BINGKAI

Ini Pahala Meninggal Dunia di Mekah

mukjizat.co – Kabar duka datang dari KH. Maimoen Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. Mbah Moen yang dikenal sebagai ulama kharismatik NU, meninggal dunia di Mekkah, Arab Saudi, pada Selasa (6/8/2019) subuh waktu setempat.

Jenazah Mbah Moen telah dimakamkan di Mekkah, tepatnya di Ma’la, kompleks pemakaman tertua di Mekkah. Beliau memang pernah berpesan, kalau wafat di Mekkah ingin dimakamkan di Ma’la.

Ternyata meninggal dan dimakam di Tanah Suci, baik Mekkah maupun Madinah, mempunyai keutamaan yang disebutkan dalam beberapa hadits.

Ibnu Abbas ra. meriwayatkan bahwa ada seseorang yang meninggal setelah terjatuh dari untanya saat berwukuf di Padang Arafah bersama Rasulullah saw. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Mandikan dia dengan air dan daun bidara.

Kenakan dia kafan berupa dua lembar kain ihramnya, dan jangan tutup kepalanya. Karena dia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dalam keadaan bertalbiyah.” [Muslim].

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang meninggal dunia di salah satu Tanah Suci, dia akan mendapatkan syafaatku. Pada Hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang merasa aman.” [Thabrani].

“Orang yang bisa meninggal dunia di Madinah, maka hendaklah meninggal dunialah dia di sana. Karena aku akan memberikan syafaat kepada orang yang meninggal di sana.” [Tirmidzi].

Perintah ini bukan bersifat letterlijk, tapi bermakna anjuran untuk tinggal di Madinah sehingga kapanpun meninggal dunia, bisa dipastikan meninggalnya di Madinah.

Janji ini juga bisa dipahami bahwa orang yang meninggal dunia di Madinah bisa dipastikan meninggal dalam kondisi beriman kepada Allah Taala. Oleh karena itu mendapatkan syafaat Rasulullah saw.

Karena itulah Umar bin Khattab ra. berdoa, “Ya Allah, rezekikanlah aku meninggal dunia sebagai syahid di jalan-Mu, dan jadikanlah kematianku di negeri Rasulullah saw.” [Bukhari].

Sama seperti Nabi Musa as., seperti diriwayatkan dalam hadits Bukhari, yang berdoa kepada Allah Taala agar meninggal dan dimakamkan di tempat yang dekat dengan Tanah Suci, Palestina. Imam Nawawi mengatakan, “Ini termasuk dalam bab sunahnya dimakamkan di tempat-tempat yang istimewa, negeri-negeri yang diberkahi, dan dekat dengan kuburan orang-orang salih.” (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.