PERISTIWA

10 Usaha Pembunuhan Nabi saw (4)

Fudhalah pura-pura masuk Islam agar bisa dekat dengan Rasulullah saw. guna melancarkan rencana jahatnya.

mukjizat.co – Para nabi dan utusan Allah Taala mempunyai satu kelebihan dari Allah Taala, yaitu terpelihara (ma’shum). Selain terpelihara dari perbuatan dosa, ada beberapa nabi yang juga terpelihara dari upaya pembunuhan. Menurut beberapa ulama, para nabi yang terpelihara dari pembunuhan adalah nabi-nabi yang diperintahkan untuk berjihad. Karena ada beberapa nabi yang meninggal dunia karena dibunuh, seperti Nabi Zakaria as. dan Nabi Yahya as.

Adapun Rasulullah saw. adalah salah satu nabi yang diperintahkan (ada perintah jihad dalam syariatnya). Oleh karena itu, beliau termasuk yang terpelihara dari upaya pembunuhan. Tercacat ada 10 kali upaya pembunuhan terhadap beliau, ternyata tidak ada satu pun yang berhasil.

Fudhalah bin Umair adalah orang yang sangat membenci dan memusuhi Rasulullah saw. Saking bencinya, Fudhalah berencana membunuh Rasulullah saw. saat penaklukan kota Mekah, 20 Ramadhan 8 H. (10 Januari 630 M.). Saat itu Rasulullah saw. sedang bersama 10 ribu pasukannya. Hanya dengan melihat ini, sebenarnya Fudhalah sudah meyakini bahwa rencananya penuh dengan resika. Bisa dipastikan dia akan mati. Namun kebencian telah terlanjur menguasai dirinya sehingga ketakutan itu tidak bisa menahannya.

Fudhalah pun mendekat saat Rasulullah saw. sedang melaksanakan ibadah thawaf mengelilingi Ka’bah. Setelah dekat, Rasulullah saw. menegurnya, “Kamu Fudhalah?” Fudhalah menjawab, “Iya, benar aku Fudhalah, ya Rasulullah.” Saat itu memang Fudhalah pura-pura sudah masuk Islam sehingga bisa santai berdekatan dengan Rasulullah saw.

Namun kemudian Rasulullah saw. bertanya, “Ada niatan apa dalam hatimu, Fudhalah?” Fudhalah menjawab, “Tidak ada apa-apa, Rasulullah. Aku hanya sedang berzikir.” Rasulullah saw. pun tersenyum mendengar jawaban itu, lalu mengatakan, “Mintalah ampun kepada Allah.” Rasulullah saw. mengetahui rencana jahat Fudhalah. Bagaimana beliau bisa tahu? Tentu ini adalah sebuah mukjizat, Allah Taala mengabarkannya kepada Rasulullah saw.

Lalu Rasulullah saw. meletakkan tangannya di dada Fudhalah sehingga Fudhalah benar-benar merasakan adanya ketenangan merasuk dalam hatinya. Fudhalah bercerita, “Begitu tangannya dilepaskan dari dadaku, aku langsung mencintai Rasulullah saw. Bahkan tidak ada satu pun ciptaan Allah Taala yang lebih kucintai seperti beliau.”

Saat itulah Fudhalah benar-benar masuk Islam. Fudhalah menjadi Muslim yang baik langsung saat itu juga. Tidak menunggu hari. Bahkan ketika pulang ke rumahnya, dia melewati seorang wanita Jahiliyah yang biasa diajaknya mengobrol. Wanita itu pun mengajaknya mengobrol, namun Fudhalah menjawab, “Allah dan agama Islam tidak suka denganmu.” Benar-benar kebaikan dan doa Rasulullah saw. telah mengubah orang, dari sangat membenci menjadi sangat mencintai; dari buruk menjadi sangat baik. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda