KEJIWAAN

Kenapa Haji Harus di Mekah?

mukjizat.co – Haji adalah ibadah yang sarat dengan hikmah pelajaran bagi kita semua. Orang yang melaksanakan ibadah haji hendaknya mengambil pelajaran itu, dan mengubah hidupnya lebih bermakna lagi.

Allah Taala berfirman, “Barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia.” [Ali Imran: 97]. Orang yang melaksanakan haji akan mendapatkan rasa aman, yang tentunya akan membuat hidupnya bahagia. Aman tidak mesti berhubungan kriminalitas, tapi bisa masuk dalam semua sisi kehidupan.

Rasa aman adalah anugerah yang sangat besar, karena menjadi sumber utama orang mendapatkan kebahagiaan. Sehingga orang yang pernah melaksanakan ibadah haji tentu akan berharap bisa kembali melaksanakannya tahun-tahun berikutnya. Itu karena kebahagiaan yang ingin didapatkannya.

Kalau kita renungkan, kebahagiaan itu memiliki faktor-faktor pewujudnya. Kebahagiaan ruhiyah (bersifat ruhani) mempunyai faktor yang berbeda dengan kebahagiaan jasmani (bersifat fisik).

Dalam ibadah haji, Allah Taala hendak membuktikan bahwa kebahagiaan ruhani hanya bisa diwujudkan dengan hubungan yang baik kepada Allah Taala. Segala faktor kebahagiaan jasmani dinonaktifkan, sehingga sumber kebahagiaan saat itu hanyalah berasal dari hubungan seorang haji dengan Allah Taala.

Allah Taala berfirman dalam kisah Nabi Ibrahim as., “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormat.” [Ibrahim: 37].

Mekah seperti disebutkan Nabi Ibrahim as. adalah negeri yang sangat berat untuk dijadikan sebagai tempat singgah dan tinggal. Panas, tandus, dan kekurangan faktor kehidupan.

Sementara pelaksanaan ibadah haji terbatas dalam hal waktu dan tempatnya. Peserta pun berjumlah sangat banyak. Mereka semua melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan keadaan banyak pantangan (karena sudah niat ihram).

Bisa dibayangkan, 4 juta jamaah (tahun-tahun belakang ini) berkumpul di tempat yang sama, di waktu yang sama. Setelah berkumpul di Arafah, mereka bergerak bersama-sama ke Muzdalifah dan Mina.  Suasana panas, padat, dan terbatas kebebasannya. Lalu harus melaksanakan thawaf bersama.

Tapi walaupun demikian, ternyata seseorang yang melaksanakan ibadah hajinya dengan baik, mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar. Ini membuktikan bahwa sumber kebahagiaan hanyalah Allah Taala, dan mendapatkannya pun hanya dengan cara berhubungan baik dengan Allah Taala. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.