PERISTIWA

Sahabat Mulia Ini Ternyata Masuk Islamnya di Hadapan Raja Najasyi

mukjizat.co – “Sepulang Quraisy dari Perang Ahzab, aku bercakap-cakap bersama beberapa orang Quraisy yang mengakui kecerdasan dan kehebatanku.

Kukatakan kepadanya bahwa semakin hari kedudukan Muhammad dan para pengikutnya semakin kuat. Maka aku mempunyai ide untuk menghadapi situasi ini.

Mereka penasaran dan akhirnya bertanya, “Apa ide brilianmu kali ini?” Aku menjawab, “Alangkah baiknya kalau kita bergabung dengan Raja Najasyi di negeri Habasyah. Kita tinggal di sana.

Kalau memang akhirnya Muhammad menang, kita sudah berada bersama Raja Najasyi. Berada di bawah kekuasaan Raja Najasyi lebih baik daripada berada di bawah kekuasaan Muhammad.

Kalau ternyata yang menang adalah Quraisy, kita juga berada dalam kondisi aman. Karena Quraisy mengenal dengan baik siapa kita. Kita loyal sepenuhnya kepada mereka.”

Mereka pun menilai baik ideku itu, dan menyatakan siap untuk ikut bersamaku. Lalu kuminta mereka untuk mengumpulkan harta agar bisa membawa hadiah kepada Raja Najasyi. Karena sebentar lagi aku akan berangkat ke Habasyah menyampaikan maksuk keinginan kita kepada raja.

Saat itu kami berhasil mengumpulkan banyak hadiah berupa perhiasan dan perabotan dari kulit binatang. Karena orang-orang Habasyah sangat menyenangi komoditi yang berasal dari negeri Arab ini. Hadiah yang banyak itu bukan hanya untuk raja, tapi juga untuk para pejabat.

Saat aku berada di Habasyah, keberadaanku bersamaan dengan kedatangan utusan Muhammad, yaitu Amru bin Umayyah Adh-Dhamri. Dia diutus Muhammad untuk membahas tentang keberadaan Ja’far dan beberapa rekannya di Habasyah.

Saat Adh-Dhamri pergi kukatakan kepada Raja Najasyi, “Orang ini adalah utusan musuh kami. Dia telah membunuh banyak pemimpin kami. Serahkan dia kepadaku untuk kubunuh.”

Ternyata Raja Najasyi marah besar mendengar permintaanku itu. Dia menampar wajahku hingga kurasakan hidungku seperti pecah tulangnya. Saat itu aku berandai bumi membelah hingga aku bisa masuk ke dalamnya, lari dari kemurkaan raja. “Ampun, Raja. Kalau aku tahu engkau tidak senang dengan permintaanku, tentu aku tidak akan mengajukannya.”

Lalu Raja Najasyi pun berkata, “Kau memintaku menyerahkan utusan orang yang telah kedatangan Malaikat Jibril? Malaikat yang sama telah pernah mendatangi Nabi Musa. Dia juga telah mendatangi Nabi Isa. Kau ingin aku menyerahkannya untuk kau bunuh?”

Saat itu hatiku bertanya-tanya. Orang ini, dan banyak orang lain baik Arab maupun Non-Arab telah mengetahui kebenaran, sementara dirimu malah memusuhi kebenaran itu? Maka akupun bertanya, “Wahai Raja, engkau juga percaya dengan semua ini?”

Raja Najasyi pun menjawab, “Benar, aku percaya. Aku ingin selamat di hadapan Allah Taala nanti di akhirat. Maka kamu pun hendaknya melakukan hal yang sama. Turutilah nasihatku, ikutilah Muhammad.

Sungguh, dia itu benar-benar seorang nabi. Sebentar lagi Allah Taala akan memenangkannya melawan semua orang yang memusuhinya. Seperti menangnya Musa melawan Firaun yang sungguh berkuasa.”

Maka akupun berkata kepada Raja Najasyi, “Sudikah engkau mewakili Muhammad? Menjadi saksi bahwa aku telah masuk Islam?” “Aku bersedia,” jawab Raja Najasyi. Lalu dia menjulurkan tangannya, bersaksi atas keislamanku, Amru bin Al-Ash.” (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.