(Video) Islam Masih Berdiri Tegak Saat Komunisme Runtuh

3 komentar 187 kali dilihat

mukjizat.co – Komunisme berdiri pada abad ke-19. Banyak orang beranggapan bahwa saat itu adalah masa-masa akhir kehidupan beragama memiliki kebebasan. Teori komunisme yang telah rampung distrukturisasi Karl Marx dan Friedrich Engels telah disosialisasikan secara luas oleh kaum terpelajar.

Hingga akhirnya teori dan pemikiran itu berhasil diaplikasikan dalam sistem negara melalui revolusi yang diperjuangkan Lenin pada tahun 1917. Walaupun tentu bisa dipastikan, teori yang berlaku tidak seutuhnya sama seperti yang tertulis di awal kemunculannya. Komunisme mengalami banyak perubahan oleh pemikir dan pemimpin yang berkuasa.

Namun yang tidak bisa dibantah adalah keberhasilan komunisme mendirikan negara yang sangat besar. Teritori Uni Soviet saat itu mencapai luas 22 juta kilometer. Sementara luas China mencapai 9 juta kilometer. Bisa dikatakan, komunisme adalah sebuah negara yang sangat besar, atau bahkan sebuah benua.

Logo komunisme adalah palu dan arit, tapi dalam aplikasinya penguasa menggunakan pedang dan senapan. Sehingga sejarah perluasan komunisme adalah sejarah pembantaian. Negara-negara Muslim tidak berubah merah lantara meyakini akidah ‘merah’ komunisme, tapi merah karena kubangan darah pembantaian. Memang tidak ada data resmi, tapi diyakini bahwa jumlah korban dari kalangan umat Islam di wilayah-wilayah Asia Tengah dan Kausasus mencapai jutaan jiwa. sebanyak 10 ribu masjid ditutup atau dihancurkan, dan 14 ribu sekolah agama dibubarkan.

Setelah sekitar 70 tahun perang melawan Islam, apa yang terjadi? Seperti diketahui bersama, negara-negara seperti Afghanistan, Dagestan, Chechnya, dan sebagainya adalah negeri-negeri Muslim saat dimasuki komunisme. Negara komunis melakukan segala hal untuk mengubah negara-negara itu menjadi komunis. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. Komunisme dan tentaranya keluar dan mengakui kekalahannya. Sementara umat Islam di negara-negara itu tetap memegang ajaran agama Islamnya. Memang jumlah umat Islam jauh berkurang, tapi bukan karena meninggalkan agamanya, melainkan karena banyak yang gugur dalam perlawanan.

Bisa dikatakan bahwa seluruh negara pengusung telah menanggalkan ideologi komunismenya. Komunisme di negara-negara itu hanya tinggal kenangan pahit, yang sebentar lagi pasti akan dilupakan. Bahkan bagaikan senjata makan tuan, di rahim komunisme, Rusia, umat Islam adalah 20% dari jumlah seluruh penduduknya. Muslim Rusia termasuk minoritas yang besar di dunia. Kaum atheis sangat mengkhawatirkan terjadinya proses islamisasi yang tentu tidak bisa dicegah lagi dengan pembunuhan dan penjara.

Islam telah berkuasa di akal pikiran dan hati penduduk Rusia, membuktikan kebenarannya. Allah Taala berfirman, “Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.” [Ash-Shaf: 8-9]. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Comments (3)

Masya Allah.
Berkah.. Situs yg hebat manfaat..

Berkah.. Situs yg hebat manfaat..

    makasih Ustaz Syahroni Mardani, terus dukung terus ya…

Tinggalkan Komentar Anda