SEJARAH

7 Kehebatan Tukang Sihir Firaun

Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari berimannya para tukang sihir Firaunز

mukjizat.co – Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari berimannya para tukang sihir Firaun, yang untuk mempertahankan keyakinannya harus kehilangan harta, jabatan dan bahkan nyawa. Sekali lagi terbukti bahwa keimanan adalah rahasia Allah Taala. Seburuk apapun seseorang, ketika Allah Taala kehendaki beriman, pastilah akan beriman. Pun demikian sebaliknya. Berikut 7 pelajaran yang bisa kita petik dari keislaman mereka:

Pertama. Sebelumnya, para tukang sihir itu hidup dalam kekafiran, syirik dan menyakiti orang lain. Kemudian ketika melihat kebenaran dengan nyata, mereka langsung menyatakan keimanan di depan makhluk Allah paling jahat di dunia, Firaun. Mereka tidak menunda keimanannya dengan alasan yang dibuat-buat seperti mengkhawatirkan nyata, harta, kedudukan, keluarga, dan sebagainya. Bahkan untuk sekadar menyembunyikan keimanan, padahal ini dibolehkan, mereka pun tidak sudi.

Kedua. Kita sangat heran dengan perubahan yang revolusioner mereka hanya dalam satu hari. Di pagi hari mereka adalah tukang sihir yang sangat jahat, namun di sore harinya menjadi mukminin yang mati syahid. Sekali saja mereka melakukan sujud, kejahatan sepanjang hidup mereka telah dibersihkan.

Ketiga. Segala sesuatu biasanya berproses. Dari kecil lalu membesar secara perlahan. Demikian juga iman yang karakteristiknya mengalami naik dan turun. Iman seseorang akan terus mengalami perkembangan dengan semakin banyaknya ilmu dan bukti yang akan menjadikan seseorang sangat yakin. Keimanan yang sudah memuncak akan mengalahkan semua ikatan di dunia ini. Tidak bisa dibelenggu dengan ikatan keluarga, harta, jabatan dan sebagainya. Namun yang kita dapati dalam keimanan para tukang sihir ini sungguh menakjubkan. Iman masuk dalam hati mereka, dan langsung bergelora sangat besar sehingga tidak bisa dipadamkan dengan ancaman semengerikan apapun ataupun godaan semenarik apapun. Mereka merelakan itu semua dengan mudahnya demi mempertahankan iman mereka.

Keempat. Godaan yang diberikan kepada mereka cukup beragam. Mulai dari harta: “Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Firaun mengatakan: “(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” [Al-A’raf: 113]. Jabatan: “Firaun menjawab: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).” [Al-A’raf: 114].

Ancaman juga sangat kejam: “Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya.” [Thaha: 71].

Tapi apa jawaban mereka? “Mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan.  Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja. Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya).” [Thaha: 72-73].

Kelima. Ada dua hal yang menjadi penghalang terbesar dalam mengikuti kebenaran. Yaitu masih adanya keinginan jiwa kita terhadap harta, anak, lawan jenis, jabatan dan kedudukan. Lalu masih adanya rasa takut dan khawatir akan kehilangan kehidupan, keluarga, anak, penghidupan, dan sebagainya.

Ketika terlepas dari dua penghalang itu, maka seseorang akan menjadi raja yang besar walaupun tidak terlihat mengenakan mahkotanya. Mereka berkuasa penuh atas dirinya. Ringan berjalan menuju Allah Taala tanpa ada yang mengganggu dan membebani. Ada dan hilangnya penghalang itu sangat tergantung lemah dan kuatnya iman tertancap dalam hati kita.

Keenam. Dari mana para tukang sihir itu belajar dalam sehari saja bagaimana dunia adalah kehidupan yang fana, sementara akhirat adalah kehidupan yang abadi? Bagaimana pengetahuan mereka bisa membuat mereka mudah melepaskan yang pertama demi mendapatkan yang kedua. Padahal mereka tidak lama bersama Nabi Musa as. untuk bisa meresap pengetahuan dan nilai-nilai tadi.

Ketujuh. Kisah berimannya para tukang sihir Musa as. membuka pintu harapan lebar-lebar untuk orang-orang yang saat ini masih bergelimang kemaksiatan. Mereka tidak boleh berputus asa mendapatkan hidayah dan ampunan dari Allah Taala, karena orang yang bergelimang dalam kemusyrikan saja bisa mendapatkannya. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.