PERISTIWA

Orang Ini Mati Mengenaskan, Bukti Kebenaran Rasulullah

Doa Rasulullah saw. pasti akan terwujud.

mukjizat.co – Abu Lahab adalah kerabat Rasulullah saw. tapi membenci dan menentang dakwahnya. Bukan hanya dia saja, anaknya, Utaibah bin Abi Lahab, juga mengikuti langkah ayahnya dalam urusan ini, padahal dia adalah salah seorang menantu Rasulullah saw. Utaibah adalah suami Umi Kultsum ra.

Salah satu bukti kebenciannya kepada Rasulullah saw. terlihat saat dirinya bersama ayahnya sedang bersiap-siap untuk melakukan ekspedisi dagang ke negeri Syam. Saat itu Utaibah mengatakan, “Demi Allah, aku akan segera mendatangi Muhammad dan aku akan mencelakainya karena dakwahnya.”

Benar, dia pergi menemui Rasulullah saw., dan mengatakan, “Aku kafir dengan malaikatmu yang (dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat pada Muhammad sejarak dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi [An-Najm: 8-9].”

Dikabarkan dalam beberapa riwayat bahwa Utaibah juga meludahi Rasulullah saw., tapi ludahnya tidak mengenai wajah Rasulullah saw. Saat itu Rasulullah saw. mengatakan, “Ya Allah, kirimkanlah satu ekor anjingmu.”

Lalu pulanglah Utaibah dan menemui ayahnya, Abu Lahab. “Apa yang telah kau katakan kepadanya?” tanya Abu Lahab. Maka dengan penuh bangga diceritakanlah apa yang telah dikatakan dan dilakukannya kepada Rasulullah saw.

“Terus, apa jawaban Muhammad?” tanya Abu Lahab lagi. Utaibah menjawab bahwa Muhammad berdoa kepada Allah untuk mengirimkan satu ekor anjing-Nya. Abu Lahab pun pucat ketakutan, dan berkata, “Nak, demi Allah, aku sangat khawatir doa itu benar-benar akan menimpamu.”

Singkat cerita, kafilah dagang Quraisy itu pun memulai perjalanan. Hingga sampai ke sebuah wilayah, mereka beristirahat. Di sana terlihat sebuah tempat ibadah pendeta Kristen. Pendeta itupun heran ada orang-orang Arab beristirahat di wilayah itu, “Hai orang-orang Arab, kenapa kalian berhenti di tempat ini? Tempat ini sangat berbahaya. Banyak sekali singa berkeliaran layaknya kambing berkeliaran.”

Saat itulah Abu Lahab berkata, “Kalian semua tahu aku sudah tua, dan mengetahui mana yang benar. Aku yakin doa Muhammad akan segera terwujud, sungguh aku sangat mengkhawatirkan keselamatan anakku.” Saat itu benar terlihat seekor singa yang datang kemudian berjalan mengitari mereka.

Saat itulah, Utaibah menyadari kesalahannya, “Sungguh celaka aku, singa ini akan memakanmu seperti yang didoakan oleh Muhammad. Muhammad benar-benar membunuhku, padahal berada dia di Mekah sementara aku berada di Syam.”

Malam ini, Utaibah sama sekali tidak mau menyentuh makan malam yang dihidangkan. Maka tibalah waktu untuk tidur. Saat itu, Abu Lahab berkata kepada rombongannya, “Wahai orang-orang Quraisy, aku minta kalian menolongku malam ini. Sungguh aku khawatir anakku tertimpa doa Muhammad.”

Mereka pun mengumpulkan barang-barang bawaan mereka, dan membentangkan alas untuk tidur Utaibah. Utaibah tidur di tempat paling tengah. Sementara orang-orang tidur di sekelilingnya. Ketika orang-orang sudah mulai tertidur, datanglah seekor singa. Dia mendekati satu persatu orang yang sedang tidur, mendengus-dengus wajah mereka. Satu persatu. Hingga sampailah kepada Utaibah.

Ketika sampai ke Utaibah, singa itupun mencakar-cakar tubuhnya hingga mati. Di akhir nafasnya, “Benar, dia benar-benar telah membunuhku.” Ternyata anjing yang dimaksud Rasulullah saw. adalah seekor singa. Ketika dikatakan bahwa binatang milik Allah Taala, hal itu bermakna bahwa binatang itu sangat besar. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.