IBADAH

Seperti Ini Cara Shalat di Masjid Nabawi yang Bisa Mengobati Kemunafikan

mukjizat.co – Di antara rangkaian agenda yang dijalani jamaah haji adalah berkunjung ke Al-Madinah Al-Munawarah, Kota Rasulullah saw. Biasanya jamaah haji akan tinggal di Madinah selama 8 hari. Bukan karena alasan apa-apa, tapi karena untuk menyempatkan mereka melaksanakan shalat sebanyak 40 waktu secara berjamaah di Masjid Nabawi.

Amaliah ini dilaksanakan berdasarkan beberapa hadits, terutama yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang melaksanakan shalat di masjidku sebanyak 40 waktu, tanpa terlewatkan satu kali pun, maka akan dicatat mendapatkan kebebasan dari neraka, selamat dari siksa, dan bebas dari kemunafikan.” [Ahmad].

Ada beberapa ulama yang mendhaifkan hadits ini, namun Syaikh Hammad Al-Anshari membelanya dengan mengatakan bahwa hadits ini tidak sedang membicarakan masalah akidah dan halal-haram, sehingga bisa diamalkan sebagai motivasi melaksanakan kebaikan.

Bab motivasi melakukan kebaikan tidak disyaratkan kesahihan dalilnya seketat dalam bab akidah dan halal-haram. Apalagi hadits seperti ini mempunyai pokok yang bisa dijadikan pegangan, misalnya hadits Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Shalat di masjidku lebih baik daripada 1000 shalat di masjid lain selain Masjidil Haram.” [Bukhari dan Muslim].

Sehingga tidak mengapa jamaah haji mengamalkan hadits ini. Dengan syarat tidak meyakininya sebagai bagian dari ibadah haji. Apalagi memang tidak ada syarat harus dilakukan di musim haji. Tapi bisa dilakukan sepanjang tahun.

Bagi umat Islam yang belum berkesempatan berkunjung ke Kota Nabi, maka bisa mengamalkan hadits lain yang mempunyai keutamaan sama. “Orang yang melaksanakan shalat selama 40 hari secara berjamaah dan mendapati takbiratul ihram, maka dia akan mendapatkan dua macam kebebasan; bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.” [Tirmizi]. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.