SYARIAH

Belajar Tawadhu’ dari Malaikat Jibril

Belajar Tawadhu’ dari Malaikat Jibril

mukjizat.co – Suatu hari datang seseorang kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, negeri mana yang paling buruk?” Rasulullah saw. menjawab, “Aku tidak tahu.” Ketika kemudian Malaikat Jibril datang, Rasulullah saw. menanyakan hal itu kepadanya, “Ya Jibril, negeri mana yang paling buruk?”

Ternyata Malaikat Jibril juga menjawab, “Aku tidak tahu. Nanti aku akan menanyakannya kepada Allah Taala.” Maka pergilah Malaikat Jibril. Tak lama kemudian, Malaikat Jibril kembali datang, “Ya Muhammad, tadi engkau bertanya tentang negeri yang paling buruk, dan kukatakan akan menanyakannya kepada Allah Taala.

Aku sudah bertanya kepada Allah Taala, “Negeri mana yang paling buruk?” Ternyata Allah Taala menjawab, “Pasar-pasarnya.” Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Imam Hakim.

Pesan dari Allah Taala adalah amanah yang sangat berat. Ulamalah yang memegang amanah tersebut saat telah berakhir masa kenabian. Mereka adalah wakil Allah Taala dalam memberikan petunjuk benar dan salah kepada umat yang kebingungan. “Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” [Al-Anbiya’: 7].

Karena itulah ulama merasa sangat takut jika salah dalam menyampaikan pesan Allah Taala tersebut. Mereka pun mengisi hidup mereka dengan terus belajar tanpa merasa sudah cukup pengetahuan.

Imam Syafi’i misalnya, beliau mengatakan dalam salah satu syairnya, “Setiap kali zaman menempaku, semakin jelas kulihat lemahnya akalku. Setiap kali ilmuku bertambah, semakin tahu aku dengan kebodohanku.”

Mereka menyampaikan pesan dengan terlebih dulu memastikan bahwa seperti itulah Allah Taala bermaksud. Karena kalau tidak demikian, bisa jatuh dalam dosa yang digolongkan sangat besar seperti diurutkan dalam salah satu ayat Al-Quran:

“Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak atau pun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. [Al-A’raf: 33].

Karena itulah mereka tidak mudah mengeluarkan fatwa dalam masalah-masalah sulit dan perlu pendalaman yang lebih. Orang yang gampangan mengeluarkan fatwa sangat mungkin adalah orang yang kurang menghadirkan rasa takut kepada Allah Taala. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.