TUNTUNAN

Kejahatan Terbesar Ini Kita Pelakunya

mukjizat.co – Banyak sekali kejahatan besar yang dilakukan manusia. Pembunuhan sadis, pembantaian massal, perusakan hutan, dan sebagainya. Tapi ada kejahatan yang jauh lebih dari itu semua. Sedihnya, pelakunya ternyata adalah umat Islam.

Kejahatan itu adalah menganggap dan memperlakukan Rasulullah saw. hanya sebagai tokoh sejarah yang dilahirkan di Mekah, lalu hijrah ke Madinah untuk membangun sebuah negara Islam dengan tuntunan dari Allah Taala.

Kita telah melakukan kejahatan saat memperlakukan Muhammad saw. hanya sebagai seorang nabi yang hidup 1400 tahun yang silam. Orang yang sangat agung dalam hati kita. Sehingga setiap kali mendengar namanya, kita pun bersalawat untuk mendapatkan pahala dan tidak dikatakan sebagai orang yang pelit.

Kita memang mengimani, mencintai dan mengagungkannya. Tapi kita telah melakukan kejahatan terbesar saat membaca sejarahnya hanya sebagai cerita untuk menghibur hati. Atau sebagai peristiwa-peristiwa yang telah terabadikan dalam buku-buku sejarah. Bukan sebagai tuntunan kehidupan, arahan dalam berfikir dan berinteraksi.

Islam adalah tuntunan kehidupan nyata kita. Karena itu tidak cukup menanggapinya hanya dengan perasaan dan niatan. Tapi harus menjadi sebuah gerakan nyata dalam keseharian.

Kenapa ini terjadi? Sejarah kehidupan Rasulullah saw. yang kita pelajari lalu kita ajarkan hanyalah penuturan peristiwa sejarah yang mati, lalu disajikan dengan gaya penyampaian yang kering.

Isi yang kita temukan hanyalah kapan Rasulullah saw. dilahirkan, diangkat menjadi nabi, hijrah ke Madinah, Perang Badar, siapa saja yang terbunuh dalam perang tersebut, dan seterusnya hingga Rasulullah saw. wafat.

Kalau demikian keadaannya, kapan dan bagaimanakah Rasulullah saw. masuk dalam hati anak-anak kita? Bagaimana sejarah beliau bisa memberikan pengaruh dalam perilaku dan kehidupan mereka?

Pernahkah seorang siswa menangis karena terpengaruh dengan isi pelajaran Sirah Nabawiyah di kelasnya? Bahkan ketika membahas tentang peristiwa wafatnya Rasulullah saw. pun tidak ada siswa yang bersedih lalu menangis. Karena yang dibahas hanyalah peristiwa dan tanggalnya saja.

Kalau seperti ini keadaannya, masih bisakah kita berharap kehidupan Rasulullah saw. menjadi inspirasi untuk kehidupan kita? Yang akan berpengaruh dalam menentukan arahnya dari waktu ke waktu? (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.