SYARIAH

Rasulullah Memvonis Pendosa dengan Penuh Rahmat

Rasulullah Memvonis Pendosa dengan Penuh Rahmat

mukjizat.co – Syariah Islam sepenuhnya adalah rahmat, keadilan, dan kemaslahatan. Karena Rasulullah saw. diutus membawa rahmat. Islamlah yang beliau bawa secara sempurna.

Ada sebuah peristiwa yang membuktikan betapa penuh rahmatnya Rasulullah saw. Suatu ketika datang seseorang lelaki muda, bernama Ma’iz bin Haram Al-Asyja’i. Dia berkata, “Rasulullah, aku sudah berzina. Tolong sucikan aku.”

Rasulullah saw. lalu memandang wajahnya, ternyata dia masih sangat muda. Saat itu Rasulullah saw. berandai orang itu bertobat kepada Allah Taala, merahasiakan perbuatan dosanya, dan tidak datang kepada Rasulullah saw.

Maka Rasulullah saw. melengos dari wajah orang itu, seakan tidak mau menerima laporan pengakuan dosanya. Tapi orang itu mengejar dan ingin tetap bertatap muka dengan Rasulullah saw. Diulanginya, “Rasulullah, aku sudah berzina. Tolong sucikan aku.”

Rasulullah saw. kembali melengos, namun kembali pula menemukan wajah orang itu. “Rasulullah, aku sudah berzina. Tolong sucikan aku,” demikian diulang-ulannya.

Akhirnya Rasulullah saw. mau menatap wajah orang itu. Beliau berpikir, adakah hal yang bisa membebaskan orang itu dari hukuman syariat, sehingga cukup baginya bertobat kepada Allah Taala.

Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabat yang hadir saat itu, “Apakah orang ini gila?” Karena orang tidak akan dihukum seperti orang waras. Tapi para sahabat menjawab, “Kami tidak pernah mengetahui dia gila.”

“Coba cium dia, mungkin dia minum khamar dan mabuk,” lanjut Rasulullah saw. Ternyata juga tidak ada aroma khamar sedikit pun keluar dari mulutnya.

Rasulullah saw. lalu bertanya kepada orang itu, “Lalu, kamu datang kepadaku untuk apa?” “Aku ingin kau sucikan aku dari dosa zinaku,” demikian jawaban mantap orang itu.

Maka akhirnya Rasulullah saw. memerintahkan untuk merajam orang tersebut, walaupun sebenarnya beliau sangat mengasihinya. Lalu para sahabat memandikan, mengkafani dan menyalatkannya.

Saat jenazah orang itu dibawah ke kuburan, Rasulullah saw. mendengar dua orang sahabat bercakap membicarakan orang yang akan dimakamkan itu. Salah satunya berkata, “Lihatlah orang ini. Dia tidak bersabar hingga akhirnya dirajam seperti anjing.”

Perkataan yang keluar dari mulut orang itu dirasakan seakan pisau yang ditusukkan ke dalam hati Rasulullah saw. Rasulullah saw. menahan marah yang sangat besar. Karena orang yang hendak dimakamkan adalah orang yang sangat baik, karena mengakui dosanya, bertobat, dan rela menerima hukuman. Sekarang hendak bertemu dengan Tuhannya.

Akhirnya iringan pengantar jenazah itu sampai ke jalan yang di pinggirnya terdapat seonggok bangkai keledai yang sudah mengeluarkan bau busuk menyengat. Rasulullah saw. pun berkata, “Di mana fulan dan fulan?”

Orang yang dipanggil pun datang. “Ya Rasulullah, ini kami. Ada apa gerangan?” Rasulullah saw. berkata, “Turunlah ke bangkai itu. Kalian berdua makan bangkai keledai itu.”

Kedua orang itu kebingungan, kenapa harus makan bangkai keledai yang sangat menjijikkan itu? Mereka tidak pernah melihat Rasulullah saw. terlihat marah dan memerintahkan hal seperti itu.

Rasulullah saw. pun mengatakan, “Perkataan kalian tentang saudara kalian tadi lebih buruk daripada memakan bangkai keledai ini. Demi Allah, Ma’iz saat ini sudah berada di sungai-sungai surga. Dia sedang berendam di sana.”

Seperti inilah rahmat Rasulullah saw. kepada Muslim. Padahal orang itu telah melakukan perbuatan dosa, bahkan perbuatan zina. Tidak langsung menerapkan hukuman, apalagi bahagia dan puas saat melaksanakannya. Bahkan Rasulullah saw. turut merasakan kesakitan ketika ada umatnya yang mendapatkan kesulitan. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.