AKHLAK

Beginilah Seharusnya Sikap Ulama kepada Penguasa

Ulama adalah pewaris para nabi. Dulu, ketika seorang nabi meninggal dunia, dakwahnya dilanjutkan oleh nabi-nabi berikutnya.

mukjizat.co – Ulama adalah pewaris para nabi. Dulu, ketika seorang nabi meninggal dunia, dakwahnya dilanjutkan oleh nabi-nabi berikutnya. Tak heran jika jumlah nabi bisa mencapai ratusan ribu nabi. Namun tak demikian halnya dengan para pengikut Nabi Muhammad saw., yang merupakan nabi terakhir. Setelah beliau wafat, tidak ada nabi lagi yang diutus Allah Taala membawa hidayah kepada seluruh umat manusia. Para ulamalah yang mewarisi kepemimpinan Nabi Muhammad saw.

Seperti kita ketahui, Nabi Muhammad saw. bukan hanya pemimpin keagamaan. Menyampaikan wahyu, mengajak semua orang kepada jalan Allah Taala, memperbaiki kondisi kehidupan umatnya yang jahiliyah menuju kehidupan yang sesuai dengan petunjuk Allah Taala. Bukan itu saja tugas Nabi Muhammad saw. Beliau juga memimpin negara yang saat itu berpusat di Madinah. Kalau demikian, ulama juga mempunyai warisan tugas turut mengurus negara.

Dulu seorang pemimpin politik juga merupakan orang yang pandai dalam ilmu keagamaan. Karena saat ini pemimpin negara bukan seorang ulama, maka ulama harus mempunyai sikap yang jelas agar bisa melakukan kontrol, menjalankan tugas warisan dari Rasulullah saw. Ada beberapa hal yang harus ulama perhatikan dalam masalah ini.

Tidak berlomba dekat dengan penguasa

Rasulullah saw. bersabda, “Orang yang selalu berdekatan dengan penguasa akan terpengaruh dan tergoda. Semakin dekat kepada penguasa, seorang hamba akan semakin jauh dari Allah Taala.” [Abu Daud].

Huzaifah ra. mengatakan, “Hendaknya kalian menjauhi posisi-posisi ujian. Apa itu posisi ujian? Pintu-pintu istana penguasa. Kalian memasukinya, lalu membenarkan penguasa dengan dusta, lalu mengatakan apa yang tidak berdasarkan dalil.” [Abdurrazzaq].

Abu Dzar ra. mengatakan, “Jangan kau masuki pintu-pintu penguasa. Setiap kali kau mendapatkan sedikit dunia mereka, mereka akan mengambil keshalihanmu yang jauh lebih banyak.” [Al-Islam bainal Ulama wal Hukam].

Ketika Imam Bukhari pulang ke kampung halaman di akhir kehidupannya, guburnur Bukhara menundangnya ke istana untuk mengajari keluarga istana. Saat itu Imam Bukhari  mengatakan kepada utusan gubernur, “Aku tidak akan membuat hina ilmu dengan membawanya ke pintu-pintu istana. Jika sultan ingin belajar, datanglah dia ke masjidku. Jika tidak ingin, bahkan mungkin dia bisa membubarkan majlis ilmuku, dan aku akan melaporkannya kepada Allah Taala.”

Kecuali jika untuk amar makruf nahi munkar, mengingatkan kesalahan, dan karena diundang, datang ke istana tidak dipermasalahkan.

Tidak merasa hina di depan penguasa

Ulama harus berwibawa. Abul Aswad Ad-Duali mengatakan, “Tidak ada yang lebih mulia dari ilmu. Raja berkuasa atas manusia, sementara ulama berkuasa atas para raja.”

Imam Al-Auza’i pernah memberikan nasihat kepada Abu Ja’far Al-Mansur. Setelah selesai Al-Mansur berniat memberinya uang, namun Al-Auza’i menolaknya dengan mengatakan, “Aku tidak butuh uangmu, dan aku tidak akan menjual nasihatku dengan harta dunia.”

Dalam hal ini Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya seorang ulama jika belajar dan mengajarnya ikhlas karena Allah, maka seluruh manusia akan takut kepadanya. Tapi jika karena ingin mendapatkan harta dunia, maka dia yang akan takut kepada semua orang.”

Hammad bin Salamah pernah didatangi utusan Muhammad bin Sulaiman, yang menyampaikan pesan bahwa sedang sedang ada masalah di istana sehingga mengundang beliau ke istana. Saat itu Hammad mengatakan kepada utusan, “Katakan kepada Muhammad bin Sulaiman, kami tidak pernah melihat ulama datang kepada seseorang. Kalau dia punya masalah datanglah kepadaku. Tanyakan apa saja. Tapi jangan membawa pengawal yang banyak, karena aku hanya akan memberikan nasihat kepada orang yang benar-benar bertakwa.”

Tidak takut kepada penguasa

Kekuasaan adalah hal yang sangat menggoda. Orang-orang yang sudah berkuasa akan serta-merta melanggengkan kekuasaannya. Mereka bisa melakukan apa saja untuk tujuan itu. Oleh karena wajar jika banyak orang takut kepada penguasa, dan melakukan apa saja untuk membuat mereka tidak murka. Hanya ulama yang benar dan ikhlas tidak akan pernah takut kepada penguasa, dan tidak berubah sikap saat mendapatkan hadiah dan fasilitas dari penguasa.

Rasulullah saw. bersabda, “Jika seorang pemimpin zhalim dibiarkan kezhalimannya, maka sangat mungkin Allah Taala akan menurunkan siksaan merata kepada semua orang.” [Ahmad].

Imam Ahmad tidak takut lalu menuruti keinginan Makmun mengatakan bahwa Al-Quran adalah makhluk. Karena hal inilah beliau dipenjara dan disiksa dengan sangat keras. Sejarah ilmu mencatat bagaimana ulama bukan hanya orang yang mengumpulkan ilmu, tapi bagaimana meyakini dan mempertahankannya walaupun dengan taruhan nyawa.

Menasihati penguasa

Rasulullah saw. bersabda, “Demi Allah, sungguh kalian harus amar makruf nahi munkar. Atau kalau tidak, Allah akan segera mengirimkan siksaan-Nya sehingga saat itu kalian berdoa tidak dikabulkan.” [Ahmad].

Rasulullah saw bersabda, “Orang yang ingin menyampaikan nasihat kepada penguasa, maka jangan berikan secara terang-terangan. Tapi sampaikanlah secara diam-diam. Jika dia menerima, maka itu baik. Tapi jika menolak, maka dia telah melaksanakan kewajibannya.” [Ahmad].

Ada orang yang mengkritik Malik bin Anas, “Kenapa engkau mendatangi penguasa, padahal dia kejam dan zhalim?” Beliau menjawab, “Semoga Allah merahmatimu. Kalau tidak begitu, bagaimana kita bisa menyampaikan kebenaran?”

Tidak menaati perintah kemaksiatan

Kemaksiatan adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Kita harus taat kepada penguasa. Namun jika mereka memerintahkan dan mengeluarkan kebijakan yang bermuatan maksiat, kita tidak diperbolehkan menaatinya. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh menaati makhluk dalam bermaksiat kepada Allah Taala.” [Ahmad].

Rasulullah saw. bersabda, “Seorang Muslim wajib mendengar dan menaati perintah pemimpin selama tidak memerintahkan kemaksiatan. Jika dia memerintahkan kemaksiatan maka tidak boleh mendengar dan menaati.” [Bukhari dan Muslim]. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.