TERAWANG

Tidak Sembarangan Memahami Tanda-tanda Hari Kiamat

masjid al-safar

mukjizat.co – Kiamat sudah dekat, demikian ucapan yang sering kita dengar saat mengomentari kondisi kehidupan yang kian buruk. Memang selain Allah Taala, segala sesuatu akan berakhir dengan kehancuran. Puncaknya dinamakan kiamat. Tapi entah kapan itu, dirahasiakan Allah Taala.

Sebagai orang yang beriman, kita hendaknya bersyukur karena waktu kejadian yang dirahasiakan itu disebutkan tanda-tandanya. Banyak disebutkan baik dalam Al-Quran maupun hadits. Berita-berita shahih tentang kiamat harus kita yakini benar adanya. Namun untuk menghindari efek negatif, hendaknya kita perhatikan kaidah dalam memahaminya berikut ini.

Kita Tidak Diperintahkan Menerapkan Tanda Kiamat Kepada Kondisi Kehidupan Kita

Kejadian di zaman kita terasa lebih besar dari kejadian masa lalu. Ternyata itu hanyalah kesan kita karena kita sendiri yang merasakannya. Sehingga sering kita langsung menghubungkannya dengan tanda hari kiamat. Padahal di masa lalu banyak kejadian yang jauh lebih besar.

Ada orang tertantu yang diperbolehkan menyebutkan bahwa kejadian tertentu adalah tanda yang disebutkan dalam Al-Quran dan hadits. Mereka adalah ulama yang berkompeten dan memiliki kewara’an tinggi. Umar bin Khattab ra. pernah melakukan hal tersebut dan didiamkan Rasulullah saw.

Tidak sembarang orang diperbolehkan melakukannya, apalagi kalau berefek perpecahan umat dan berkonsekuensi hukum seperti perang dan sebagainya.

Sudah terbukti dalam sejarah banyak kesalahan orang yang menghubungkan peristiwa yang mereka lihat dengan tanda hari kiamat. Padahal mereka begitu meyakini kebenarannya, dan banyak orang yang mempercayainya. Kian jelas kesalahannya ketika menyebutkan tahun akan terjadinya kiamat.

Jarak Antara Tanda dan Terjadinya Kiamat Tidak Mesti Berdekatan

Adanya tanda hari kiamat menunjukkan semakin dekatnya kemunculan tanda itu dengan waktu terjadinya hari kiamat. Tapi ternyata semakin dekat itu relatif. Sangat mungkin waktunya sangat panjang.

Misalnya, diutusnya Rasulullah saw. adalah salah satu tanda hari kiamat. “Aku diutus dan terjadinya hari kiamat adalah seperti ini. Beliau menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.” Padahal jarak antara waktu itu hingga sekarang sudah 1500 tahunan.

Oleh karena itu, tanda hari kiamat itu bisa dibagi tiga macam. Ada yang benar-benar sudah terjadi, seperti diutusnya Rasulullah saw. Ada yang terjadi permulaannya, seperti banyaknya peperangan dan perzinahan. Ada juga yang belum terjadi, seperti munculnya Dajjal.

Bahaya Salah Menerapkan Tanda Hari Kiamat Kepada Kejadian Saat Ini

Ternyata bukan main-main. Sangat berbahaya jika kita salah menerapkan tanda-tanda hari kiamat kepada kejadian di masa kita. Yang pertama, hal itu bisa masuk dalam kategori berkata tanpa ilmu, tanpa bukti. Padahal hal ini termasuk dalam urusan agama.

Kedua, bisa salah beramal, seperti meninggalkan amalan yang diperintahkan dan melaksanakan amalan yang tidak diperintahkan. Ada orang yang membeli kuda dan pedang setelah membaca buku hari kiamat. Ada orang resign dari pekerjaannya, hijrah ke tempat tertentu, tidak jadi menikah, dan sebagainya. Seakan tidak ada lagi semangat hidup, karena kiamat sudah dekat. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.