PERISTIWA

Kematian yang Bersejarah (1): Abu Dzar Al-Ghifari

mukjizat.co – “Nak, coba tengok ke luar, apakah kau melihat seseorang datang?” demikian kata Abu Dzar kepada putrinya. Putrinya pun menggelengkan kepalanya menandakan suasana sepi di luar rumah.

“Kalau begitu, belum waktunya aku meninggal dunia,” kata Abu Dzar mengambil sebuah kesimpulan. Beliau kemudian memerintahkan satu hal lagi kepada putrinya, “Sembelih kambing, kita dan masaklah dagingnya.”

Putrinya pun menuruti perintah sang ayah. Keluarga kecil ini memang tinggal jauh dari kota Madinah. Abu Dzar adalah tokoh sahabat yang sangat vokal dalam memberikan kritikan hingga akhirnya harus diasingkan dari ibukota. Mereka akhirnya tinggal di daerah Rabzah, sekitar 170 km timur Madinah.

Saat putrinya sedang memasak, Abu Dzar berpesan, “Setelah datang orang-orang yang akan menguburkanku, sampaikan salamku kepada mereka. Katakan bahwa Abu Dzar memohon agar mereka jangan pergi dulu sebelum makan hidangan.”

Makanan pun siap, Abu Dzar meminta putrinya untuk kembali lagi melihat ke luar rumah. “Iya, aku melihat ada rombongan orang yang sedang datang menuju rumah kita,” jawab putrinya.

Mendengar jawaban itu, Abu Dzar segera berkata, “Nak, hadapkan aku ke arah kiblat.” Sambil bergerak repot, Abu Dzar bergumam lirih, “Dengan Nama Allah. Dengan Allah. Di dalam agama Rasulullah saw.”

Putrinya pergi ke luar rumah untuk menyambut tetamunya. Dia berkata kepada mereka, “Semoga Allah merahmati kalian. Bersaksilah bahwa Abu Dzar telah wafat, dan kuburkan beliau.”

“Di mana beliau?” mereka bertanya. Putrinya menunjuk ke tempat tidur sang ayah, yang ternyata benar-benar sudah meninggal dunia. Mereka berkata, “Ini adalah kemuliaan dari Allah Taala, yang memberi kami kesempatan mengurus jenazah Abu Dzar.”

Rombongan itu ternyata berasal dari kota Kufah. Di dalamnya ada sahabat agung, Abdullah bin Mas’ud. Orang-orang menengok kepada Abdullah. Beliau pun berkata, “Sungguh benar apa kata Rasulullah saw., “Abu Dzar akan mati sendirian, dan dibangkitkan juga sendirian.”

Mereka memandikan jenazah Abu Dzar, mengkafani, menshalati dan menguburkannya. Ketika mereka hendak pergi, putri Abu Dzar pun menyampaikan pesan sang ayah agar mereka makan masakan yang telah disediakan sebelum melanjutkan perjalanan. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.