TADABUR

Tadabur Surat Al-Kahfi (9): Mengambil Keputusan Secara Tepat

Tadabur Surat Al-Kahfi (9) Mengambil Keputusan Secara Tepat

mukjizat.co – Allah Taala berfirman:

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” [Al-Kahfi: 10]

Dalam banyak buku tafsir disebutkan bahwa para pemuda yang diceritakan dalam surat Al-Kahfi hidup pada masa pemerintahan seorang penguasa kejam yang tidak beriman kepada Allah Taala. Kekuasaan digunakannya untuk memerangi keimanan.

Para pemuda yang mendapatkan hidayah dari Allah Taala berada dalam situasi yang membingungkan. Penguasa seakan memberi dua pilihan kepada rakyatnya. Kalau beriman dan menyembah Allah Taala, maka tidak akan diberikan kesempatan untuk hidup. Semua akses kesejahteraan akan ditutup, bahkan mungkin nyawa mereka sangat terancam.

Sementara kalau siap menyembah selain Allah Taala, maka akan diberi kesempatan hidup, bahkan mendapatkan fasilitas yang lebih. Dua buah pilihan ini memang sangat menyulitkan. Dalam situasi seperti ini, para pemuda Al-Kahfi itu mendapatkan ilham berupa pilihan ketiga; yaitu mempertahankan keimanan sekaligus hidup mereka.

Konsekuensinya, mereka harus lari meninggalkan kehidupan normal dan bersembunyi di dalam gua. Saat itulah mereka berdoa, berusaha selalu mengingat Allah Taala, dan menyertakan-Nya dalam setiap urusan dan kondisi.

Ketika berdoa kepada Allah Taala, mereka memanggil dengan ucapan “Rabbanaa” yang berarti “Ya Allah Yang menciptakan kami, memelihara kami, memberi rezeki kami, mengatur segala urusan kami…”

Itu adalah sebuah kepasrahan dan keyakinan kepada Allah Taala yang kuasa menyelamatkan mereka dalam situasi yang sangat mencekam. Permintaan mereka adalah “Berikanlah rahmat kepada kami dari Sisi-Mu.” Rahmat adalah sesuatu yang menyamankan, bisa berupa materi maupun bukan materi.

Dengan demikian, rahmat bisa berupa rasa aman, jaminan rezeki, kesehatan, anak, nama baik, kesempatan beribadah, rasa nyaman saat berbuat kebaikan, ketenangan hati, yakin dengan keadilan Allah Taala, sabar dalam kesulitan, dan bersyukur atas kenikmatan.

Doa berikutnya adalah “Sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” Ketika seseorang menaati Allah Taala, berarti dia telah mendapat petunjuk dari Allah Taala. Allah telah menjaganya dari kesalahan dan kesesatan. Allah telah memberinya pandangan dan penglihatan yang benar, sehingga dapat mengambil keputusan secara benar. Keputusan yang membawa kebaikan dan kebahagiaan.

Ketika seseorang lalai kepada Allah Taala, maka yang dirasakannya adalah kondisi gelap. Gelap membawa kebodohan. Oleh karena itu, dalam kondisi lalai kepada Allah, orang sering mengambil keputusan yang bodoh. Keputusan yang membawa kesengsaraan berkepanjangan.

Itulah akhlak seorang mukmin, selalu meminta petunjuk dari Allah Taala dalam setiap keputusan yang akan diambilnya. Selalu membolak-balikkan Al-Quran untuk mencari jawaban atas kebingungannya. Karena Al-Quran adalah petunjuk yang telah Allah Taala sediakan untuknya.

Ketika diberi tawaran atau kesempatan mendapatkan sesuatu yang bersifat duniawi, hal pertama yang terlihat di benaknya adalah pertanyaan apakah Allah Taala ridha atau murka dalam masalah ini. Seperti dikatakan Umar bin Khattab ra. bahwa maqam zikir (mengingat) Allah Taala adalah menginngat perintah, larangan, dan tuntunan Allah Taala, ketika berhadapan dengan sesuatu. Itu adalah derajat zikir yang paling tinggi.

Dengan demikian, seseorang akan dewasa dalam keputusannya. Tidak mendahulukan yang remeh namun kehilangan yang bernilai. Tidak memenangkan yang sementara namun kehilangan yang abadi. Tidak mendahulukan yang palsu namun kehilangan yang hakiki. Itulah keputusan yang cerdas dan tepat. Wallahu A’lam. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.