BINGKAI

Perawan-perawan Ini Bertekad Menikah dengan Isa Al-Masih

Menikah dengan Isa Al-Masih?

mukjizat.co – Gaun indah dan cincin telah dibeli Jessica. Pada hari yang telah ditentukan, dia pun berdiri di depan altar gereka Katolik untuk menjalani ritual pernikahan.

Tapi hanya dia seorang yang hadir, pernikahan tidak dihadiri calon pengantin prianya. Ternyata Jessica menikah dengan Isa Al-Masih.

Jessica sudah berumur 41 tahun. Dirinya mantap untuk hidup menjadi perawan. Dia masuk dalam daftar para wanita yang menikah dengan Isa Al-Masih yang saat ini berjumlah sekitar 4000 di seluruh dunia.

Dalam upacara itu, Jessica mengenakan gaun pernikahan berwarna putih, dan berjanji untuk terus menjaga kesuciannya sepanjang hidup. Tidak akan jatuh dalam hubungan  seks dan asmara. Dia pun dikenakan cincin pernikahan sebagai simbol telah menikah dengan Isa Al-Masih.

Jessica bercerita, “Kadang ada yang bertanya kepadaku, ‘Apakah kamu telah menikah?’ Maka aku jelaskan bahwa aku agak mirip dengan biarawati, karena sudah berkomitmen dengan Isa Al-Masih.”

Memang ada kemiripan antara orang seperti Jessica dengan biarawati, yaitu sama-sama hidup sebagai perawan. Bedanya, orang sejenis Jessica hidup berbaur dengan masyarakat sekular, bekerja, dan hidup mandiri. Sementara biarawati hidup tertutup di biara.

Inilah hal yang telah disebutkan Al-Quran dengan kerahiban yang diada-adakan. Allah Taala berfirman:

“Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik.” [Al-Hadid: 27].

Yang tentunya bertentangan dengan fitrah manusia, yang sangat tidak disukai Rasulullah saw.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah  kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [Ali Imran: 14].

“Orang yang tidak senang dengan sunnahku, maka bukan bagian dari umatku.” [Bukhari, Muslim].

(sof1/bbc/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.