KEJIWAAN

Kenapa Bisa Kembali Maksiat Setelah Taubat?

Kenapa Bisa Kembali Maksiat Setelah Taubat
Kenapa Bisa Kembali Maksiat Setelah Taubat
Allah menerima taubat hamba selama ruh belum sampai tenggorokan. Tapi kita sering kembali maksiat setelah taubat.

mukjizat.co – Kita tidak boleh berputus asa. Karena banyak sekali dalil dan hadits tentang taubat nasuha. Bahwa Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai ke tenggorokan. Tapi seringkali setelah Allah mengampuni dosa kita, kita kembali maksiat setelah taubat. Sudah tahu dosa tapi masih dilakukan.

Kebanyakan kita akhirnya bertaubat setelah merasakan penderitaan jiwa karena perbuatan maksiatnya. Timbul penyesalan, kembali kepada Allah, taubat dan selalu taat kepada aturan-Nya. Tapi kenapa kemudian bisa tiba-tiba kembali kepada perbuatan maksiat?

Dosa, racun

Perbuatan dosa itu seperti racun. Masuk ke dalam tubuh, dan bertambah banyak jumlahnya bersamaan dengan semakin banyak kemaksiatan yang diperbuat. Ketika bertaubat, harus kita yakini bahwa racun itu tidak akan keluar dari diri kita sekaligus semuanya. Mengeluarkan racun  itu membutuhkan waktu dan proses.

Bahkan mungkin ada jenis racun yang meninggalkan bekas sangat dalam, dan tidak mungkin keluar tanpa proses yang panjang dan berat. Jika tidak terus dikeluarkan, bisa menjadi sebab kembali maksiat setelah taubat.

Rasulullah saw. bersabda, “Jika Allah Taala menghendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya, maka Allah Taala akan mempekerjakannya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana Allah Taala mempekerjakannya?” Rasulullah saw. menjawab, “Allah Taala akan memberikan hidayah kepadanya untuk beramal shalih sebelum meninggal dunia.”

Para ulama menjelaskan maksud hadits ini. Jika seseorang serius dalam bertaubat, meninggalkan seluruh dosanya sebanyak apapun, serius dalam meminta ampun kepada Allah Taala, maka Allah Taala akan memberinya karunia yang besar berupa meninggal dunia dalam kondisi diri yang terbaik.

Baca juga: Orang yang baru masuk Islam bisa lebih paham dari kita

Istighfar, mengeluarkan racun

Membiasakan beristighfar setiap saat adalah hal yang sangat penting. Seperti dikatakan Ali bin Abi Thalib ra., “Sepanjang Allah Taala memberimu kebiasaan beristighfar sepanjang itu pula Allah Taala akan memberimu ampunan.”

Maka dengan membiasakan diri beristighfar, racun akibat perbuatan dosa itu akan keluar dari diri kita sedikit demi sedikit. Tidak akan meninggalkan bekas sama sekali sebanyak dan sebesar apapun dosa yang kita lakukan.

Baca juga: Kenapa Nabi Adam harus berdosa hingga keluar dari surga?

Berbuat kemaksiatan setelah bertaubat adalah hal yang sangat buruk. Bagaimana tidak, seseorang sudah merasakan manisnya ketaatan, lalu kemudian menggantikan dengan kesenangan yang semu belaka. Allah Taala berfirman:

“Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya.” [Al-Baqarah: 266].

Kata Ibnu Abbas ra., “Ayat ini adalah perumpamaan untuk seorang kaya yang berbuat ketaatan kepada Allah Taala. Kemudian Allah Taala mengirimkan setan untuk menggodanya. Dia pun berbuat kemaksiatan sehingga hilang semua amal kebaikannya.” Hati-hatilah, jangan sampai kembali maksiat setelah taubat. (sof1/www.mukjizat.co).

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment