SEJARAH

Jin Ifrit dan Kisah Islamnya Kepulauan Maladewa

Penduduk 'Surga Dunia' ini 100% Muslim.

mukjizat.co – ketika mendengar kata Maladewa, yang langsung terbayang dalam benak kita adalah sebuah destinasi wisata yang sepertinya ‘dimonopoli’ oleh orang-orang berharta melimpah.

Selain pemandangan Maladewa yang disebut sebagai Sepotong Surga di bumi, yang cukup menakjubkan adalah bahwa 100% penduduknya adalah Muslim.

Kisah keislaman kepulauan yang terdiri dari 1190 pulau dikisahkan oleh traveler Muslim, Ibnu Battuta, yang sempat mampir dan tinggal beberapa waktu di sana.

Walaupun hanya berbentuk kepulauan dengan pulau-pulau kecil dan ketinggian yang tidak seberapa, penduduk kepulauan ini mendapatkan sumber air tawar yang sangat segar dari sumur-sumurnya.

Sebelumnya, agama penduduk Maladewa adalah Budha. Namun kemudian ramai-ramai memeluk Islam berkat dakwah seorang  traveler Muslim asal Maroko bernama Abul Barakat Yusuf Al-Barbari. Rumah dan makamnya hingga saat ini masih terawat dan menjadi tujuan kunjungan rakyat Maladewa.

Kisahnya sangat unik. Ibnu Battuta menceritakan dalam bukunya dari penuturan para ulama negeri itu. Bahwa saat penduduk Maladewa beragama Budha, setiap bulannya mereka selalu kedatangan pasukan jin. Kedatangannya mereka biasanya berwujud sebuah perahu besar yang penuh dengan cahaya lentera.

Karena rasa ketakutan, setiap kali melihat hal itu, penduduk pun memberikan persembahan. Mereka memilih salah seorang gadis cantik, mempersoleknya dan dimasukkan ke dalam kuil yang terletak di bibir pantai. Biasanya pada hari berikutnya, gadis ini sudah mati. Demikianlah, sudah menjadi adat bertahun-tahun.

Lalu datanglah Abul Barakat yang juga merupakan seorang ulama penghafal Al-Quran. Dia menumpang di rumah seorang yang sudah tua renta. Saat itu anggota keluarganya sedang berkumpul dan banyak yang menangis.

Abul Barakat menanyakan sebab mereka menangis. Ternyata bulan ini, undian jatuh kepada keluarga ini untuk menjadikan salah seorang gadisnya sebagai persembahan untuk jin Ifrit yang sebentar lagi datang.

“Malam ini biarkanlah aku yang menjadi ganti gadis kalian sebagai persembahan,” demikian Abul Barakat menawarkan dirinya. Setelah dikenakan pakaian selayaknya, dimasukkanlah Abul Barakat ke dalam kuil dalam kondisi sudah berwudhu.

Begitu berada di dalam, Abul Barakat langsung memulai tilawah Al-Quran, dan terus membacanya. Sampai datanglah jin memasuki kuil. Karena mendapatinya sedang bertilawah, jin itu pun pergi dan kembali masuk ke dalam air. Abul Barakat terus membaca Al-Quran semalam suntuk.

Di pagi hari, para penduduk bersiap mengambil mayat Abu Barakat. Mereka kaget karena Abul Barakat masih hidup bahkan sedang membaca Al-Quran. Mereka pun melaporkan kejadian ini kepada raja.

Abul Barakat bertemu raja yang terheran-heran dengan kehebatannya. Terjadilah percakapan yang di antara isinya adalah ajakan kepada raja untuk memeluk Islam. Sesuai dugaan, raja ternyata siap masuk Islam. “Tapi ada syaratnya. Kau lakukan hal ini sekali lagi. Kalau kau selamat, aku akan masuk Islam.”

Ternyata sebelum datang jin Ifrit, raja sudah masuk Islam karena melihat akhlak keseharian Abul Barakat. Setelah genap satu bulan, dan saatnya datang jin Ifrit, Abul Barakat bersiap-siap dan masuk kuil. Ternyata kali ini jin sudah tidak datang lagi.

Demikianlah, akhirnya seluruh penduduk Maladewa memeluk agama Islam. Mereka bermazhab fikih Imam Malik. Sesuai dengan mazhab daerah asal Abul Barakat, Maroko. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

About the author

Moh. Sofwan

2 Comments

Click here to post a comment

  • Insyaallah..klo tdk salah tu ya tempat beribadahh selain masjid tdk di perolehan kan ( aq tdk melihat tempat beribadah selain masjid saja dua miggu lamanya sy singah disitu tahu 2007) pas disana aq nemuin hari kemerdekaanya jg. Hampir sama kyk di Indonesia ada acara lomba gitu. Uniknya lagi pas dimalam harinya kan ada acara panggug tu nyanyi”an kalo giliran yang nyanyi perempuan lampu panggung di mati’kan. Pokoknya super dah maldives