TADABUR

Tadabur Surat Al-Kahfi (7): Masih Muda Tapi Mendapatkan Karamah

mukjizat.co – Jika para nabi mendapatkan mukjizat, maka para wali Allah mendapatkan karamah. Para pemuda Kahfi bukanlah nabi, maka apa yang mereka alami adalah sebuah karamah dari Allah Taala, bukan mukjizat. Allah Taala berfirman:

أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ آيَاتِنَا عَجَبًا

“Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?” [Surat: 9].

Para ulama membagi karamah menjadi dua. Ada yang di luar kebiasaan manusia, ada yang sesuai dengan kebiasaan manusia. Manusia bisa hidup lebih dari 300 tahun adalah luar biasa. Tidur selama ratusan tahun tanpa tubuh rusak adalah luar biasa.

Sementara karamah yang tidak dipandang luar biasa adalah berupa ilmu dan hikmah. Ketika kita bisa mengenal Allah Taala dan ajaran agama-Nya, ini adalah sebuah karamah (Allah memuliakan kita).

Karena Allah Taala memberikan ilmu kepada orang yang dicintai-Nya. Sementara harta, diberikan kepada yang dicintai dan yang dibenci-Nya. Oleh karena itu, harta bukanlah kemuliaan (karamah) di sisi Allah Taala.

Kita hendaknya mensyukuri nikmat harta yang diberikan kepada kita, tanpa meyakini bahwa itu menandakan kemuliaan kita di Sisi Allah Taala. Selain diberikan juga kepada hamba yang tidak dicintai-Nya, nikmat harta juga bisa dibilang kecil dan berakhir dengan berakhirnya kehidupan.

Ayat ini menjadi bukti bahwa pemuda mempunyai potensi yang sangat besar. Terutama dalam dinamika pertentangan antara kebaikan dan keburukan.

Saat para nabi datang membawa hidayah, yang menerima dakwah mereka kebanyakan adalah pemuda. Sementara yang menolak dakwah mereka kebanyakan adalah orang-orang tua yang anti perubahan, yang tidak siap kehilangan posisi nyaman mereka selama ini.

Dalam sebuah atsar disebutkan, “Sesungguhnya Allah Taala membanggakan para pemuda di depan para malaikat. ‘Lihatlah hamba-Ku, dia meninggalkan syahwatnya demi Aku.’”

Seorang mukmin yang taat adalah baik, tapi lebih baik lagi jika dia adalah seorang pemuda. Karena masa muda adalah bergeloranya syahwat, kekuatan, berkesempatan luas mendapatkan dunia. Orang seperti ini tapi mau shalat berjamaah dengan rajin, ini jauh lebih baik daripada orang tua yang sama-sama rajin shalat berjamaah.

Karena orang tua sudah sewajarnya lebih memikirkan akhirat daripada dunianya. Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang sudah berumur 40 tahun, tapi kebaikannya tidak mendominasi keburukannya, maka bersiap-siaplah ke neraka.” [Ad-Dailami].

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. [Al-Kahfi: 10].

Al-Kahfi adalah gua. Mereka para pemuda yang ingin mempertahankan keimanannya, dan merasa yakin bahwa bersembunyi di gua adalah satu-satunya jalan menyelamatkan keimanan tersebut. Demi menjaga karamah yang mereka dapatkan dari Allah Taala.

Kondisi seperti ini sangat mungkin untuk terulang. Terutama bagi para pemudanya. Jika zaman sudah sangat rusak, hawa nafsu telah diumbar, masing-masing orang merasa paling benar pendapatnya, maka mengisolir diri di rumah adalah sebuah solusi. Mendidik anak-anak dalam lingkungan terbatas mungkin lebih baik daripada mereka mempunyai pergaulan yang luas tapi keimanan mereka terancam. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.