BAHASA

Inilah Tema Pokok Surat-Surat Al-Quran

Banyak sisi kemukjizatan yang dimiliki Al-Quran, di antaranya adalah sususan ayat dan suratnya yang sangat unik dan penuh rahasia.

mukjizat.co – Al-Quran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Rasulullah saw. untuk menjadi mukjizat yang membuktikan kenabiannya. Banyak sisi kemukjizatan yang dimiliki Al-Quran, di antaranya adalah sususan ayat dan suratnya yang sangat unik dan penuh rahasia.

Walaupun tidak tersusun seperti lumrahnya buku, masing-masing surat memiliki tema pokok yang ditekankan pembahasannya dan menjadi muara pembahasan ayat-ayat di dalamnya. Berikut secara ringkas tema-tema pokok yang ada pada masing-masing surat.

  1. Al-Fatihah: mewujudkan penghambaan yang sempurna kepada Allah Taala.
  2. Al-Baqarah: menyiapkan umat Islam untuk memakmurkan bumi, menegakkan agama Allah Taala, dan menjelaskan jenis-jenis manusia.
  3. Ali Imran: menjelaskan hubungan umat Islam dengan pihak-pihak eksternal dalam bingkau pokok-pokok akidah.
  4. An-Nisaa’:mengatur internal masyarakat Muslim dengan cara memelihara hak-hak sosial dan keuangan, demi menghilangkan kerusakan warisan jahiliyah dan Ahli Kitab.
  5. Al-Maidah: menjelaskan pokok-pokok akidah, pemerintahan dan interaksi antar-manusia.
  6. Al-An’am: mengatur hubungan manusia dengan alam semesta dan Penciptanya dengan dasar pokok-pokok ajaran yang benar.
  7. Al-A’raf: keniscayaan adanya konflik antara keimanan dan kekafiran, dan bagaimana hasil dari konflik itu.
  8. Al-Anfal: menerangkan faktor-faktor kemenangan dan kekalahan.
  9. At-Taubah: bagaimana pemisahan umat Islam dari orang-orang musyrik dan munafik.
  10. Yunus: hakikat wahyu dan masalah ketuhanan terbesar di dalamnya.
  11. Huud: menerangkan manhaj para rasul dalam menghadapi kaum pendusta.
  12. Yusuf: janji adanya kemenangan setelah ujian.
  13. Ar-Ra’du: hakikat kekuasaan Allah Taala dan bagaiama wujudnya.
  14. Ibrahim: menerangkan kondisi perjuangan para rasul dalam menjalankan tugas mereka mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dan bagaimana para pendusta melawan mereka.
  15. Al-Hijr: peringatan datangnya siksaan bagi para pendusta dakwah nabi.
  16. An-Nahl: fungsi nikmat-nikmat untuk mengingatkan kepada pemberi nikmat.
  17. Al-Israa’: kesempurnaan risalah yang dibawa Muhammad saw.
  18. Al-Kahfi: manhaj dalam menghadapi ujian.
  19. Maryam: sempurnanya rahmat Allah Taala kepada makhluk-Nya, dan menjelaskan tidak butuhnya Allah Taala kepada adanya anak dan pembantu.
  20. Thaha: menguatkan Nabi saw. dalam bersabar mengemban risalah dakwah.
  21. Al-Anbiyaa’: adanya kesatuan antar-risalah para nabi.
  22. Al-Hajj: masalah bagaimana mengagungkan dan berserah diri kepada Allah Taala.
  23. Al-Mukminun: anjuran untuk beriman, memuji sifat-sifat baik orang yang beriman, dan buruknya sifat-sifat orang kafir.
  24. An-Nur: bagaimana Muslim hidup bersih dari yang keburukan, dan bagaimana kondisi kehidupan masyarakat Muslim yang ideal.
  25. Al-Furqan: membela para rasul.
  26. Asy-Syu’ara: menghadapi orang yang bersikap keras kepada melawan dakwah.
  27. An-Naml: baiknya Allah Taala yang telah memberikan mukjizat Al-Quran kepada Nabi Muhammad saw.
  28. Al-Qashash: standar yang benar dalam masalah kekuatan dan nilai.
  29. Al-Ankabut: keteguhan dan kesabaran dalam menghadapi ujian
  30. Ar-Ruum: Allah Taala lah yang berkuasa penuh dalam menggerakkan kejadian.
  31. Luqman: perintah mengikuti hikmah dari Allah Taala.
  32. As-Sajdah: bukti-bukti kebenaran yang dibawa Al-Quran.
  33. Al-Ahzab: perlindungan yang Allah Taala berikan kepada Nabi Muhammad saw.
  34. Saba’: kekuasaan Allah Taala dalam mengubah kondisi.
  35. Fathir: bentuk-bentuk kekuasaan Allah Taala dalam menciptakan alam semesta.
  36. Yasin: menekankan benarnya risalah para nabi dan Hari Kebangkitan.
  37. Ash-Shafat: mensucikan Allah Taala dari tuduhan dan anggapan orang-orang musyrik.
  38. Shad: menghadapi kebatilan.
  39. Az-Zumar: mengajak kepada tauhid.
  40. Ghafir: cara menghadapi orang-orang yang mendebat tanda-tanda kekuasaan Allah Taala.
  41. Fushilat: menghadapi dengan lembut orang-orang yang menolak Al-Quran
  42. Asy-Syura: hakikat wahyu dan risalah Nabi Muhammad saw.
  43. Az-Zukhruf: menerangkan perbedaan antara nilai-nilai yang benar dan palsu.
  44. Ad-Dukhan: memperingatkan segera datangnya siksaan dari Allah Taala.
  45. Al-Jatsiyah: menghadapi para pengikut hawa nafsu yang tidak mau tunduk kepada kebenaran.
  46. Al-Ahqaf: membuktikan kesalahan pengingkar Hari Kiamat, dan memperingatkan mereka dengan siksaan
  47. Muhammad: menyemangati umat Islam untuk berperang.
  48. Al-Fath: Allah Taala berjanji memberikan kemenangan dan kekuasaan mutlak umat Islam yang menolong agama-Nya.
  49. Al-Hujurat: meninggikan derajat umat Islam dengan kesempuranaan iman dan akhlak.
  50. Qaaf: menghidupkan hati dengan mengetahui bagaimana Hari Kebangkitan dan Pembalasan.
  51. Az-Zariyat: mengenalkan manusia dengan Pemberi nikmat mereka.
  52. Ath-Thur: menjawab isu para peningkar Hari Kebangkitan.
  53. An-Najm: benarnya wahyu dan tingginya sumber wahyu.
  54. Al-Qamar: mengingatkan dan mengancam dengan menggunakan tanda kekuasaan Allah Taala.
  55. Ar-Rahman: memberitahukan nikmat-nikmat Allah Taala yang sangat besar.
  56. Al-Waqi’ah: pastinya Hari Kiamat.
  57. Al-Hadid: membangun kekuatan iman dan materi.
  58. Al-Mujadilah: pengetahuan Allah Taala yang meliputi segala sesuatu.
  59. Al-Hasyr: kekuasaan Allah Taala dalam melemahkan orang-orang kafir dan munafik.
  60. Al-Mumtahanah: membersihkan hati dari loyalitas kepada selain agama Allah Taala.
  61. Ash-Shaf: memotivasi umat Islam untuk membela agama Allah Taala.
  62. Al-Jumuah: kenikmatan yang sangat besar kepada umat Islam.
  63. Al-Munafikun: mengungkap kedok orang-orang munafik dan tanda-tanda kemunafikan.
  64. At-Taghabun: penyesalan.
  65. Ath-Thalaq: aturan dalam perceraian.
  66. At-Tahrim: pendidikan di rumah Nabi saw.
  67. Al-Mulk: sempurnanya kekuasaan dan kerajaan Allah Taala.
  68. Al-Qalam: perbedaan akhlak orang yang beriman dan orang yang kafir.
  69. Al-Haqah: keniscayaan terjadinya Hari Kiamat.
  70. Al-Ma’arij: kepastian bahwa orang kafir akan disiksa, dan orang beriman akan diberi kenikmatan.
  71. Nuh: kesabaran juru dakwah.
  72. Al-Jin: kebenaran turunnya Al-Quran kepada Rasulullah saw.
  73. Al-Muzammil: bekal ruhani seorang juru dakwah.
  74. Al-Muddatstsir: perintah untuk bangkit dan bergerak dalam berdakwah.
  75. Al-Qiyamah: menampakkan kekuasaan dan kehendak Allah Taala.
  76. Al-Insan: mengingatkan manusia kepada asal penciptaannya.
  77. Al-Mursalaat: membuktikan kebenaran Hari Kiamat.
  78. An-Naba’: membuktikan kebenaran Hari Kebangkitan dan Pembalasan.
  79. An-Nazi’at menggerakkan hati orag-orang yang mengingkari Hari Kebangkitan dan Pembalasan.
  80. ‘Abasa: mulianya dakwah yang dibawa Al-Quran
  81. At-Takwir: menggambarkan Hari Kiamat dengan terberainya alam semesta.
  82. Al-Infithar: menggambarkan Hari Kiamat dengan menjadi berantakannya makhluk-makhluk yang sebelumnya teratur.
  83. Al-Muthaffifin: bagaimana kebiasaan manusia dalam timbangan, dan tingkatan-tingkatan kehidupan di akhirat.
  84. Al-Insyiqaq: menggambarkan Hari Kiamat dengan menerangkan tunduknya alam semesta kepada Allah Taala.
  85. Al-Buruj: menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan Allah Taala, dan mengancam orang-orang yang ingin mencelakai umat Islam.
  86. Ath-Thariq: pengawasan Allah Taala yang sangat ketat.
  87. Al-A’la: mengingatkan hati akan kenikmatan yang sangat besar dari Allah Taala.
  88. Al-Ghasyiyah: mengingatkan hati manusia dengan kekuasaan Allah Taala dalam memberi balasan baik dan buruk.
  89. Al-fajr: bagaimana keagungan dan kekuasaan Allah Taala di alam semesta dan kehidupan manusia.
  90. Al-Balad: kekafiran yang menekan, dan keimanan yang memberi rahmat dan meninggikan.
  91. Asy-Syams: bagaimana tanda-tanda kekuasaan Allah Taala dan nikmat-nikmat-Nya pada alam dan diri manusia.
  92. Al-Lail: perbedaan antara tanda-tanda kekuasaan Allah Taala dan jiwa manusia beserta jenisnya.
  93. Adh-Dhuha: bagaimana pemeliharaan Allah Taala kepada Nabi-Nya.
  94. Asy-Syarh: sempurnya kenikmatan yang besar dari Allah Taala kepada Nabi-Nya.
  95. At-Tiin: kemuliaan manusia dengan agamanya.
  96. Al-‘Alaq: kesempurnaan manusia dengan ilmunya.
  97. Al-Qadr: kemuliaan Lailatul Qadr.
  98. Al-Bayyinah: nilai risalah Nabi Muhammad saw.
  99. Az-Zalzalah: menggerakkan hati yang lalai.
  100. Al-‘Adiyat: bagaimana manusia tanpa iman.
  101. Al-Qari’ah: mengetuk hati dengan dahsyatnya Hari Kiamat.
  102. At-Takatsur: mengingatkan kematian kepada orang yang sibuk dengan dunia.
  103. Al-‘Ashr: bagaimana untung-rugi dalam kehidupan.
  104. Al-Humazah: peringatan bagi orang-orang yang sombong.
  105. Al-Fil: perlindungan Allah Taala kepada Masjidil Haram.
  106. Quraisy: kenikmatan Allah Taala yang besar kepada suku Quraisy.
  107. Al-Ma’un: akhlak para pendusta Hari Akhirat.
  108. Al-Kautsar: kenikmatan yang besar kepada Nabi Muhammad saw.
  109. Al-Kafirun: tauhid dalam ibadah
  110. An-Nashr: akhir perjuangan umat Islam.
  111. Al-Masad: peringatan bagi penentang dakwah.
  112. Al-Ikhlash: meneguhkan keimanan kepada kesempurnaan Allah Taala.
  113. Al-Falaq: meminta perlindungan kepada Allah Taala dari bahaya yang terlihat.
  114. An-Naas: meminta perlindungan kepada Allah Taala dari bahaya yang tidak terlihat. (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda