SOSIAL

Islam Memerdekakan Bangsa-bangsa Tertindas

Islam Memerdekakan Bangsa-bangsa Tertindas
Islam Memerdekakan Bangsa-bangsa Tertindas

mukjizat.co – Sejarah mencatat bahwa Islam memerdekakan bangsa-bangsa yang tertindas dari penjajahan. Saat Islam berkembang menjadi sebuah negara baru di Madinah, terdapat dua kekuatan besar dunia. Romawi dan Persia.

Dua kerajaan ini berlomba memperebutkan negeri-negeri luas untuk dijadikan daerah kekuasaannya. Kondisinya mungkin mirip dengan perebutan kekuasaan dunia antara Amerika Serikat dan Rusia pada dunia modern.

Benar, masing-masing kerajaan itu berhasil menguasai wilayah-wilayah di Asia dan Afrika. Al-Quran merekam suasana itu misalnya dalam sebuah suratnya yang diberi nama Surat Ar-Rum (Romawi).

“Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman,” [Ar-Rum: 2-4].

Saat itu Persia menguasai wilayah Arab di Irak, sementara Romawi menguasai wilayah Arab di Syam, Mesir, dan Afrika bagian utara. Yang mereka lakukan adalah penjajahan kejam tanpa dasar hak kepemilikan yang benar. Karena itulah Islam tampil memerdekakan bangsa-bangsa yang tertindas, dipaksa menghamba kepada sesama manusia.

Jauh sebelum terjadi peperangan antara mereka dan pasukan Islam, Rasulullah saw. telah mengirimkan surat ke para penguasa tersebut. Di akhir surat beliau menuliskan sebuah ayat Al-Quran, yang berbunyi:

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” [Ali Imran: 64].

Ajakan Rasulullah saw. ini sebenarnya mengandung tujuan pembebasan. Islam memerintahkan beliau dan para penerusnya untuk membantu mengeluarkan bangsa-bangsa lain dari hidup di bawah kekuasaan asing.

Karena itulah, saat pasukan Islam masuk ke Suriah, Heraklius mengatakan, “Selamat tinggal Suriah. Kita berpisah untuk tidak bertemu lagi.”

Hal yang sama terjadi dengan Mesir yang dijadikan Romawi sebagai sapi perah mereka. Para penduduk Mesir menyambut gembira kedatangan pasukan Islam. Mereka bersuka-rela membantu pasukan Islam. Karena itulah, hanya dengan 8 ribu personil, pasukan Islam bisa mengalahkan Romawi, dan membebaskan Mesir dari penjajahan.

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!.” Ini perintah Islam, membebaskan bangsa-bangsa tertindas. [An-Nisaa: 75]. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.