BAHASA

12 Nama Kota Mekah dan Maknanya dalam Al-Quran

12 Nama Kota Mekah dan Maknanya dalam Al-Quran

mukjizat.co – Siapa yang tidak kenal Mekah? Semua umat Islam pasti mengenalnya, bahkan sebagian besar telah mengunjunginya dalam ibadah haji. Tapi tahukah bahwa Mekah mempunyai banyak nama dan penyebutan dalam Al-Quran? Paling tidak ada 12 nama. Masing-masing memiliki makna dan sebab digunakannya untuk tanah suci umat Islam itu.

Mekah

Atau dalam bahasa Arabnya, Makkah. Allah Taala berfirman, “Dan Dialah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah.” [Al-Fath: 24].

Disebut dengan Mekah karena seluruh kebaikan dunia terkumpulkan di tempat itu. Bisa juga karena Mekah mengeluarkan orang-orang jahat dari dalamnya.

Bakkah

Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” [Ali Imran: 96].

Disebut di Bakkah karena negeri ini bisa menundukkan penguasa-penguasa zalim dan kejam. Atau bisa karena orang-orang banyak sekali mengunjunginya sehingga berdesak-desakan. Oleh karena itu nama ini sangat tepat digunakan dalam konteks ibadah haji yang memang berkondisi sangat padat.

Ummul Qura

Dinamakan Ummul Qura karena Mekah adalah tempat tinggal yang paling tua, dan paling terkenal di negeri Arab. Negeri Arab tidak memiliki tempat tinggal permanen sebelum terbentuk Mekah. Saat itu mereka hanya menggunakan tenda-tenda yang mudah untuk kondisi hidup mereka yang nomaden.

Allah Taala berfirman, “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memberi peringatan kepada umulqura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya.” [Asy-Syura: 7].

Al-Baladul Amin

Allah Taala berfirman, “Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman (Al-Baladul Amin),” [At-Tiin: 1-3].

Al-Balad

Allah Taala berfirman, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah (Al-Balad) negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” [Ibrahim: 35].

Al-Baldah

Allah Taala berfirman, “Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan (Al-Baldah) negeri ini (Mekah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” [An-Naml: 91].

Ka’bah

Allah Taala berfirman, “Sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka’bah.” [Al-Maidah: 95]. Maksudnya adalah sampainya hewan sembelihan ke kota Mekah untuk disembelih di sana, dan dibagian dagingnya untuk para penduduk miskin Mekah. Menyembelihnya bukan di Ka’bah, tapi di Mekah.

Al-Qaryah

Al-Qaryah adalah wilayah yang dijadikan tempat tinggal tetap. Allah Taala berfirman, “Dan betapa banyaknya (qaryah) negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) (qaryah) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka; maka tidak ada seorang penolong pun bagi mereka.” [Muhammad: 13].

Al-Ma’ad

Allah Taala berfirman, “Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke (ma’ad) tempat kembali.” [Al-Qashash: 85].

Ayat ini turun dalam perjalanan hijrah Rasulullah saw. dari Mekah ke Madinah. Sebuah janji bahwa Allah Taala akan mengembalikan Rasulullah saw. ke Mekah dalam penaklukan kota tersebut.

Al-Haram Al-Amin

Allah Taala berfirman, “Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) (haraman aminan) tanah suci yang aman, sedang manusia sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?” [Al-Ankabut: 67].

Al-Wadiy

Allah Taala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di (wadi) lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” [Ibrahim: 37].

Al-Masjidil Haram

Nama ini ternyata tidak hanya bisa digunakan untuk areal masjid tempat Ka’bah berada, tapi juga untuk kota Mekah secara keseluruhan. Banyak ulama, mulai dari kalangan sahabat Nabi saw., yang mengatakan bahwa keutamaan shalat yang akan dilipatgandakan adalah shalat yang dilaksanakan bukan hanya di masjid tempat Ka’bah berada, tapi juga seluruh masjid di kota Mekah. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.