TADABUR

Tadabur Surat Al-Kahfi (6): Jangan Pilih yang Rusak

Sadar sebelum menyesal.

Allah Taala berfirman:

وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.” [Al-Kahfi: 8].

mukjizat.co – Dunia adalah ujian; sekadar untuk memilih antara taat kepada Allah Taala atau mengikuti hawa nafsu kita. Kasih sayang Allah Taala-lah yang telah membuat kita tahu dan harus meyakini bahwa penyesalan akan benar-benar kita derita saat memilih mengikuti hawa nafsu. Allah Taala sayang kepada kita, tidak mau kita menyesal pada akhirnya.

Rumah yang kita pilih karena lebih kita cintai daripada ridha Allah; teman hidup yang kita pilih walaupun masih banyak pilihan lain yang diridhai Allah; pundi-pundi dunia yang kita tumpuk dari jalan haram karena tidak puas dengan yang halal; tempat-tempat istimewa yang malah kita pilih sebagai pelepas kepenatan bukan dengan mendatangi tempat ibadah kepada Allah; bisnis-bisnis prestisius yang kita bangun dengan mengorbankan kedekatan dengan Allah. Semua itu akan sirna.

Semua yang kita usahakan dan banggakan akan sirna, yang tersisa hanyalah murka Allah Taala. Semua akan rusak, yang utuh hanyalah siksa Allah Taala. Sekilas ujian dunia itu mudah, tapi ternyata efek terakhirnya sungguh sangat mengerikan. Penyesalan yang tidak berujung. “Ternyata kita memilih yang rusak; kita tinggalkan yang bisa kita andalkan,” seperti itu mungkin kata hati kita saat itu.

Semua yang ada di dunia ini akan hancur. Keindahan, istana megah, gedung kokoh, kebun segar, wanita jelita, makanan  minuman menggiurkan, harta melimpah, dan semuanya.

Semua yang pernah dilihat mata kita akan sirna. Tempat-tempat yang kita gunakan untuk bermaksiat juga akan menghilang. Malam-malam panjang penuh kelalaian akan berakhir. Semua akan berganti dengan gelapnya alam kubur.

Sepanjang apapun siang pasti akan digantikan malam. Sekuat apapun tubuh kita pasti akan luluh lantak berubah tanah. Dunia akan segera kita tinggalkan. Segera. Yang sudah pasti menunggu kita adalah perhitungan dan pembalasan. Kalau berhasil memilih kebaikan, kebaikan pula yang akan kita raih dalam pembalasan. Di dunia ini janganlah memilih keburukan kalau tidak ingin keburukan menimpa kita dalam pembalasan.

Menjadi tanah rata lagi tandus”. Tidak ada gunung, lembah, sungai, pantai. Apalagi istana dan gedung-gedung kebanggaan kita. Semuanya rata, bahkan sekadar rumput dan tumbuhan pun hilang dari pandangan mata kita.

Kenapa ayat yang sangat mengerikan ini menjadi pembuka sebelum masuk kisah Ashabul Kahfi? Ternyata kita sedang disuguhi succes story. Merekalah contoh orang-orang yang lulus dalam ujian dunia ini. Mereka dihadapkan kepada pilihan sulit, tapi akhirnya memilih yang baik untuk masa depan akhirat mereka. Walaupun harus meninggalkan kemewahan dunia yang sudah mereka yakini akan segera sirna. Jum’ah Mubaarakah. (sof1/mukjizat.co).

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.