AKHLAK

Seperti Ini Rasulullah Membenarkan Kesalahan Anak Muda

mukjizat.co – Anak muda yang salih dan istikamah dalam ketaatan pada ajaran agama adalah aset umat yang sangat bernilai. Adalah lumrah jika mereka melakukan kesalahan. Yang menjadi masalah adalah bagaimana memperbaiki kesalahan-kesalahan itu.

Rasulullah saw. mencontohkan cara yang sangat bijak dalam hal ini. Ada beberapa cara yang ditempuh Rasulullah saw. saat berusaha membenarkan kesalahan-kesalahan anak muda.

Pertama, menyinggung tanpa menyebutkan secara lugas. Rasulullah saw. sangat menghindari sikap menyalahkan seseorang di depan orang lain, apalagi orang banyak. Karena hal itu akan menghancurkan kepribadiannya, sehingga jadinya bukan kebaikan yang didapatkan.

Ibunda Aisyah ra. bercerita. Rasulullah saw. mendapatkan keringanan hukum dalam beberapa hal. Karena iman yang meluap dan kurangnya ilmu, beberapa sahabat tidak mau menerima keringanan itu. Kalau dibiarkan, ini bisa menjadi fenomena berlebih-lebihan dalam beragama.

Mendengar hal itu, Rasulullah saw. bersabda, “Kenapa ada orang yang tidak menyukai keringan yang diberikan kepadaku? Demi Allah, aku adalah orang yang paling mengenal Allah Taala dan takut kepada-Nya.” [Bukhari, Muslim].

Kedua, menunjukkan sikap marah. Kadang Rasulullah saw. tidak mengomentari kesalahan yang dilakukan seseorang. Beliau cukup menampakkah sikap marahnya.

Abu Sa’id Al-Khudri mengatakan, “Rasulullah saw. adalah seorang pemalu melebih wanita pingitan. Kalau beliau mendapati hal yang tidak disenanginya kami bisa melihatnya di wajah beliau.” [Bukhari, Muslim].

Suatu hari, Rasulullah saw. pulang ke rumahnya. Tapi beliau hanya berdiri di depan rumah tak kunjung memasukinya. Sebabnya ternyata karena ada kain yang bergambar makhluk ber-ruh di dalam rumahnya.

Ketiga, meyakinkan pelaku kesalahan akan kesalahannya. Cara Rasulullah saw. ini sungguh berkelas dalam memperbaiki kesalahan sahabatnya.

Suatu kali datang seorang anak muda, dan mengatakan, “Ya Rasulullah, izinkanlah aku berzina.” Datangnya orang banyak memarahi anak muda yang mungkin sedang kewalahan menahan dorongan seksualnya itu hingga berani-beraninya berkata seperti itu kepada Rasulullah saw.

Tapi dengan penuh ketenangan, Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Dekatlah ke sini.” Orang itu pun mendekat. Rasulullah saw. memulai wejangannya, “Maukah engkau ada orang lain melakukannya kepada ibuku?” Anak muda itu menggelengkan kepalanya.

“Maukah engkau ada orang lain melakukannya kepada putrimu? Kepada saudara perempuanmu? Kepada bibimu?” Setiap ditanya, orang itu selalu menjawab dengan penolakan.

Setelah itu semua, tampak ada pemahaman tentang buruknya berzina, bahwa tidak ada laki-laki yang menerima jika hal itu terjadi di keluarganya. Setelah itu Rasulullah saw. meletakkan tangannya di dada orang itu sembari berdoa, “Ya Allah ampunilah dia, sucikan hatinya, dan peliharalah kemaluannya.”

Setelah itu, diketahui bahwa anak muda itu sama sekali tidak menginginkan perbuatan zina.

Keempat, membuat pelaku merasa bahwa pebuatannya adalah kesalahan besar. Suatu kali Rasulullah saw. tampak sangat marah. Hal itu lantaran kesalahan yang dilakukan oleh Usamah bin Zaid ra. dalam sebuah peperangan.

Ada musuh yang sudah terdesak lalu mengucapkan kalimat tauhid, tapi Usamah ra. membunuhnya. “Usamah, kenapa engkau membunuhnya setelah mengucapkan kalimat tauhid?” demikian Rasulullah saw. menanyainya.

Usamah ra. hanya bisa menjawab, “Dia mengucapkannya hanya untuk berlindung dari kematian.” Tapi ternyata Rasulullah saw. tidak mau menerima alasan itu. Beliau pun mengulang-ulang pertanyaan yang sama.

Usamah ra. menceritakan perasaannya saat itu, “Aku begitu takut dan malu kepada Rasulullah saw., hingga aku berandai-andai kemarahan Rasulullah saw. kepadaku itu terjadi sebelum diriku masuk Islam.” (sof1/www.mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.