AKHLAK

Akhlak Pasukan Turki Ini Mungkin Membuat Rakyat Eropa Kini Menyesali Perlawanan Mereka Dulu

mukjizat.co – Waktu itu sedang musim panas. Sultan Sulaiman Al-Qanuni dan pasukannya sedang merambah Eropa dalam sebuah perjalanan perang. Tujuannya kali ini adalah menahan pemberontakan dan mendisiplinkan beberapa kerajaan Eropa.

Saat itu mereka melewati daerah pegunungan yang cukup meletihkan tubuh mereka. Di sekitaran terlihat kebun-kebun anggur milik warga Nasrani. Sungguh menggoda tubuh mereka yang sedang kehausan dan keletihan.

Perjalanan memelan. Udara pun begitu panas. Meski banyak perkampungan dan perkebunan Nasrani yang berada sepanjang perjalanan, namun ada instruksi panglima agar pasukan tidak mengganggu warga. Bahkan berbicara dengan mereka pun tidak diperbolehkan. Jangan sampai timbul ketakutan pada warga sipil biasa. Itu tujuannya.

Kehausan yang teramat dan ranum anggur yang basah telah berhasil menaklukkan hati beberapa personil pasukan. Beberapa dari mereka pun memetik beberapa tangkai yang hanya cukup untuk menahan rasa haus. Bukan untuk dimakan hingga kekenyangan dan puas.

Anehnya, setelah memetik, mereka mengumpulkan beberapa keping uang lalu memasukkannya ke dalam sebuah kantung. Kantung itu digantungkan tepat di posisi tanaman yang mereka petik buahnya. Ternyata mereka tidak mau memakannya gratis. Uang itu sebagai bayaran harganya.

Seorang petani melihat kantung berisi uang itu. Lalu dia segera mengabarkan kepada penduduk kampung lainnya. “Ini hal luar biasa. Tidak mungkin ada pasukan militer seperti ini moralnya,” demikian komentar beberapa orang penduduk.

Mereka pun akhirnya berkumpul, lalu memutuskan untuk bersama-sama menemui panglima pasukan. Mereka ingin memberitahu kemuliaan akhlak pasukannya, dan juga ingin memberikan hadiah sebagai penghargaan mereka.

Benar. Mereka segera menyusul. Saat bertemu, mereka memaksa ingin bertemu dengan pembesar pasukan. “Personil-personil pasukan itu harus mendapatkan penghargaan dari kami,” demikan akhir pembicaraan mereka saat bertemu dengan panglima.

Namun ternyata dugaan mereka salah. Panglima pasukan, yang ternyata adalah Sultan Sulaiman Al-Qanuni sendiri, malah segera memanggil para personil itu. Bukan untuk memberikan penghargaan, tapi hukuman kepada mereka.

“Bagaimana mungkin kalian bisa tergoda melakukan kesalahan besar ini? Kalian telah melanggar peraturan. Apakah kalian sudah meminta izin? Bagaimana bisa kalian hanya meninggalkan uang sebagai bayaran harganya?” demikian sultan memarahi mereka.

“Panglima, keluarkan para personil ini dari pasukan kita,” perintah sultan pada akhir kemarahannya. Utusan warga Nasrani pun kaget. Mereka pun protes dengan keputusan sultan ini. Saat itulah sultan menyampaikan sebuah pernyataan,

“Negara kami sudah menjadi negara besar. Pasukan kami sudah tidak terkalahkah. Faktor utamanya adalah keadilan dan berpegang kepada agama kami yang memerintahkan untuk membela kebenaran. Walaupun kebenaran itu menguntungkan musuh dan merugikan kami sendiri.” (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

Add Comment

Click here to post a comment