TUNTUNAN

Hargai Waktu, Ulama Ini Ogah Basa-basi

Hidup benar-benar dihitung detik perdetik.

mukjizat.co – Ulama Salaf memang harus menjadi panutan dalam hal menjaga waktu. Kesempatan yang mereka miliki benar-benar digunakan untuk urusan yang sangat berprioritas. Mereka sangat khawatir jika kebaikan utama belum terlaksana sementara kesempatan sudah tertutup.

Sufyan Ats-Tsauri di antaranya, salah seorang ulama hadits yang terkemuka. Berkeliling ke negeri-negeri Islam untuk mengumpulkan hadits. Ketika datang ke kota Basrah, dan melihat Hammad bin Salamah, Sufyan langsung mengatakan, “Sampaikan kepadaku hadits Abil ‘Usyara dari ayahnya.” Hammad pun langsung membacakan, “Abul ‘Usyara menyampaikan kepadaku….”

Setelah selesai menyampaikan hadits itu, Sufyan baru datang mendekat kepada Hammad. Mengucapkan salam dan memeluknya. “Siapa engkau?” Hammad bertanya. Sufyan menjawab, “Aku Sufyan.” “Ibnu Sa’id?” tanya Hammad terus. Sufyan menjawab, “Iya.” “Ats-Tsauri?” Hammad memastikan. Sufyan mengangguk mengiyakan.

Setelah tahu bahwa yang di depannya adalah ulama besar, Hammad pun bertanya, “Kenapa engkau tidak mengucapkan salam terlebih dulu, baru meminta dibacakan hadits?” Sufyan pun menjawab, “Aku khawatir engkau meninggal dunia sebelum aku bisa mendengar hadits itu.”

Demikianlah para ulama sangat khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan kebaikan. Mereka pun segera mengambilnya tanpa menunda-nunda, walaupun sekadar untuk menyapa dan mengucapkan salam. Padahal mengucapkan salam dan menanyakan kabar bukanlah hal buruk, dan tak seberapa mengambil waktu kita. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.