menyinari).

Pertanyaan kita, apa maksud cahaya yang menyinari? Ternyata diterangkan sisi ilmiahnya dalam ayat lain:

تَبَارَكَ الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al-Furqan: 61].

Ternyata yang dimaksud “sirajan” adalah matahari, sementara “muniran” adalah sifat dari “qamar” (bulan). Matahari disebut “sirajan” (pelita) karena memiliki cahaya yang dipancarkannya. Sementara bulan disebut “muniran” karena hanya memantulkan cahaya dari matahari. Apa arti matahari dan bulan dalam Rasulullah saw?

Rasulullah saw. adalah matahari, artinya manusia tidak bisa hidup dengan baik tanpa kehadiran Rasulullah saw. yang membawa hidayah. Sama seperti manusia tak bisa hidup tanpa ada cahaya matahari.

Sementara itu, cahaya yang dimiliki Rasulullah saw. ternyata hanya pantulan dari cahaya Allah Taala. Beliau hanya menjadi perantara menyampaikan cahaya Allah Taala untuk kita semua. Sama dengan bulan yang hanya memantulkan cahaya matahari di malam hari. Itulah arti matahari dan bulan dalam Rasulullah saw. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment