SOSIAL

Benarkah Al-Quran Sebut Umat Kristen Penyayang?

cium tangan paus
cium tangan paus

mukjizat.co – Benarkah Al-Quran Sebut umat Kristen penyayang? Ada sementara persepsi mengatakan bahwa umat Kristen adalah orang-orang yang penyayang, terutama kepada umat Islam. Berbeda dengan orang-orang Yahudi dan Musyrikin, yang berlaku kejam dan zhalim. Persepsi ini ini muncul dari membaca sebuah ayat dalam Al-Quran. Allah Taala berfirman:

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persabahatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” [Al-Maidah: 82].

Ketika menafsirkan ayat ini, Syaikh Mutawalli Asy-Sya’rawi mengatakan: Orang-orang disebut sangat memusuhi umat Islam karena mereka adalah para penguasa dan pemimpin dunia sebelum datangnya umat Islam yang menggantikan mereka. Seakan kedatangan umat Islam adalah malapetaka bagi mereka.

Sementara Umat Kristen tidak memiliki kedudukan seperti orang-orang Yahudi tersebut. Mereka memfokuskan diri hanya untuk beribadah di gereja dan biara mereka. Tidak ada permusuhan dari mereka karena memang tidak merasakan kehilangan apa-apa.

Lebih spesifik, Al-Quran menyebutkan alasan kenapa mereka memilih sikap damai dengan umat Islam. “Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”  Jadi, benarkah Al-Quran Sebut umat Kristen penyayang?

Pendeta adalah tokoh agama yang menghabiskan waktunya untuk mendalami ilmu-ilmu agama yang bersumber dari Kitab Suci mereka. Sementara rahib adalah tokoh agama yang memfokuskan perhatiannya pada ibadah dan amalan. Lebih ringkasnya, pendeta bertugas belajar dan mengajar, sementara rahib mengamalkan ilmu.

Satu lagi alasan yang disebutkan Allah Taala, yaitu “mereka tidak menyombongkan diri”. Orang-orang yang tiga sifat seperti ini dipastikan tidak menginginkan kedudukan sebagai pemimpin dan penguasa dunia. Bahkan ada sebuah ajaran yang mengatakan, “Jika pipi kananmu ditampar, maka berikanlah pipi kirimu juga.”

Sirah Nabawiyah membenarkan kenyataan ini. Orang-orang Yahudi demikian memusuhi Rasulullah saw., bahkan berkali-kali mereka melakukan upaya pembunuhan kepada Rasulullah saw.

Sebaliknya, saat umat Islam mengalami tekanan yang sangat berat dari musyrikin Mekah, Rasulullah saw. memerintahkan para sahabatnya untuk berhijrah ke Habasyah. “Karena di sana ada seorang raja yang tidak membiarkan ada seorang pun terzalimi di kerajaannya. Tetaplah di sana hingga Allah Taala memberikan jalan keluar bagi kalian dari masalah ini,” demikian kata Rasulullah saw.

Benarkah Al-Quran Sebut umat Kristen penyayang? Demikianlah, jika umat Kristen tetap mempertahankan tiga alasan di atas, mereka akan tetap menjadi umat yang penyayang kepada umat Islam. Tapi jika ada perubahan, apalagi jika kemudian mereka berorientasi menguasai dunia, tentu status mereka pun berubah. Karena saat memberikan penilaian, Al-Quran menyebutkan alasannya secara lugas. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment