TADABUR

Tadabur: Ternyata Kita Sering Tidak Memuliakan Al-Quran

mushaf masjidil haram

mukjizat.co – Al-Quran adalah kitab yang harus dimuliakan umat Islam sebagai salah satu bentuk keimanan mereka. Namun sadarkah, kita sering tidak memuliakannya, bahkan memandang hal lain lebih mulia.

Ada orang yang dikaruniai Allah Taala rezeki berupa bisa membaca Al-Quran, mulai menghafalkannya, sembari memahami dan merenungkan isinya. Ketika hendak bersikap pun mengingat-ingat apa tuntunan Al-Qurannya. Singkat kata, dirinya berhubungan semakin dekat dengan mukjizat terbesar Rasulullah saw. ini.

Namun di tengah nikmat ini, dirinya kadang memperhatikan kehidupan orang lain yang terlihat sangat berbahagia. Harta berlimpah, anak berprestasi, hidup selalu diselingi dengan jalan-jalan. Perhatian ini kemudian berujung kepada sebuah kesimpulan bahwa mereka lebih beruntung daripada dirinya.

Sadarkah kita, persespi seperti ini ternyata bisa dikatakan tidak memuliakan Al-Quran? Karena Allah Taala berfirman:

وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

“dan (Allah Taala) telah mengajarkan kepadamu (Muhammad) apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” [An-Nisaa’: 113]

Ternyata nikmat bisa berhubungan dekat dengan Al-Quran, baik melalui bacaan, hafalan, tafsir, tadabur, dan sebagainya, adalah karunia yang sangat besar dari Allah Taala.

Ketika kita sudah mendapatkannya, dan masih melihat nikmat lain itu lebih besar, masih melihat orang lain dengan nikmat lain lebih beruntung, maka kita pun telah merendahkan karunia berupa Al-Quran. Marilah jaga karunia ini dengan sebaik-baiknya. Dengan menghargainya, dan menularkannya kepada orang lain. (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.
Tags