SOSIAL

8 Ayat Al-Quran Untuk Menjadi Pemimpin yang Salih dan Adil

Pemimpin mempunyai peran yang sangat penting. Semakin besar dan tinggi posisinya, maka semakin berat pertanggungjawabannya kelak.

mukjizat.co – Pemimpin mempunyai peran yang sangat penting. Semakin besar dan tinggi posisinya, maka semakin berat pertanggungjawabannya kelak. Karena kebaikan dan kemashlahatan rakyat banyak dipertaruhkan kepada pundak mereka. Karena itulah Al-Quran sangat memperhatikan hal ini, dan memberikan tuntunan agar seorang pemimpin menjadi pemimpin yang salih dan adil. Ada beberapa ayat yang bisa menjadi pegangan dalam memimpin, di antaranya:

  1. Pemimpin harus adil, memerintah dengan kebenaran dan bukan hawa nafsu. Allah Taala berfirman, “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.” [Shaad: 26].
  2. Mengikuti jalan orang-orang yang mengusahakan kebaikan, bukan sebaliknya. Allah Taala berfirman, “Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan.” [Al-A’raf: 142].
  3. Menjaga kekayaan negara. Allah Taala berfirman, “Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” [Yusuf: 55].
  4. Tidak menerima suap. Allah Taala berfirman, “Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.” [An-Naml: 36].
  5. Mengusahakan seoptimal mungkin untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyatnya. Melalui teknologi modern misalnya. Allah Taala berfirman, “Zulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Zulkarnain: Tiuplah (api itu)”. Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, dia pun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu”. Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.” [Al-Kahfi: 93-95].
  6. Hendaknya menjadi ahli ibadah dan selalu mengingat Allah Taala. Seperti firman Allah Taala tentang Nabi Sulaiman as. “Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” [Shaad: 30].
  7. Tidak mengkhianati amanah. Allah Taala berfirman, “Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” [Al-Anfaal: 58]
  8. Tidak ragu dan takut dalam menegakkan hukum. Allah Taala berfirman tentang Zulkarnain yang menguasai dunia, “Berkata Zulkarnain: “Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” [Al-Kahfi: 87-88]. (sof1/mukjizat.co)
Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.