TEMUAN

Seorang Bayi Terdampar Sendirian di Pulau, Akankah Dia Beriman kepada Allah?

Ternyata setiap manusia pada awalnya beriman kepada Allah Taala.

mukjizat.co – Sudah banyak kisah novel fiksi yang menceritakan tentang kehidupan memencil dan menyendiri yang dialami oleh seorang bayi. Bayi tumbuh besar dalam asuhan binatang liar.

Walaupun berbeda ending ceritanya. Ada roman Hayy bin Yaqdzan karya Ibnu Thufail (506 H/1110 M) yang berakhir dengan Hayy yang akhirnya berhasil mengenal Allah Taala melalui tafakkur alam semesta.

Hingga Tarzan yang ditulis Edgar Rice Burroughs (rilis tahun 1912 M) yang berakhir dengan Tarzan mengenal keluarga asalnya yang ternyata bangsawan dan kaya raya.

Kisahnya berkisar tentang bagaimana manusia bersih dan lugu berusaha untuk mengenal dirinya. Hingga akhirnya berhasil mengenal Tuhannya. Ternyata bisa. Dalam sebuah artikel berjudul “Children Are Born Believers in God” disebutkan hasil sebuah penelitian tentang kemampuan tersebut.

Dr. Justin Barrett, peneliti dari Universitas Oxford, mengatakan, “Anak-anak dilahirkan dalam kondisi beriman kepada Allah Taala. Mereka tidak mesti mendapatkan ide tentang agama melalui pendiktean. Hal ini terjadi karena mereka meyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta adalah diciptakan dengan sebuah maksud.”

Lebih lanjut, Barrett mengatakan, “Anak-anak bisa memiliki keimanan walaupun tidak mendapatkan pelajaran keimanan melalui sekolah maupun keluarga. Bahkan jika mereka tumbuh berkembang di sebuah pulau terpencil sendirian, pemikiran mereka pasti akan sampai pada keimanan kepada Tuhan.”

Dalam penelitiannya, di antara yang dilakukan Barrett adalah menguji anak-anak dengan umur yang bervariasi. Semunya meyakini bahwa segala sesuatu di alam semesta adalah diciptakan dengan maksud dan tujuan yang spesifik.

Tentang tujuan diciptakannya burung, misalnya, ada seorang anak berumur 6 tahun menjawab, “Untuk mengeluarkan suara-suara yang indah.” Sementara anak lain yang berumur 7 tahun menjawab, “Untuk menjadikan alam ini indah dilihat.”

Seorang bayi berusia 12 bulan terlihat keheranan ketika menyaksikan sebuah bola yang menggelinding turun melewati setumpuk batu-bata hingga akhirnya tersusun sebidang dinding yang sangat rapi.

Anak-anak berusia 4 tahun, misalnya, walaupun mengatakan bahwa banyak hal yang dilihatnya adalah hasil ciptaan manusia, tapi mereka meyakini bahwa alam yang dilihat di sekitarnya berbeda sama sekali.

Ternyata kenyataan ini sudah disebutkan Rasulullah saw. dalam haditsnya, “Setiap bayi dilahirkan dalam kondisi fitrah (beriman kepada Allah Taala). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya beragama Yahudia, Nasrani, maupun Majusi.” [Bukhari]. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.