TEMUAN

Menerima Tafsir Klasik dan Menolak Tafsir Modern, Bijakkah?

Menolak tafsir modern adalah sikap yang sangat merugikan.

mukjizat.co – Ada orang-orang yang berpandangan bahwa memahami dan mengambil pelajaran dari Al-Quran hanya dapat dilakukan dengan mempelajari buku-buku tafsir klasik. Bahkan kemudian menentukan dan membatasi kajian mereka dengan judul-judul buku tafsir tertentu.

Anggapan mereka, para ulama klasik telah selesai menggali seluruh petunjuk yang terkandung dalam Al-Quran. Sama sekali tidak tersisa untuk digali para ulama zaman berikutnya.

Dengan anggapan seperti ini, ulama zaman sekarang tidak bisa menambahkan sesuatu yang baru dalam khazanah tafsir Al-Quran. Karena memang semuanya telah digali oleh ulama klasik. Kalau pun ulama sekarang menulis buku-buku kajian ke-Quran-an, hal itu tidak lebih dari menyusun ulang apa yang telah dihasilkan para pendahulu mereka.

Lebih parah lagi, anggapan ini juga kemudian berkembang kepada menolak semua karya ulama modern terkait dengan Al-Quran. Sebagus apapun karya itu, akan ditolak, dan dikatakan membuang-buang waktu jika membacanya.

Pandangan dan sikap seperti ini sebenarnya telah menzalimi para ulama klasik, sebelum menzalimi ulama modern. Kita memang diperintahkan untuk menghormati dan memuliakan para ulama klasik. Mereka adalah ulama dengan kecerdasan dan keilmuan yang sangat luar biasa. Kehidupan mereka didedikasikan untuk khazanah keilmuan Islam. Siapa yang berani meragukan keilmuan tokoh sekaliber At-Thabari, Az-Zmakhsyari, Raghib Al-Asfahani, dan Ar-Razi?

Tapi kita juga harus mengakui bahwa ulama-ulama zaman ini juga banyak yang telah menemukan hal-hal baru yang murni penemuan mereka. Banyak sisi keagungan Al-Quran yang merekalah orang pertama yang mengungkapnya. Oleh karena itu, penemuan mereka benar-benar original.

Sangatlah rugi ketika kita menganggap sebelah mata karya-karya tafsir seperti Tafsir Al-Manar (Rasyid Ridha), Fi Zhilalil Quran (Sayid Qutb), Shafwatul Atsar wal Mafahim (Abdurrahman Ad-Dausari), dan lainnya. Buku-buku fenomenal karya ulama besar seperti Dr. Muhammad Abdullah Darraz juga sangat kaya dengan penemuan baru. Karena bobot sebuah buku bukan pada umurnya, tapi para keaslian dan keunikan penemuannya. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.