IBADAH

Memilih Hewan Kurban Terbaik

mukjizat.co – Jika kita mengaku bertakwa kepada Allah, maka kita harus merasa takut kepada neraka, merasa rindu kepada surga, melihat akhirat adalah hal yang jauh lebih besar daripada dunia sehingga harus diperjuangkan dengan mengorbankan apa saja.

Perasaan-perasaan itu memang ada dalam hati. Tapi kita juga bisa melihat perwujudannya dalam perbuatan kita. Di antaranya akan terlihat dalam kita memilih hewan kurban. Karena itulah Allah Taala menjadikannya sebagai patokan diterima atau ditolaknya ibadah kurban kita.

Allah Taala berfirman, “Daging-daging (unta) dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” [Al-Hajj: 37].

Ada orang melihat kebahagiaan akhirat adalah sesuatu yang sangat besar. Tapi dia belum bisa mengusahakannya dengan cara mengorbankan dunia yang dicintainya. Di sinilah ketakwaan diuji. Sudah benar-benar mengharapkan akhirat, atau baru sekadar klaim belaka.

Allah Taala berfirman:

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati.” [Al-Hajj: 32].

Mengagungkan syiar-syiar Allah Taala, menurut Ibnu Abbas ra., di antaranya adalah mencari hewan yang gemuk, besar, dan baik. Abu Umamah ra. mengatakan, “Kami di Madinah, menggemukkan hewan kurban, demikian juga kaum Muslimin lainnya” (Ibnu Katsir: 5/421). Rasulullah saw. juga pernah berkurban dengan dua ekor domba yang putih, besar dan bertanduk (Bukhari: 5558).

Oleh karena itu, sebelum pergi ke lapak penjualan hewan kurban, yang harus dipersiapkan adalah memupuk ketakwaan kita kepada Allah Taala. Kalau ketakwaan itu besar, maka otomatis hewan yang akan kita pilih pun adalah yang terbaik. Wallahu A’lam. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.