TUNTUNAN

Fragmen Akhirat Ini Membuat Rasulullah Tersenyum dan Menangis

Suatu hari para sahabat melihat Rasulullah saw. tersenyum lebar hingga giginya terlihat jelas. Umar bin Khattab ra. penasaran.

mukjizat.co – Suatu hari para sahabat melihat Rasulullah saw. tersenyum lebar hingga giginya terlihat jelas. Umar bin Khattab ra. penasaran dengan senyuman Nabi saw., lalu bertanya, “Apa yang membuatmu tersenyum, Rasulullah?” Rasulullah saw. pun menceritakan kejadian yang dikabarkannya dari alam akhirat. Berikut lengkapnya:

Ada dua orang lelaki yang bersimpuh di depan Allah Taala pada Hari Kiamat. Salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, ambil dan berikan kepadaku hak yang telah dirampas oleh saudaraku ini.” Allah Taala pun meminta orang itu untuk mengembalikan hak saudaranya. Pengembalian hak di Hari Akhirat sudah tidak lagi berupa uang, tapi pemindahbukuan pahala dan siksaan.

Orang itu pun berkata kepada Allah Taala, “Ya Allah, aku sudah tidak memiliki pahala sedikitpun. Semuanya sudah habis. Hanya tersisa siksaan.” Hal itu pun Allah Taala sampaikan kepada orang yang meminta haknya. Dia menjawab, “Kalau begitu, dia harus menanggung sebagian dosaku.”

Sampai di sini Rasulullah saw. menangis dan mengeluarkan air matanya, “Ini adalah hari yang sangat mengerikan. Orang harus menanggung dosa kesalahan orang lain. Padahal dia tidak melakukan dosa itu di dunia.” Rasulullah saw. pun melanjutkan ceritanya:

Lalu Allah Taala berkata kepada orang yang meminta kembali haknya itu, “Lihat ke atas.” Orang itu memandang ke atas. Dilihatnya sebuah istana yang sangat besar, megah, dan indah. Lalu dia bertanya kepada Allah Taala, “Istana ini milik nabi siapa? Sidiq siapa? Syahid siapa?” demikian dia bertanya seakan dirinya iri dan menginginkan istana yang seperti itu.

Allah Taala menjawab, “Istana ini milik orang yang bisa membayarnya.” Karena terlalu indah, orang itu pun pesimis, “Siapa orang yang bisa membayar harga istana seindah itu?” Allah Taala menjawab, “Engkau pun bisa membayarnya.” “Dengan apa?” tanyanya penuh penasaran.

Allah Taala menjawab, “Dengan memberi maaf kepada saudaramu.” Dengan segera tanpa berpikir lagi, orang itu mengatakan, “Aku sudah memaafkannya.” Rasulullah saw. pun mengomentari, “Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Allah. Perbaikilah hubungan sesama kalian, niscaya Allah Taala akan memperbaiki hubungan sesama kalian.” (sof1/mukjizat.co)

Silahkan dibagikan artikel ini jika bermanfaat, terima kasih.

Moh. Sofwan

Tulis komentar terbaik Anda di sini

Silahkan klkik disini untuk mengunggah komentar Anda